Bima - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Bima dengan tegas menolak dan membantah isu dari kelompok tertentu yang menyebutkan bahwa Fraksi PPP berada dalam kondisi pecah atau terbelah. Isu tersebut tidak berdasar, menyesatkan, serta berupaya mengadu domba internal fraksi PPP.
Fraksi PPP menegaskan bahwa hingga hari ini, seluruh anggota fraksi tetap solid dan tetap berada dibawah komando ketua DPC, tetap setia dan konsisten menjalankan prinsip Amar Makruf Nahi Mungkar sesuai dg prinsip dasar partai.
Selain itu, Fraksi PPP juga menyayangkan framing yang dibangun oleh tim sukses Bupati Bima Ady Mahyudi terkait pertemuan antara sejumlah anggota dewan yang diantaranya ada salah satu anggota Fraksi PPP di kediaman Bupati Bima yang diarahkan ke narasi sensitif dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Fraksi PPP menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan politis yang bermuatan kepentingan elektoral, melainkan silaturahmi biasa antara anggota dewan dengan kepala daerah.
Terkait video yang beredar luas di media sosial, ketua Fraksi PPP Hj. Nurhayati memastikan bahwa video tersebut merupakan video lama yang tidak merepresentasikan kondisi dan dinamika politik saat ini.
Penyebaran ulang video tersebut tanpa konteks yang utuh telah memicu kesalahpahaman dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Fraksi PPP mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik framing yang tidak objektif dan provokatif, serta mengedepankan etika politik yang sehat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Politik seharusnya menjadi sarana memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, bukan alat untuk membangun narasi yang menyesatkan,” demikian pernyataan sikap Fraksi PPP.
Fraksi PPP menegaskan komitmennya untuk tetap berada pada jalur konstitusional, menjaga marwah lembaga DPRD, serta memastikan seluruh kebijakan daerah berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Bima.
Post A Comment:
0 comments: