Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan pangan nasional yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufran, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari ketahanan pangan nasional, dengan Bulog sebagai operator distribusi di lapangan.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Bima, agar masyarakat tidak berjuang sendiri dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat bantuan pangan di Kota Bima mengalami peningkatan. Pada tahun 2026 ini, penerima tersebar di 41 kelurahan dengan total 11.933 jiwa.
Untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai 298 ton 660 kilogram beras, serta 59.732 liter minyak goreng.
Sementara itu, bantuan diberikan kepada ratusan penerima manfaat. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan (Februari–Maret).
Wali Kota Bima dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan tersebut harus disalurkan secara tepat sasaran tanpa adanya pemotongan.
“Saya minta kepada lurah, RT, dan RW agar memastikan bantuan ini benar-benar diterima utuh oleh masyarakat yang berhak. Tidak boleh ada pemotongan karena ini adalah hak masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kota Bima juga berencana menyalurkan tambahan bantuan pada bulan April mendatang melalui cadangan pangan daerah sebanyak 15 ton.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya. (Red)
Post A Comment:
0 comments: