Articles by "Berita"
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan


Mataram - Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah yang diikuti para Kepala daerah dan perangkat daerah terkait Se-NTB berlangsung Kamis (3/09/2026) di Graha Bakti Praja Conference Center, Mataram.


Rakor ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Dalam Negeri, KPK, BPKP, dan LKPP dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas serta mencegah potensi korupsi sejak dini.


Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir bersama Wakil Bupati dr. .H. Irfan Zubaidy, Ketua DPRD Diah Citra Pravitasari,S.IP, Sekda Adel Linggi Ardi, SE, Inspektur Kabupaten Bima  Iwan Setiawan, SE Kepala Bapenda Budiharta SE, Kepala Dinas PUPR Taufik, ST., MT,  Kadis Kesehatan Hj. Nurul Wahyuti, SE, MM, dan para pejabat eselon III Dinas Dikbupora dan Bappeda menyampaikan  beberapa poin terkait kehadiran dalam Rakor.


"Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bima dalam Rakor tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, efektif, dan akuntabel.


Dengan demikian, penguatan tata kelola pemerintahan, dititik beratkan upaya membangun sistem yang mampu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko sejak awal. Sehingga setiap kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah daerah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat". Terangnya.


Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil Rakor dan komitmen bersama tersebut melalui perbaikan tata kelola perencanaan dan penganggaran, peningkatan integritas dalam pengadaan barang/jasa, penguatan pengendalian intern dan manajemen risiko. Pada saat yang sama mendorong  optimalisasi fungsi pengawasan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Demikian ungkap Bupati Bima dalam Rakor yang turut dihadiri pejabat pusat  yang hadir sebagai narasumber antara Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si., Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ely Kusumastuti, Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Raden Ari Widianto,  Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Setya Nugraha. (Red)





Kabupaten Bima - Bupati Bima Ady Mahyudi, Rabu (12/08/2026) menutup secara resmi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-20 Tingkat Kecamatan Soromandi di Lapangan Desa Lewintana. 


Pada Musabaqah yang diikuti 45 orang qori dan qoriah dari 7 desa yang memperebutkan predikat juara pada tiga mata lomba yaitu Tartil, Tahfiz dan Tilawah tersebut, Bupati Bima menyerahkan secara simbolis hadiah kepada juara umum dan ditutup dengan lantunan suara Malhatun Toyyibah, (Desa Sai), Juara Umum MTQ XX Tingkat Kecamatan Soromandi Golongan Qariah remaja.  


Di hadapan tamu undangan dan para kafilah MTQ tingkat kecamatan Soromandi tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi secara khusus menyampaikan pesan akan pentingnya mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur'an.


"Jangan biarkan generasi kita jauh dari Al-Quran, mari kita hidupkan kembali rumah-rumah Al-Qur'an, majelis ilmu dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, kita tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki akhlak, integritas dan kepedulian terhadap sesama". Ujar Bupati.


Ditambahkan Bupati, "Pemerintah Kabupaten Bima terus  berkomitmen untuk memperkuat pembangunan di bidang keagamaan. Kita ingin agar kegiatan MTQ tidak berhenti pada Musabaqah saja, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun generasi Bima yang beriman, berkarakter berilmu dan berakhlak mulia. Untuk ini, Saya mengajak para orang tua, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur'an bagi anak-anak


Menutup sambutannya Bupati Ady Mahyudi mengajak semua elemen di kecamatan soromandi untuk menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai perekat dalam membangun daerah. "Mari terus bangun Kabupaten Bima dengan semangat kebersamaan berlandaskan iman dan takwa serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam mewujukan masyarakat yang maju dan bermartabat".


Ujarnya di hadapan penutupan musabaqah yang turut dihadiri dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil i  Supardin, SH, Camat Soromandi Julkifli, SH., M. Hum, Muspika, para kepala desa, tokoh agama alim ulama dan tokoh masyarakat  setempat. (Red)




Kota Bima, Media Dinamikambojo — SDN 12 Sarae Kota Bima terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi para murid melalui program “Ngaji Morning”, sebuah program Pembinaan Tuntas Baca Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah.

Program tersebut dirancang untuk memastikan seluruh murid memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, murid dikelompokkan mulai dari tahap mengenal huruf hijaiyah, Iqra’ 1, hingga kelompok murid yang telah lancar membaca Al-Qur’an.

Keunikan Ngaji Morning terletak pada keterlibatan seluruh guru SDN 12 Sarae Kota Bima. Pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi seluruh guru turut mengambil bagian sebagai pembimbing sesuai dengan kelompok kemampuan masing-masing murid.

Kolaborasi tersebut membuat proses pendampingan menjadi lebih intensif. Setiap murid mendapatkan perhatian dan bimbingan yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, sehingga proses belajar membaca Al-Qur’an diharapkan berlangsung lebih efektif dan terarah.

Program Ngaji Morning sekaligus menjadi penguat inovasi Bintang Al-Qur’an (Ngaji Sore) yang sebelumnya telah berjalan di SDN 12 Sarae Kota Bima. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, SDN 12 Sarae Kota Bima menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter murid agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah berharap Ngaji Morning dapat menjadi ikhtiar yang penuh keberkahan dalam mewujudkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

“Mencetak Generasi Qur’ani, Membangun Masa Depan Gemilang.”

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah, SDN 12 Sarae Kota Bima optimistis budaya Qur’ani dapat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari karakter setiap murid. (Red)


Bima - Bupati Bima Ady Mahyudi Rabu (22/7) melantik mengambil sumpah jabatan 274 pejabat struktural dan pejabat fungsional yang mengabdi pada sejumlah unit kerja di lingkup pemerintahan.


Pada jenjang jabatan struktural Eselon II tiga orang yang dilantik yaitu M. Amin, S.Sos yang sebelumnya Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Zainudin, S.S yang sebelumnya Sekretaris Bakesbangpol menjadi Kepala Bakesbangpol kabupaten Bima, M Farid, SKM., MPH yang sebelumnya Kabid Pembangunan Sosial Budaya Bappeda menjadi Kepala DP3AP2KB. 


Selain itu pada jabatan struktural eselon III juga dilantik H. Ahyani S.Ag jabatan sebelumnya Analis Kebijakan pada Bagian  Kesra menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, Camat Wera Edison, SE,. Camat Ambalawi Arsyad, SE dan Sekretaris Camat Bolo Gunawan, S.Pd., M.Pd dan Eselon IV Kasi Pemerintahan Kantor Camat Palibelo Titian Sumarni, SE.


Sementara itu pada jajaran Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga sebanyak 264 Kepala Kepala SMP, kepala SD Negeri dan kepala TK juga dilantik.


Bupati Bima dalam sambutannya pada prosesi pelantikan yang juga turut dihadiri Unsur FORKOPIMDA, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dan kepala perangkat daerah mengungkapkan pelantikan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas birokrasi dan membawa kabupaten Bima bermartabat makmur dan berkelanjutan.


"Bapak dan Ibu yang pejabat yang dilantik diharapkan dapat memahami bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di masa depan. Meskipun pada jenjang jabatan yang berbeda tetapi memiliki tujuan pengabdian yang profesional pelayanan publik yang berkualitas pembangunan masyarakat". jelas Bupati.


Kepada pejabat struktural, Bupati menaruh harapan besar agar semuanya menjadi motor penggerak reformasi birokrasi yang selaras dengan misi dalam yang dituang dalam RPJMD kabupaten Bima.


Menutup sambutannya bupati meminta agar para pejabat yang dilantik membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif dan inovatif, dan yang terpenting adalah menghilangkan ego sektoral yang selama ini menjadi penghambat percepatan pembangunan". (Red)



Kota Bima - Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas strategis di kawasan Masjid Terapung Amahami dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Bima, Selasa (21/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Rasanae Barat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas umum di kawasan tersebut berada dalam kondisi aman, nyaman, bersih, dan berfungsi secara optimal sebagai penunjang pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengecek secara langsung sejumlah sarana dan prasarana vital, mulai dari toilet umum, pos Satpol PP, hingga sistem kamera pengawas (CCTV). Ia menegaskan bahwa kualitas fasilitas publik harus terus dijaga agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.

"Pembangunan tidak hanya sebatas menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dirawat dan dikelola dengan baik sehingga tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tegas Wali Kota.

Berdasarkan hasil peninjauan, Wali Kota menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pembenahan terhadap sejumlah temuan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan aspek kebersihan, keamanan, dan kelayakan fasilitas.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga dan merawat aset daerah sebagai bentuk tanggung jawab bersama, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan fasilitas yang layak, nyaman, dan terpelihara dengan baik bagi seluruh masyarakat. (Red)


Medan - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang berlangsung di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, H. Rahman didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, H. Junaidin, ST. Rakornas dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Rakornas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program dapat diimplementasikan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Bima dalam Rakornas tersebut merupakan wujud komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan arah pembangunan nasional. Sebagai daerah pesisir yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, Kota Bima siap mendukung berbagai program pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan produktivitas perikanan, kesejahteraan nelayan, serta penguatan ketahanan pangan.

Melalui Rakornas ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah sehingga berbagai program prioritas di sektor kelautan dan perikanan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)

Kota Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Sekretaris Daerah Kota Bima, pimpinan BUMN, serta seluruh anggota TPID Kota Bima. Jum,at (03/07/26).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat. Atas nama Pemerintah Kota Bima, ia berharap forum koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bima termasuk daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi di Provinsi NTB. Meski demikian, TPID Kota Bima terus menunjukkan respons cepat melalui berbagai upaya, seperti pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, serta pemantauan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat beberapa komponen penyumbang inflasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah, salah satunya adalah kenaikan harga tiket pesawat.

Oleh karena itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi TPID tingkat Provinsi NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di Kota Bima, tetapi juga dialami oleh sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok. Meski demikian, secara bertahap angka inflasi mulai menunjukkan tren penurunan berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh pihak.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka statistik semata, tetapi juga harus memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan maupun penurunan harga di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.

Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta rapat. Ia berharap pertemuan ini semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Red)


Kota Bima - Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, di Aula Maja Labo Dah, Selasa (30/06/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bima, yakni peningkatan inovasi daerah, pengawasan distribusi LPG bersubsidi, serta optimalisasi penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Pada bidang inovasi, Wali Kota menargetkan Kota Bima mampu meraih predikat sebagai kota yang inovatif. Untuk itu, setiap kepala perangkat daerah diwajibkan mengajukan sedikitnya dua inovasi yang diinput ke dalam sistem inovasi daerah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyampaikan bahwa hingga saat ini baru tujuh perangkat daerah yang telah menginput inovasi. Sementara sejumlah OPD, khususnya yang menyelenggarakan pelayanan dasar seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta DPMPTSP masih belum menyampaikan data inovasi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat bekerja dan berinovasi.

"Jangan karena kondisi fiskal kita terbatas, kinerja ikut menurun. Ingat, kerja adalah ibadah dan amanah. Jika diniatkan sebagai ibadah, maka prosesnya akan terasa ringan dan hasilnya pun akan baik. Terlebih perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan dasar memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat," tegasnya.

Selain itu, Rakor juga membahas perkembangan penanganan kelangkaan dan kenaikan harga LPG bersubsidi. Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat koordinasi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bagian Koperindag, dan Bagian Ekonomi. Ia meminta seluruh pihak terkait terus turun ke lapangan untuk memantau dinamika distribusi LPG agar potensi kelangkaan maupun lonjakan harga dapat diantisipasi secara maksimal.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Koperindag menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak menunjukkan tren distribusi LPG mulai membaik. Beberapa pangkalan yang terbukti menjual di luar ketentuan telah diberikan teguran dan dikonfirmasi kepada Pertamina untuk diberikan sanksi berupa pembatasan kuota apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, koordinasi dengan agen terus diperkuat agar bertindak tegas terhadap pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga menyoroti masih adanya pengecer yang tidak memiliki izin, sementara pengawasan pemerintah hanya dapat dilakukan terhadap pangkalan resmi.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi menjelaskan bahwa pemerintah telah memperkuat koordinasi bersama aparat Kelurahan Nae, Penaraga, dan Rabangodu Utara dengan menghadirkan agen dan seluruh pangkalan LPG di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan. Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Ekonomi juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan pasokan (extra dropping), sehingga telah disalurkan tambahan sebanyak 2.060 tabung LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota meminta camat, lurah, RT/RW, serta unsur tiga pilar kelurahan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan aktif melakukan pengawasan distribusi LPG. Ia menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Bagian Koperindag agar dapat segera ditindaklanjuti.

Wali Kota juga meminta Bagian Koperindag dan Bagian Ekonomi melakukan inspeksi secara rutin, tidak hanya ketika terjadi persoalan.

"Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya saat ada masalah. Berikan sanksi tegas kepada pelaku yang melakukan penyimpangan agar menimbulkan efek jera," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan media sosial resmi masing-masing agar masyarakat mengetahui setiap tindak lanjut atas berbagai aspirasi maupun pengaduan yang telah disampaikan.

"Publikasikan setiap tindak lanjut yang telah dilakukan pemerintah. Masyarakat kita kritis dan perlu mengetahui bahwa setiap persoalan yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti," pesannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa semangat kerja menjadi kunci dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif dan inovatif. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan dasar merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi secara optimal, sementara persoalan distribusi LPG dapat diselesaikan apabila seluruh unsur pemerintah bekerja secara sistematis, cerdas, dan saling bersinergi hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.

"Responsif dan inovatif lahir dari semangat kerja. Selama kita bekerja dengan niat pengabdian dan ibadah, maka setiap persoalan akan dapat kita selesaikan bersama," pungkas Wakil Wali Kota. (Red)


Bima - Pemerintah Kabupaten Bima Senin (29/6/2026) malam mengawali rangkaian puncak peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386 dengan menggelar Festival Pesona Dana Mbojo di Halaman Kantor Bupati Bima. Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Forkopimda menandai dimulainya perhelatan budaya yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2026. 


Malam pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan. M.Sc, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita H. Irfan, , pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, tokoh masyarakat dan ribuan warga yang memadati area festival. 


“Bima Bermartabat dalam Harmoni Budaya”, menjadi tema Festival Pesona Dana Mbojo tahun ini, sebagai wadah untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah yang berpadu dengan sentuhan kreativitas masa kini. Beragam pertunjukan seni kontemporer berbasis tradisi, kolaborasi musik tradisional Bima oleh talenta lokal, hingga lomba peragaan busana tenun khas Bima dan lomba LASQI menjadi suguhan utama yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. 


"Festival Pesona Dana Mbojo bukan sekadar agenda hiburan, tetapi memiliki makna yang lebih besar sebagai media untuk merawat sejarah, memperkuat identitas budaya, dan membangun optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan Kabupaten Bima". Ungkap Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya. 


Menurutnya, “Festival ini menjadi ruang bertemunya tradisi dan kreativitas. Warisan budaya yang kita miliki harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus agar tetap menjadi identitas Kabupaten Bima,” ujar Bupati. 


Selain menjadi panggung seni budaya, Festival Pesona Dana Mbojo turut menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memamerkan beragam produk unggulan khas Kabupaten Bima. Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada para pengunjung. 

 
Melalui Festival Pesona Dana Mbojo, Pemerintah Kabupaten Bima berharap semangat mencintai budaya dan produk lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga budaya tidak hanya menjadi warisan yang dijaga, tetapi juga menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, berdaya saing dan Bermartabat. Imbuh Bupati. (Red).

Bima - Menyambut Hari Jadi ke-386 Bima tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bima Senin (29/6/2026) menggelar Pawai Budaya Rimpu bertajuk "Pesona Dana Mbojo" yang kengusung tema "Bima Bermartabat Dalam Harmoni Budaya". 


Pawai yang berlangsung di ruas jalan negara lintas Bima - Sumbawa ini sukses menyedot perhatian warga sepanjang rute pawai dengan pakaian adat khas daerah dan atraksi masing-masing paguyuban Etnis Nusantara yang berpartisipasi pada event tahunan pemerintah kabupaten Bima tersebut.


Pasukan berkuda dari pasukan Kodim 1608/ Bima menjadi yang terdepan pada formasi pawai,  kemudian disusul drumband Gita Bahana Aparatur Pemerintah Kabupaten Bima dan disusul barisan TP. PKK kabupaten Bima, Sekretariat Daerah  barisan lainnya mengenakan busana tenun Bima, Rimpu, sanggentu tembe bagi wanita dan Sambolo  tenun Bima dan saremba tembe.


‎Bupati Bima, Ady Mahyudi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme luar biasa dari seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan yang ikut serta dalam meramaikan pawai budaya ini.

‎

‎"Pawai Rimpu ini bukan sekadar rutinitas perayaan tahunan, melainkan wujud nyata komitmen kita bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur Dana Mbojo. 


Di usia Kabupaten Bima yang ke-386 ini, melalui tema 'Bima Bermartabat Dalam Harmoni Budaya', saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu, menjaga harmoni, dan bangga terhadap identitas budaya kita sendiri di tengah arus modernisasi," ujar Ady Mahyudi yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti bersama Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy. Kapolres Bima Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,M.H., Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan,.M.Sc 


Seluruh Kepala Perangkat Daerah beserta staf, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah instansi vertikal l, BUMN, Satuan Pendidikan hingga paguyuban Etnis Nusantara.

‎

Pawai yang berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan penarikan doorprize bagi para peserta pawai dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan sejumlah hadiah menarik lainnya. (Red)



Kota Bima – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima menggelar kegiatan pembinaan bagi calon penerima manfaat program Z-Rup, Z-Kios dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).

‎

‎Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S.Pdi menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui berbagai program produktif.

‎

‎"Dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan dan kelola untuk mendorong kemandirian masyarakat. Salah satunya melalui program pembinaan dan pengembangan UMKM," ujarnya.

‎

‎Menurutnya, para pelaku usaha kecil memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga. Melalui usaha yang dijalankan, mereka berikhtiar mencari rezeki yang halal sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

‎

‎Karena itu, BAZNAS hadir untuk mendampingi para pelaku usaha melalui pemberian bantuan modal usaha, pelatihan manajemen, hingga pendampingan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan berkembang.

‎

‎"Bapak dan Ibu adalah pahlawan ekonomi keluarga. BAZNAS hadir untuk membersamai ikhtiar tersebut melalui berbagai program pemberdayaan agar usaha yang dijalankan dapat naik kelas dan semakin mandiri," katanya.

‎

‎Ketua BAZNAS juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pasar.

‎

‎Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan pembinaan tersebut dengan sebaik-baiknya, mulai dari menyerap materi yang diberikan, menerapkan strategi usaha yang diperoleh, hingga membangun jejaring yang positif dengan sesama pelaku UMKM.

‎

‎"Harapan kami, melalui program pendampingan ini, usaha yang dijalankan semakin berkembang sehingga para penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi. Bahkan ke depan, mereka yang saat ini berstatus mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat," ungkapnya.

‎

‎Mengakhiri arahannya, Ketua BAZNAS Kota Bima mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat, integritas dan terus berinovasi dalam mengembangkan usaha masing-masing.

‎

‎"Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah dan usaha kita semua serta memberikan keberkahan bagi usaha yang dijalankan," tutupnya. (Red)


Bima - Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, Senin (11/05/26) secara resmi meresmikan gedung perpustakaan SDN Sowa di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi.

Peresmian ini merupakan bagian dari hasil renovasi melalui program "Sekolah Aman", sebuah kolaborasi strategis antara organisasi nasional Yayasan Bina Masyarakat (YISA) dan mitra lokal Yayasan Islam Sayyid Abubakar (YISA) Ambalawi.

Wabup dr. H. Irfan Zubaidy dalam sambutannya memaparkan, masa depan Kabupaten Bima sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan sejak dini. "Baik buruknya Bima ke depan tergantung pada kualitas anak-anak kita". 

Dirinya menegaskan pentingnya memastikan seluruh siswa memiliki akses dalam bidang pendidikan dan kemampuan baca tulis yang mumpuni. "Kehadiran perpustakaan ini adalah sarana vital untuk mencetak generasi cerdas. Kami ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang luput dari kemampuan literasi dasar". Ujar Wakil Bupati.

‎Board of Executive/Fundraising Director YAPPIKA, Sri Indiyastutik, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mewujudkan masyarakat yang adil melalui perbaikan layanan publik, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan. 

"Program di SDN Sowa ini sepenuhnya didukung oleh dana publik dengan total alokasi sebesar Rp.135 juta.

‎Dana tersebut dipergunakan secara komprehensif untuk: Renovasi total bangunan perpustakaan, Pembuatan area seni outdoor untuk kreativitas siswa,

‎Pengadaan buku bacaan dan rak buku yang memadai.

‎Kepala SDN Sowa, Mukhtar, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. 

‎"Sejak tahun 2012, bangunan perpustakaan kami sudah tidak layak lagi digunakan. Melalui program Sekolah Aman ini, kami kini memiliki perpustakaan yang sangat mewah. Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi guru dan siswa di sini," ungkap Mukhtar pada acara yang juga dihadiri oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima, unsur Muspika Soromandi, Korwil Pendidikan Soromandi, serta para kepala sekolah se-Kecamatan Soromandi.

‎Kegiatan diakhiri dengan prosesi Pengguntingan pita dan penandatanganan Berita Acara Penyerahan oleh Wakil Bupati Bima, menandai secara resmi operasionalnya perpustakaan SDN Sowa sebagai pusat literasi baru di Desa Kananta. (Red).

‎

‎


Kota Bima - Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bima berlangsung khidmat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Bima. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pembangunan Partisipatif Menuju Kota Bima yang Maju dan Bermartabat.”

 

Acara itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, Dandim 1608/Bima, perwakilan Kejaksaan Raba Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Badan Kesbangpol, Ketua DPD I LPM Provinsi NTB, jajaran pengurus LPM serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan kalam ilahi dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan pelantikan dan prosesi pengambilan sumpah jabatan pengurus DPD II LPM Kota Bima. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

 

Ketua DPD I LPM Provinsi NTB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bima atas dukungan terhadap keberadaan LPM selama ini. Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi antara LPM, Pemerintah Kota Bima dan instansi vertikal dalam mendukung pembangunan daerah.

 

Sementara itu, Wali Kota Bima menegaskan bahwa pelantikan LPM bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat gerakan masyarakat dalam membangun daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sebuah momentum penting, bukan sekadar pelantikan organisasi, tetapi penguatan gerakan masyarakat dalam membangun Kota Bima yang kita cintai,” ujarnya.

 

Atas nama Pemerintah Kota Bima, Wali Kota menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, LPM merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, terutama di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran.

 

“Komitmen Pemerintah Kota Bima untuk mendukung LPM tidak akan surut. Karena kekuatan terbesar pembangunan bukanlah APBD, tetapi gotong royong masyarakat,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan seperti kebersihan kota, pengelolaan sampah hingga ternak yang masih berkeliaran di fasilitas umum.

Ia menilai keberhasilan Gerakan Kota Bima BISA — Bersih, Indah, Sehat dan Asri — sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat melalui peran LPM di tingkat lingkungan.

 

“Kita harus jujur mengatakan bahwa masalah sampah saat ini menjadi isu besar pembangunan Kota Bima. Mulai hari ini kita harus membangun kebiasaan baru, memilah sampah dari rumah,” ungkapnya.

Wali Kota berharap LPM dapat menjadi penggerak kesadaran sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum serta mendukung seluruh hasil pembangunan daerah.

 

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus LPM yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh semangat pengabdian, keikhlasan dan keberanian demi kemajuan Kota Bima.

 

Pelantikan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat.


Bima - Pasca kebakaran  rumah tinggal yang terjadi di RT. 010, RW 003 Dusun Roci mena Desa Monta kecamatan Monta Selasa, 05 Mei 2026 yang menyebabkan 2  rumah  12 tiang terbakar rata dengan tanah, 2 rumah kayu 12 tiang rusak ringan dan 2 rumah batu rusak ringan, Rabu (06/5), Bupati Bima, Ady Mahyudi, langsung bertolak menuju lokasi korban bencana kebakaran di Desa Monta, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, sesaat setelah kembali dari Jakarta.

Setibanya di lokasi, Bupati langsung berdialog dengan warga terdampak musibah kebakaran dan menyerahkan beberapa bantuan. 

Bantuan tanggap darurat yang diserahkan berupa paket  pangan, family kit, terpal dan sandang.

Untuk meringankan beban warga, Bupati Bima yang didampingi Kalak BPBD  A. Muis S.Sos, Kadis Damkar dan Penyelamatan Ruslan S. Sos, Komisioner BAZNAS H. Hanafi  dan para Kepala Bidang BPBD, Dinas Damkar dan Dinas Sosial Kabupaten Bima  menyalurkan  bantuan dari Baznas. 

Bupati menyerahkan bantuan dari batu nisan nilai total empat juta rupiah, juga  menyerahkan santunan pribadi kepada para korban bencana kebakaran guna membantu meringankan beban mereka.

“Pemerintah daerah sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga di Desa Monta  dan semoga tetap diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati. Dirinya juga memastikan penanganan pasca-bencana dilakukan secara cepat dan tepat.

Dalam tatap muka dengan warga korban musibah kebakaran tersebut Bupati Ady Mahyudi menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga dan berharap ke depan agar tetap berhati-hati berkaitan dengan instalasi listrik dan penggunaan perangkat elektronik dalam rumah tangga. (Red)






Kota Bima – Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH bersama jajaran melaksanakan kegiatan konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan, guna mendukung operasional Rumah Sakit Kota Bima yang baru.

Kegiatan konsultasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya DPRD Kota Bima untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia kesehatan sejalan dengan pembangunan infrastruktur layanan kesehatan di daerah.

Pada kunjungan ke Kementerian Kesehatan RI, Ketua DPRD Kota Bima bersama rombongan melakukan konsultasi dengan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) terkait perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, pemetaan formasi, serta dukungan penguatan layanan kesehatan daerah.

Sementara pada kunjungan ke KemenPAN-RB, DPRD Kota Bima membahas berbagai hal terkait kebijakan pengadaan ASN, mekanisme formasi, serta kebutuhan sumber daya manusia yang akan menunjang operasional rumah sakit ke depan.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik bangunan, namun juga harus diiringi dengan kesiapan tenaga kesehatan dan dukungan ASN yang memadai.

“Pembangunan rumah sakit harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat nantinya dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Selain membahas kebutuhan ASN tenaga kesehatan, DPRD Kota Bima juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pembangunan fisik rumah sakit, kesiapan regulasi, penganggaran, serta dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan kesehatan daerah.

Kegiatan konsultasi ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kota Bima dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta memastikan program-program strategis daerah dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan.

DPRD Kota Bima berharap hasil konsultasi tersebut dapat menjadi referensi dan masukan bagi Pemerintah Kota Bima dalam menyusun langkah-langkah strategis terkait pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan ASN di masa mendatang demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Bima. (Red)

Kota Bima - Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin menerima audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (NTB), bertempat di Aula Parenta Kantor Wali Kota Bima, Kamis (07/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, Plt. Inspektur, Kabag Pemerintahan, serta Plt. Kabag Hukum. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi terkait penguatan hukum daerah, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pengembangan potensi unggulan Kota Bima.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati menyampaikan pentingnya perlindungan terhadap potensi daerah melalui pendaftaran kekayaan intelektual. Beberapa potensi khas Kota Bima yang dinilai perlu mendapat perlindungan hukum diantaranya tenun tradisional, produk olahan lokal, madu, hingga kekayaan pangan khas daerah seperti geroso dan berbagai pengetahuan tradisional lainnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan kekayaan intelektual sangat penting guna mencegah penyalahgunaan maupun pengambilalihan hak oleh pihak lain. Selain itu, seluruh pelaku UMKM juga didorong untuk segera mendaftarkan merek usahanya agar mendapat perlindungan hukum dari negara.

"Potensi kehilangan merek sangat besar apabila tidak didaftarkan. Karena itu kami mendorong seluruh UMKM agar segera mendaftarkan mereknya untuk memperoleh perlindungan hukum," ujarnya.

Selain itu, dalam audiensi tersebut juga dibahas terkait penguatan digitalisasi laporan daerah serta pengembangan sistem pelayanan hukum yang lebih mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap penguatan layanan bantuan hukum hingga tingkat kelurahan melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Menurutnya, kehadiran Posbakum di tingkat bawah akan membantu masyarakat memperoleh akses hukum tanpa harus selalu berproses di pengadilan.

"Saya berharap ada penguatan Posbakum sampai tingkat kelurahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan dan pendampingan hukum," ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyoroti perlunya peninjauan kembali Peraturan Daerah terkait ketertiban umum agar tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Bima dengan Kementerian Hukum dapat terus diperkuat dalam penyusunan maupun evaluasi regulasi daerah.

Terkait kekayaan intelektual, Wali Kota menegaskan pentingnya peran instansi terkait seperti Dinas Koperindag dan BRIDA untuk memberikan perhatian serius terhadap perlindungan motif tenun khas Bima agar tidak mudah dijiplak pihak lain.

Namun demikian, ia juga memahami adanya kekhawatiran dari para penenun terkait dampak pendaftaran motif terhadap aktivitas produksi masyarakat lainnya. Karena itu, menurutnya diperlukan sosialisasi yang baik agar masyarakat memahami bahwa pendaftaran kekayaan intelektual bertujuan melindungi karya, bukan membatasi penenun lain untuk tetap berkarya.

"Perlu sosialisasi kepada masyarakat agar tidak takut mendaftarkan motif tenun mereka. Selama tidak ada tuntutan, penenun lain tetap bisa menenun motif yang sama. Yang terpenting adalah perlindungan terhadap karya asli daerah," jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kementerian Hukum NTB atas masukan, arahan, serta penguatan hukum yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bima dalam mendukung pembangunan daerah dan perlindungan potensi lokal.


Bima - Menanggapi informasi yang beredar terkait adanya  perbedaan data capaian PAD Kabupaten Bima, bersama ini disampaikan, pada prinsipnya tidak ada terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bima tahun anggaran 2025, selisih angka tersebut disebabkan karena  adanya perbedaan basis data yang digunakan. 

Data yang dirilis Bapenda kabupaten Bima adalah data sementara yang disampaikan untuk kepentingan pansus Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bima sebelum diaudit (unaudit) yang merupakan angka hasil rekon dengan OPD pengelola pendapatan.

Di lain sisi, angka yang dirilis oleh BPS Kabupaten Bima adalah angka sementara yang diberikan oleh BPKAD ke BPS sebelum selesai dilakukan rekon dengan seluruh Perangkat Daerah pengelola pendapatan dan masih dalam proses karena dalam persiapan penyusunan Laporan Keuangan unaudit yang akan diserahkan ke BPK.

Angka final pendapatan adalah angka setelah dilakukan audit BPK yang sekarang masih berproses sampai tanggal 31 Mei 2026.

Tindak lanjut hasil audit BPK akan ditindaklanjuti dengan pembuatan Laporan Realisasi Pertanggungjawaban yang disampaikan ke DPRD yang merupakan hasil final realisasi, baik pendapatan maupun belanja. (Red)


Kota Bima — DPRD Kota Bima menunjukkan komitmennya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan menerima perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima (AMRB) dalam audiensi yang berlangsung di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bima, Rabu (6/5).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima M. Ryan Kusuma Permadi dan Anggota DPRD Khalid Bin Walid. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan AMRB pada momentum May Day beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada saat aksi berlangsung, massa yang tergabung dalam aliansi telah menyepakati bersama Ketua Komisi I dan beberapa anggota DPRD Kota Bima, yang difasilitasi oleh Sekretariat DPRD (Setwan), untuk kembali melaksanakan pertemuan lanjutan melalui audiensi resmi pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, AMRB menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, antara lain sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan BUMD, penanganan wilayah blank spot, penerangan jalan umum, infrastruktur, serta isu perempuan dan anak.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara konstruktif dan terbuka. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki komitmen untuk mengawal dan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan masyarakat.

“DPRD Kota Bima menerima dengan baik seluruh aspirasi yang disampaikan. Hal ini menjadi bagian penting dalam fungsi pengawasan dan representasi kami sebagai lembaga legislatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan data dan argumentasi dalam setiap aspirasi yang disampaikan, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam proses pembahasan lanjutan.

“Selain teman-teman memperkuat data, kami juga akan melakukan verifikasi terhadap informasi yang disampaikan, agar setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang jelas,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Bima akan menjadwalkan rapat kerja lanjutan bersama pihak-pihak terkait melalui mekanisme yang ada di sekretariat DPRD.

“Kami akan menindaklanjuti dalam rapat kerja berikutnya guna membahas secara lebih komprehensif dan memberikan jawaban atas aspirasi yang disampaikan,” tutup Syamsurih.

DPRD Kota Bima berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang aspiratif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik. (Red)


Kota Bima – Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bima di ruang kerja Wali Kota. Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan.

‎
‎Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Cabang Organda Rafik Rahman menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari penguatan organisasi. Organda juga menyampaikan dua poin utama yang menjadi perhatian, yakni peningkatan pendapatan daerah serta penertiban lokasi parkir angkutan.
‎
‎Selain itu, Rafik Rahman mengungkapkan bahwa pihak Organda telah berkoordinasi dengan Pelindo dan KSOP terkait penyediaan lahan parkir bagi armada angkutan. Ia menegaskan bahwa armada yang memanfaatkan fasilitas tersebut diharapkan merupakan kendaraan berplat Kota Bima (EA), sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal.
‎
‎Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas peran aktif Organda dalam mendukung mobilitas masyarakat dan roda perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperhatikan sektor transportasi sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan kota.
‎
‎“Kita ingin menertibkan semua, karena Kota Bima mengusung konsep BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri). Saat ini masih ditemukan parkir liar yang menimbulkan kesan kumuh. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Wali Kota.
‎
‎Wali Kota juga berharap Organda dapat berperan aktif sebagai organisasi yang menaungi seluruh pelaku usaha angkutan untuk turut mengedukasi dan mengoordinasikan anggotanya agar tidak parkir sembarangan.
‎
‎Lebih lanjut, Wali Kota menginstruksikan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk segera menetapkan titik-titik atau lahan parkir khusus, terutama bagi armada bus malam dan angkutan antar kota, guna menciptakan ketertiban serta kenyamanan di ruang publik.
‎
‎Terkait peningkatan pendapatan daerah, Organda mengusulkan perlunya penerapan aplikasi Blue Full Cycle uji KIR di Kota Bima. Selama ini, pelaksanaan uji KIR masih dilakukan di daerah lain seperti Sumbawa, sehingga potensi pendapatan daerah belum optimal.
‎
‎Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menghadirkan layanan uji KIR di Kota Bima.
‎
‎Lebih lanjut, disampaikan bahwa pelaksanaan uji KIR saat ini masih bersifat bagi hasil dengan pemerintah pusat, mengingat fasilitas uji KIR belum tersedia di Kota Bima. Oleh karena itu, ke depan pemerintah daerah akan berupaya menghadirkan fasilitas tersebut guna meningkatkan pelayanan sekaligus mengoptimalkan potensi PAD. (Red)

Kota Bima - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Rapat Klarifikasi secara daring terkait usulan kebutuhan Jabatan Fungsional (JF) Analis Hukum bersama Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum Republik Indonesia, yang dilaksanakan pada Senin (4/5) bertempat di Aula Parenta Pemerintah Kota Bima.

Rapat klarifikasi tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten I Setda Kota Bima selaku perwakilan Pemerintah Kota Bima, didampingi oleh Sekretaris BKPSDM Kota Bima, unsur Bagian Organisasi Setda Kota Bima, serta Bagian Hukum Setda Kota Bima. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Wali Kota Bima Nomor 000.8/80/III/26 tanggal 13 Februari 2026 tentang Permohonan Rekomendasi Usulan Kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum.

Dalam forum klarifikasi tersebut, Plt. Asisten I Setda Kota Bima menegaskan bahwa usulan kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya pada Bagian Hukum Setda Kota Bima, guna menjawab tantangan pelayanan pemerintahan yang semakin dinamis, kompleks, dan menuntut kecepatan serta ketepatan dalam pengambilan kebijakan hukum.

“Pemenuhan kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum bukan semata untuk melengkapi struktur organisasi, tetapi merupakan ikhtiar nyata Pemerintah Kota Bima dalam menghadirkan pelayanan hukum yang semakin berkualitas, responsif, efektif, dan efisien. Ini adalah bagian dari semangat kami untuk terus bergerak maju, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Indeks Reformasi Hukum (IRH) Pemerintah Kota Bima, khususnya pada Bagian Hukum Setda Kota Bima, telah meraih predikat A (Sangat Baik), Pemerintah Kota Bima tidak ingin berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme aparatur, serta membangun fondasi tata kelola hukum daerah yang semakin kokoh dan berdaya saing.

Dengan semangat pengabdian dan jiwa pelayanan, Pemerintah Kota Bima optimistis bahwa penguatan sumber daya aparatur melalui penambahan Jabatan Fungsional Analis Hukum akan menjadi energi baru dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang unggul, pelayanan publik yang prima, serta pemerintahan yang semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Red)