Kota Bima – Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan Creative Briefing bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan S.H, Sekretaris Daerah, seluruh staf ahli, para asisten, kepala OPD, kabag, camat, hingga lurah se-Kota Bima.

Hadir sebagai pemateri Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis Ekonomi Kreatif, Gemintang Kejora Mallarangeng serta Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dr. H. Abdul malik, SP.,MAP.,MH.

Pemerintah Kota Bima juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika 2026. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan bahwa budaya lokal dan ekonomi kreatif daerah memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Dalam sambutannya Walikota menyampaikan, bahwa ekonomi kreatif disebut sebagai salah satu sektor unggulan yang kini menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB, Kota Bima saat ini memiliki sekitar 14.916 pelaku UMKM yang sebagian besar bergerak di sektor kuliner, kriya, serta fashion tradisional berbasis tenun dan rimpu.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa Kota Bima memiliki kekuatan besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, meskipun masih memerlukan akselerasi melalui penguatan ekosistem. Hal tersebut meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar nasional dan global, penguatan branding produk, digitalisasi usaha, serta pengembangan event kreatif berskala nasional.

Melalui forum Creative Briefing ini, Kota Bima berharap mendapatkan arahan strategis sekaligus dukungan konkret dari Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan inkubasi, serta perluasan akses promosi dan pemasaran digital.

Selain itu, diharapkan Kota Bima dapat menjadi salah satu simpul pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia, dengan memanfaatkan potensi budaya, kreativitas masyarakat, dan semangat generasi muda. Lanjutnya.

Dilanjutkan pemaparan oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis Ekonomi Kreatif, Dalam paparannya ia mengulas strategi penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah, pengembangan subsektor unggulan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Sekretaris Deputi, H. Abdul malik menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengembangan ekonomi kreatif. Daerah didorong untuk berani keluar dari zona nyaman, membuka wawasan, serta belajar dari praktik terbaik di daerah lain. Dengan demikian, potensi besar yang dimiliki tidak hanya menjadi aset lokal, tetapi mampu dikenal secara luas.

Melalui pendekatan ini, diharapkan Kota Bima dapat lebih dikenal secara luas, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan Creative Briefing ini pun menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi ekonomi kreatif berbasis inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi di Kota Bima.

Axact

Dinamika Mbojo

Portal Berita Daerah Bima dan NTB yang mengulas Geliat Pembangunan Pemuka dan Tokoh Masyarakat

Post A Comment:

0 comments: