Kota Bima – Program pembangunan kolam revitalisasi untuk penanganan banjir di kawasan Taman Ria, Kota Bima, menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satu kritik datang dari mantan Ketua Mapala Londa STKIP Bima, M. Faisal.
M. Faisal mengaku bingung dengan konsep pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bima. Menurutnya, penebangan puluhan pohon di kawasan Taman Ria justru bertolak belakang dengan semangat jargon “Kota Bima BISA” yang selama ini digaungkan.
Ia menilai, pohon-pohon yang telah tumbuh selama puluhan tahun tidak hanya berfungsi sebagai penghias kota, tetapi juga memiliki peran penting sebagai peneduh, penyejuk, serta paru-paru kota yang menjaga kualitas lingkungan hidup masyarakat.
“Konsepnya bikin bingung, seakan bertolak belakang dengan jargon Kota Bima BISA. Bagaimana mungkin pohon-pohon yang puluhan tahun memberi keteduhan dan kesejukan justru dibabat begitu saja,” ujarnya.
Menurut Faisal, pembangunan infrastruktur memang penting, terutama untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa aspek lingkungan hidup tidak boleh diabaikan dalam setiap proses pembangunan.
Ia juga mengingatkan bahwa ukuran kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh banyaknya proyek fisik, tetapi juga dari keberadaan ruang terbuka hijau yang mampu memberikan kenyamanan dan kualitas hidup yang baik bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Faisal menyindir agar jargon “BISA” tidak berubah menjadi “MBISA”, yang ia maknai sebagai tindakan menebang tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.
“Jangan sampai jargon Kota Bima BISA berubah menjadi MBISA, menebang tanpa mempertimbangkan dampaknya. Harusnya manfaat dan dampak jangka panjang dipikirkan sebelum semuanya dirusak,” tegasnya.
Sorotan dari M. Faisal menambah daftar kritik publik terhadap proyek revitalisasi Taman Ria yang saat ini tengah berlangsung. Sejumlah warga juga mulai mempertanyakan transparansi perencanaan serta kajian lingkungan yang menjadi dasar pelaksanaan proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait polemik penebangan pohon di kawasan Taman Ria.
Masyarakat berharap pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada solusi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan demi mewujudkan Kota Bima yang lebih hijau, nyaman, dan layak huni bagi generasi mendatang. (Red)

Post A Comment:
0 comments: