Articles by "Inovasi"
Tampilkan postingan dengan label Inovasi. Tampilkan semua postingan


Kota Bima - Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, di Aula Maja Labo Dah, Selasa (30/06/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bima, yakni peningkatan inovasi daerah, pengawasan distribusi LPG bersubsidi, serta optimalisasi penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Pada bidang inovasi, Wali Kota menargetkan Kota Bima mampu meraih predikat sebagai kota yang inovatif. Untuk itu, setiap kepala perangkat daerah diwajibkan mengajukan sedikitnya dua inovasi yang diinput ke dalam sistem inovasi daerah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyampaikan bahwa hingga saat ini baru tujuh perangkat daerah yang telah menginput inovasi. Sementara sejumlah OPD, khususnya yang menyelenggarakan pelayanan dasar seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta DPMPTSP masih belum menyampaikan data inovasi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat bekerja dan berinovasi.

"Jangan karena kondisi fiskal kita terbatas, kinerja ikut menurun. Ingat, kerja adalah ibadah dan amanah. Jika diniatkan sebagai ibadah, maka prosesnya akan terasa ringan dan hasilnya pun akan baik. Terlebih perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan dasar memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat," tegasnya.

Selain itu, Rakor juga membahas perkembangan penanganan kelangkaan dan kenaikan harga LPG bersubsidi. Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat koordinasi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bagian Koperindag, dan Bagian Ekonomi. Ia meminta seluruh pihak terkait terus turun ke lapangan untuk memantau dinamika distribusi LPG agar potensi kelangkaan maupun lonjakan harga dapat diantisipasi secara maksimal.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Koperindag menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak menunjukkan tren distribusi LPG mulai membaik. Beberapa pangkalan yang terbukti menjual di luar ketentuan telah diberikan teguran dan dikonfirmasi kepada Pertamina untuk diberikan sanksi berupa pembatasan kuota apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, koordinasi dengan agen terus diperkuat agar bertindak tegas terhadap pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga menyoroti masih adanya pengecer yang tidak memiliki izin, sementara pengawasan pemerintah hanya dapat dilakukan terhadap pangkalan resmi.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi menjelaskan bahwa pemerintah telah memperkuat koordinasi bersama aparat Kelurahan Nae, Penaraga, dan Rabangodu Utara dengan menghadirkan agen dan seluruh pangkalan LPG di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan. Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Ekonomi juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan pasokan (extra dropping), sehingga telah disalurkan tambahan sebanyak 2.060 tabung LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota meminta camat, lurah, RT/RW, serta unsur tiga pilar kelurahan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan aktif melakukan pengawasan distribusi LPG. Ia menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Bagian Koperindag agar dapat segera ditindaklanjuti.

Wali Kota juga meminta Bagian Koperindag dan Bagian Ekonomi melakukan inspeksi secara rutin, tidak hanya ketika terjadi persoalan.

"Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya saat ada masalah. Berikan sanksi tegas kepada pelaku yang melakukan penyimpangan agar menimbulkan efek jera," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan media sosial resmi masing-masing agar masyarakat mengetahui setiap tindak lanjut atas berbagai aspirasi maupun pengaduan yang telah disampaikan.

"Publikasikan setiap tindak lanjut yang telah dilakukan pemerintah. Masyarakat kita kritis dan perlu mengetahui bahwa setiap persoalan yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti," pesannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa semangat kerja menjadi kunci dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif dan inovatif. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan dasar merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi secara optimal, sementara persoalan distribusi LPG dapat diselesaikan apabila seluruh unsur pemerintah bekerja secara sistematis, cerdas, dan saling bersinergi hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.

"Responsif dan inovatif lahir dari semangat kerja. Selama kita bekerja dengan niat pengabdian dan ibadah, maka setiap persoalan akan dapat kita selesaikan bersama," pungkas Wakil Wali Kota. (Red)

Kota Bima - Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menghadiri kegiatan kunjungan Tim Validasi Lapangan Inovasi Pemerintah Daerah dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2025. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Membangun Kota Bima yang Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan melalui Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah.” Rabu,(19/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Kota Bima tersebut turut dihadiri oleh Direktur Penguatan Kapasitas dan Pembelajaran ASN, DSKDM perwakilan Kemendagri, Staf ahli, Asisten, Pimpinan OPD lingkup Pemkot Bima, Pimpinan perguruan tinggi, serta para inovator Kota Bima.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim validasi. Ia menyebutkan bahwa Kota Bima merupakan kota kecil secara wilayah namun memiliki mimpi besar dan semangat kuat untuk terus berinovasi.

“Terima kasih telah meluangkan waktu untuk hadir. Ini bukan sekadar agenda, tetapi sebuah kehormatan dan energi positif bagi seluruh jajaran Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Wali Kota juga melaporkan bahwa tahun ini Kota Bima menghadirkan 234 inovasi daerah, meningkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya, capaian tersebut lahir dari kebijakan yang terarah serta komitmen kuat ASN dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. 

Pemerintah Kota Bima juga memperkuat pondasi inovasi melalui penguatan regulasi, manajerial, apresiasi, dan penganggaran. Selain itu, Pemkot telah melaksanakan Lomba Inovasi Daerah untuk memastikan kreativitas ASN senantiasa mendapat dukungan dan penghargaan.

Di hadapan tim Validasi Wali Kota menjelaskan dua inovasi unggulan Pemerintah Kota Bima Pertama yaitu Klinik Koperasi yang merupakan Inovasi Non-Digital Penguat Ekonomi Daerah yang menjadi inovasi layanan cepat bagi koperasi yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan. 

Dengan model Fast Track 1 Hari, identifikasi masalah dan penyelesaiannya dapat dilakukan pada hari yang sama. Inovasi ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal, serta mendorong koperasi menjadi lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.  Kedua Inovasi Digital Celengan Darah (Si Cerah) – Inovasi Digital Penanganan Ibu, Anak, dan Stunting. 

Si Cerah merupakan inovasi digital yang merespon isu kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting. Dengan konsep barter darah berbasis digital, platform Si Cerah terhubung dengan PMI dan Dinas Kesehatan sehingga memudahkan masyarakat dalam pendaftaran donor, pemantauan jadwal, hingga layanan aduan dan konsultasi secara daring maupun luring.

H.Man menegaskan bahwa inovasi tidak hanya diciptakan, tetapi juga harus dikembangkan dan diukur dampaknya. “Semoga kegiatan validasi ini berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh tim validator,” ungkapnya.

Direktur Penguatan Kapasitas Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN (Pusaka ASN) Yogi Suwarno, Ph.D menyampaikan Apresiasi atas semangat Inovasi Kota Bima, “Terima kasih atas penyambutan yang luar biasa, ini merupakan kesempatan pertama kalinya kami berkunjung ke Bima, kami hadir disini untuk melakukan Validasi lapangan menjadi salah satu instrumen untuk menumbuh kembangkan semangat inovasi di daerah,” ujarnya.

Beliau menegaskan bahwa esensi inovasi adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang tentu memerlukan dukungan pimpinan dan seluruh jajaran perangkat daerah. “Partisipasi dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen bersama. Kami mohon dukungan agar hasilnya sesuai dengan harapan kita semua. Semoga kegiatan berlangsung lancar,” ucapnya. (Red)

Kabupaten Bima - Dinamikambojo.Net, Badan Riset Daerah (Brida) Kabupaten Bima bersama Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah gelar Rapat Persiapan Paparan/presentasi penilaian Inovasi dan Karya Tulis Ilmiah di Ruang Rapat Wakil Bupati Bima, Kamis (15/08/2025).

Paparan/presentasi penilaian Inovasi dan Karya Tulis Ilmiah akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan melalui pertemuan secara Daring (zoom meeting) selama tiga hari (29–31 Juli 2025). Tahap kedua, dilaksanakan secara luring (tatap muka) selama dua hari (5–6 Agustus 2025).

Diungkapkan Plt. Brida Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, ST. MT., M.Sc bahwa Lomba Inovasi Daerah dan Karya Tulis Ilmiah disamping mendorong capaian indikator daerah yakni Indeks Inovasi Daerah (IID) juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai potensi inovasi yang ada di Kabupaten Bima, serta memberikan ruang bagi inovator baik individu maupun kelompok, untuk berkontribusi dalam memecahkan persoalan daerah secara kreatif dan aplikatif. (Red)


Kabupaten Bima - Dinamikambojo Net, Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Kamis, (8/05/2025) ini dihadiri oleh  pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabag lingkup Setda  dan Kecamatan dibawah koordinasi  Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bima  tersebut dihadiri pula oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Afifudin, SE,. MM.

Dalam kesempatan tersebut, Afifudin menyampaikan bahwa kegiatan inovasi ke depan diharapkan dapat terintegrasi secara elektronik. Hal ini sejalan dengan esensi utama dari inovasi itu sendiri, yaitu untuk mempermudah pelayanan publik.

"Sebagai bagian dari upaya implementasi visi dan misi pembangunan daerah yang telah ditetapkan oleh Bupati Bima, terdapat sejumlah indikator strategis yang menjadi perhatian bersama. Antara lain, Indeks Inovasi Daerah, Indeks Daya Saing Daerah, serta Indeks Kinerja lainnya yang turut berperan penting dalam mendukung kemajuan daerah. 

Indeks Inovasi Daerah saat ini menjadi salah satu fokus utama, mengingat capaian tahun 2024 baru berada pada angka 18,10. Ini menjadi komponen penting yang harus terus didorong dan dikoordinasikan secara menyeluruh, agar target-target capaian pada rentang waktu 2025 hingga 2030 dapat terwujud secara optimal.
Oleh karena itu, peningkatan menuju target 26 pada periode 2025–2030 menjadi agenda prioritas.

Sejalan dengan hal tersebut, seluruh perangkat daerah diwajibkan untuk mengelaborasi visi dan misi terbaru Kabupaten Bima: “Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh, dan Berkelanjutan.” Seluruh program dan kegiatan inovasi diharapkan berakar pada semangat mewujudkan cita-cita tersebut. Imbuhnya. 

Pada rapat tersebut, Plt. Kepala BRIDA Raani Wahyuni, ST.MT M.Sc mengemukakan, tugas utama BRIDA adalah memfasilitasi dan mengembangkan potensi inovasi dari setiap kelompok masyarakat di Kabupaten Bima.

Raani Wahyuni juga menyampaikan program Satu OPD, Satu Inovasi yang telah mulai dijalankan. "Pada dasarnya, program ini sudah berjalan, setiap OPD sejatinya telah memiliki bentuk inovasi masing-masing. 

Kita hanya perlu melakukan penguatan dan penyempurnaan agar inovasi tersebut dapat terukur dan terintegrasi dengan baik,” ujarnya. (***)




Kota Bima - Dinamikambojo.Net, H. Mukhtar mengungkapkan bahwa dalam rangka meningkatkan IPM, pada tahun 2024 Kota Bima mendapatkan nilai 78,91 dengan Indeks Pengembangan Manusia terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yakni sebesar 78,24. Ini semua berkat koordinasi dan kerjasama kita semua.

Ungkapan tersebut disampaikan Pj. Wali Kota Bima, Drs. H. Mukhtar, M.H saat membuka acara Mahadika Awards Anugerah Istimewa Pendidikan Kota Bima tahun 2024, bertempat di Gedung Seni dan Budaya (GSB) Kota Bima, pada Minggu, 8 Desember 2024.

Malam Anugerah Pendidikan Kota Bima tahun 2024 ini dihadiri Pj. Ketua PKK Kota Bima, Hj. Salmah H. Mukhtar, Plh. Dikpora Kota Bima, Drs. M. Saleh, Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Ryan Kusuma Permadi, SH, Wakapolres Bima Kota serta para kepala sekolah dan guru penerima penghargaan.

Pj wali Kota Bima mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dikpora Kota Bima yang pada malam hari ini telah melaksanakan anugerah istimewa untuk kedua kali.

"Berkat dukungan Dikpora, tahun ini Pemerintah Kota Bima mendapatkan penilaian pelayanan tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia", ujar Pj. Wali Kota Bima.

Ia berharap acara malam ini bukan sekedar sebuah penghargaan semata, melainkan dapat menjadi motivasi lebih giat lagi dalam membina siswa/siswi sehingga lebih berhasil.

"Karena kita tahu bersama, tidak ada perubahan tanpa inovasi", ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Humaidin, M.Pd dalam laporannya mengatakan, Mahadika Awards Anugerah Istimewa Pendidikan Kota Bima tahun 2024 merupakan kali kedua, pada bulan November 2023 lalu dilaksanakan bertepatan dengan memperingati Hari Guru Nasional.

Humaidin menyebut terlaksananya Mahadika Awards Anugerah Istimewa Pendidikan Kota Bima tahun 2024 ini berkat dukungan penuh Pemerintah Kota Bima.

Anugerah Istimewa Pendidikan Kota Bima tahun 2024 ada sebanyak 16 kategori, antara lain : kepala sekolah inovatif, guru inovatif, GTK dedikatif, pengawas sekolah inovatif, pengawas sekolah dedikatif, komunitas belajar inspiratif, inovasi pendidikan terbaik, tenaga administrasi dedikatif.

Kategori lainnya, sambung Humaidin, penjaga sekolah dedikatif, pengelola website terbaik, fasilitator daerah program sekolah penggerak dan fasilitator daerah program guru penggerak, lembaga non formal dedikatif, O2SN tingkat nasional cabang olahraga pencak silat jenjang SD dan SMP serta tata upacara bendera.

"Nominasi yang diberikan penghargaan malam ini akan mendapatkan dana pembinaan", pungkasnya. (***)


Kota Bima - Penjabat (Pj.) Wali Kota Bima, Drs. Mukhtar MH, berkesempatan mempresentasikan inovasi keunggulan daerah Kota Bima dalam ajang Penilaian Presentasi Kepala Daerah yang diadakan dalam rangka pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2024. 

Innovasi Goverment Award (IGA) merupakan penghargaan tahunan dari Kementerian Dalam Negeri (RI) kepada Pemerintah Daerah atas semangat dan keberhasilannya melakukan inovasi di bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Dalam Vicon ini PJ Walikota Bima memaparkan  pencatatan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2023, Pemerintah Kota Bima mencatat 77 Inovasi yang berasal dari perangkat daerah dan sub perangkat daerah Kota Bima di Tahun 2024. Jumlah inovasi yang di catat naik hingga 110,39% menjadi 162 Inovasi. “Guna mempublikasikan hasil inovasi agar menjadi referensi dan bermanfaat, kami membuat katalog inovasi yang bisa di akses oleh publik di website Katalog Inovasi Daerah – Pemerintah Kota Bima.” Ujar Pj Walikota Bima.

Dalam upaya memajukan Kota Bima, Pj. Wali Kota Bima memperkenalkan dua inovasi unggulan yang selaras dengan prioritas nasional serta kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Kedua inovasi ini memiliki tujuan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Pertama, Inovasi Digital: KUNCI BAJU ODHA (KUNJUNGI, CINTAI, OBATI DAN JANGAN JAUHI ORANG DENGAN HIV/AIDS) melalui aplikasi HALO ODHA. Aplikasi ini memberikan layanan komprehensif yang mudah diakses bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS). Melibatkan berbagai pihak, inovasi ini membantu memperluas cakupan skrining, layanan kesehatan, dan dukungan yang lebih inklusif, sehingga meningkatkan deteksi kasus HIV/AIDS di wilayah Kota Bima.

Kedua, Inovasi Non Digital Kota Bima adalah SI DARLING YANG CERDAS (INOVASI DAPUR LAWAN STUNTING YANG BERFOKUS PADA PENCEGAHAN KERDIL DENGAN MAKANAN YANG BERKUALITAS. SI DARLING YANG  CERDAS  adalah Inovasi Kota Bima untuk mencegah stunting melalui edukasi gizi, lomba masak dan simulasi makanan bergizi berbahan lokal. Inovasi ini menyediakann buku resep layanan konsultasi Telemedisin, memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi Gizi untuk anak. Dengan 1.378 penerima manfaat, SI DARLING YANG CERDAS berkontribusi menurunkan angka stunting dan mendukung target nasional dibawah 14% pada tahun 2024.

Kedua inovasi tersebut menggambarkan komitmen Pemerintah Kota Bima dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah sesuai arahan nasional. “Demikian pemaparan kami semoga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai upaya pemerintah kota Bima dalam hal pelayanan publik”. Tutupnya


Kota Bima - Pj Wali Kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, M.T, membuka acara Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) ke III Tingkat Kota Bima 2024, bertempat di Gedung Seni Budaya. Rabu, 21 Februari 2024. 

Dalam kesempatan tersebut Pj. Wali Kota didampingi oleh Sekda, Inspektur, seluruh Asisten, Kepala OPD yang mendapat undangan, Camat, dan Lurah.

Acara tersebut diikuti oleh 92 peserta yang terdiri dari para invertor lokal, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. 

Dengan tema yang mengangkat kearifan lokal, GTTG bertujuan untuk memotivasi semua pihak dalam menciptakan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi masyarakat.

Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa pentingnya inovasi berbasis lokal dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

Disamping itu Pj. Wali Kota juga menyoroti pentingnya teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat, yang diharapkan mampu meningkatkan ekonomi lokal, khususnya dalam hal peningkatan ketahanan pangan dan penurunan angka stunting.

"Dengan optimalisasi pemanfaatan alat GTTG yang dihasilkan oleh para invertor, kita dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan produktivitas dalam menciptakan usaha produktif," ujar Pj Wali Kota.

Di akhir kata sambutan beliau meminta kepada seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya dalam mewujudkan cita-cita bagi kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

"Tentunya diharapkan semangat dan dukungan dari kita bersama agar Gelar Teknologi Tepat Guna ke III Tingkat Kota Bima 2024 dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat lokal," tutupnya. (DM.002)

Kota Bima - Sebagai pemerintah Kota pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menggunakan pelayanan masyarakat berbasis Smart City, Kota Bima tidak henti-hentinya mendapatkan pengakuan dan penghargaan, baik ditingkat provinsi hingga nasional.

Penghargaan dan apresiasi yang diperoleh dari berbagai pihak tersebut tidak terlepas dari semangat kerja dan kolaborasi seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Bima yang terus berinovasi ditengah kecanggihan teknologi dalam memudahkan pelayanan bagi masyarakat.

Dalam rangka mengapresiasi dan memberikan penghargaan bagi perangkat kerja lingkup pemerintah Kota Bima yang sukses menciptakan inovasi, berikut ini deretan nama inovator dan satuan perangkat kerja daerah lingkup Pemerintah Kota Bima yang berinovasi.

Pemenang inovasi terbaik kategori umum antara lain, M. Adzan Sabil, SP dengan inovasi Kandang Jepit Portable, Yulianingsih, S.Sos, MM inovasi Rumah Aspirasi Pemberdayaan Perempuan, Abdul Gafar, ST., M.Eng inovasi B-Smart Cloud dan Hj. Mariamah dengan inovasi Wardawarta.

Inovasi terbaik kategori kesehatan antara lain, Dewi Sartika, S.Kep., NS inovasi Si Upin Capek Uber Rusa, Raehal Akal, S.K.M., M.P.H inovasi Rehat Tanpa Rona PMS, Jumratul Nurhidayah, S.Kep, Ns., M.Kep inovasi Gali Potensi, Apt. Abdul Haris, S.Farm inovasi Terapi Imani.

Selanjutnya pemenang inovasi terbaik kategori Pendidikan antara lain, Nurjanah, S.Pd inovasi Agen Weharima, Usman Kadir, S.Pdi inovasi Kado Anak Manis, Nurhayati, S.Pd inovasi Gelida dan M. Nasir Ahmad, S.Pd inovasi Sabtu Surga.

Kemudian inovator inovasi daerah Kota Bima tahun 2023 antara lain, Drs. H. Mahfud, M.Pd dengan judul inovasi SANINU dan Fadil, S.STP inovasi Smart City dari Diskominfotik Kota Bima, dari BAPPEDA Kota Bima Ahmad Suryansyah, M.AP inovasi E Litbang Kota Bima, Arif Roesman Effendy, M.Sc inovasi Peningkatan Kinerja Perencanaan Pembangunan melalui integrasi peta proses bisnis dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Selain itu juga, para inovator dari lingkup perangkat daerah lainnya seperti DP3A Kota Bima, BPKAD Kota Bima, Dikpora Kota Bima, Dukcapil Kota Bima, Koperindag Kota Bima, Dinas Pertanian Kota Bima, Bagian AP Setda Kota Bima, Damkar Kota Bima, Dinsos Kota Bima, Dikes Kota Bima, Dinas PUPR Kota Bima, DPPKB Kota Bima, Kecamatan Raba, SD dan SMP di Kota Bima.

Kemudian terakhir unit kerja paling banyak melahirkan inovasi antara lain, Dukcapil Kota Bima, Diskoperindag Kota Bima, Dinas Pertanian Kota Bima, bagian AP Setda Kota Bima, Damkar dan Penyelamatan Kota Bima, Dinsos Kota Bima, Kecamatan Asakota, Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Timur, Dinas PUPR Kota Bima, DP2KB Kota Bima, Puskesmas Mpunda dan Puskesmas Jatibaru.

Selanjutnya unit kerja dunia pendidikan paling banyak melahirkan inovasi antara lain, SDIT Insan Kamil, SDN 12 Sarae, SMPN 2 Kota Bima, SDIT Lukman Al Hakim, SDN 11 Manggemaci, SDN 17 Pane, SDN 21 Tolomundu, SDN 28 Melayu, SDN 32 Panggi, SDN 42 Manggemaci, SDN 55 Dara, SDN 60 Sambinae, SKB Kota Bima, SMPN 14 Kota Bima, SMPN 6 Kota Bima, SMPN 7 Kota Bima.

Sementara apresiasi khusus bagi unit kerja berinovasi diberikan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Bima dan Dinas Kesehatan Kota Bima. (DM.003)

 

 

Kota Bima - Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Mukhtar, MH membuka acara malam apresiasi inovasi daerah Kota Bima, bertempat di gedung Seni dan Budaya (GSB) Kota Bima. Jum'at, 15 Desember 2023.

Sebagai pemerintah daerah yang mendapatkan penghargaan sebagai Kota sangat Inovatif dari Kementerian Dalam Negeri pada penganugerahan IGA Tahun 2023 pada 12 Desember 2023 di Jakarta, Pemerintah Kota Bima melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima melaksanakan malam apresiasi Inovasi Daerah Kota Bima. Ajang malam apresiasi ini pertama kali di lakukan dalam 2 tahun usia BRIDA Kota Bima sejak terbentuk tahun 2022.

Malam apresiasi tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari pemerintah kepada para inovator yang berhasil menciptakan inovasi sehingga memudahkan pelayanan publik yang semakin prima di era digitalisasi saat ini.

Drs. H. Mukhtar, MH mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Bima yang telah melaksanakan malam apresiasi inovasi daerah Kota Bima.

"BRIDA Kota Bima yang baru berusia 2 tahun sejak dibentuk tahun 2022 tapi berhasil meraih berbagai macam prestasi, ini luar biasa" ujar H. Mukhtar saat membuka malam apresiasi inovasi daerah.

H. Mukhtar menambahkan, selain itu juga atas nama Pemerintah mengapresiasi kepada Badan Riset Inovasi Nasional melalui Deputi Badan Riset Inovasi Daerah BRIN, berkat bimbingan, arahan serta motivasi nya sehingga Kota Bima dapat berbangga hati meraih penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif.

"Sebagai wujud terima kasih, pemerintah siapkan hadiah umroh melalui APBD-P 2024 bagi para inovator yang berhasil membawa nama Kota Bima masuk Top 99 Nasional kategori pelayanan publik terbaik," ucapnya.

"Begitu juga dengan inovator lain yang berhasil melahirkan inovasi kita siapkan tambahan penghasilan 10 persen. Karena aturan TPP didalamnya ada prestasi kerja, kita berikan tambahan TPP bagi ASN yang berprestasi," jelasnya.

Hadir pada malam apresiasi inovasi daerah Kota Bima tersebut antara lain Sekda Kota Bima, Deputi Badan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, DR. Yopi hadir melalui daring, para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Setda Kota Bima, seluruh kepala perangkat daerah, Kepala Puskesmas se Kota Bima serta para kepala sekolah berbagai tingkatan. (DM.003)


Kabupaten Bima - Pemerintah Kabupaten Bima bersama INOVASI melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Tahun 2023. Monev IKM 2023 yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari yakni Senin-Selasa (18-19/09/2023) selain ditujukan dalam rangka Refleksi IKM, juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara langsung pada perubahan praktik, sistem dan kebijakan pendidikan.  

Tim Monev Refleksi IKM 2023 yang terdiri dari Perwakilan Kedutaan Besar Australia-Diyah Pratiwi, Spesialis Pendidikan UNICEF Jakarta-Teresita Filipe, Spesialis UNICEF Papua-Pria Santri Beringin, Deputy Director Learning INOVASI Jakarta-Feiny Sentosa, DFAT Kedutaan Australia-Nikolasia Budiman, Staff Khusus Presiden Bidang Inovasi Pendidikan dan Daerah Terluar-Billi Mambrasar. 

Tim Program INOVASI Jakarta dan NTB yakni Program manager NTB-Sri Widury, Disctrit Koordinator Pulau Sumbawa-Toha Arifin dan Lalu Ari Irawan selaku MERL Officer INOVASI NTB. Selain itu, juga dihadiri para Fasilitator Daerah, LPTK serta Mitra INOVASI di terima Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.IP di ruang Rapat Bupati, Senin (18/09/2023). 

Dalam sambutannya, Bupati Bima menyampaikan beberapa praktik baik dan capaian-capaian Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Implementasi IKM secara umum berjalan dengan baik, terarah, serta linear dengan output yang diharapkan. Selain, memberikan dampak nyata terhadap kemampuan siswa, juga berdampak pada perubahan pola dan strategi sistem pembelajaran, “ urai Umi Dinda sapaan akrab Bupati Bima.

Lanjutnya, percepatan mutu hasil belajar melalui peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, penguatan mutu dukungan bagi guru, serta layanan pendidikan yang merata untuk semua anak, secara bertahap dapat kita capai secara bersama-sama serta melalui pendekatan kemitraan.

Secara khusus, Bupati Bima menyampaikan penghargaan pada INOVASI melalui pola kemitraan dan pendampingan di Kabupaten Bima. 
Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Bima merasa berbahagia karena Program INOVASI mendapatkan perhatian dari Kedutaan Australia maupun dari UNICEF. Terima kasih atas kolaborasi, peran dan dukungan Kementerian Agama, para kepala sekolah dan guru penggerak serta LPTK yang telah berkolaborasi dengan OPD terkait.

“Hari ini kita akan merefleksikan perubahan yang telah dihasilkan, merefleksikan langkah-langkah monev yang telah dilakukan dan menyepakati bagaimana melanjutkan monev literasi dasar ke depannya. “Imbuh Bupati menutup sambutannya.

Setelahnya, Refleksi yang di pandu oleh oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Raani  Wahyuni, ST.,MT., M.Sc yang melibatkan mitra INOVASI diantaranya Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kab. Bima, Bappeda dan Litbang Kab. Bima, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kab. Bima, Pengawas SD/MI, Fasilatator Daerah Pembelajaran, Fasilatator Komunikasi serta Perguruan Tinggi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (PT-LPTK).

Refleksi ditekankan pada agenda dan metode serta tantangan dalam IKM, faktor pendukung sampai rekomendasi. Agenda kegiatan terbagi dalam beberapa sesi. Setelah paparan dilanjutkan dengan diskusi panel pada tiap sesinya.

Hari kedua pelaksanaan Monev Refleksi IKM dilaksanakan pada sekolah sasaran di Kecamatan Sape, yakni SDN 8 Sape, MI Sari dan SDN 1 Sari.

Tiba di sekolah sasaran, tim monitoring meninjau proses pembelajaran dan perkembangan praktik peningkatan mutu dan kemampuan siswa. Selain itu, tim melakukan interaksi dengan siswa, guru serta relawan literasi.

Pada sisi lain, Implementasi IKM menghasilkan potret komprehensif yang berguna bagi sekolah/madrasah dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan perencanaan perbaikan mutu pendidikan. 

Lebih jauh dijelaskan, Monev Refleksi IKM ditujukan dalam rangka mengevaluasi kualitas pendidikan, memotret input, proses dan hasil belajar pada satuan pendidikan serta untuk menilai hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang serta mengukur capaian individu peserta didik. 

Diakhir refleksi, disampaikan terkait respon atau persepsi guru dan kepala SD/MI. Diantaranya, perubahan paradigma guru. Guru tidak lagi menempatkan murid/siswa secara general. Akan tetapi, murid/siswa ditemptakan sesuai level kemampuannya, memandang murid/siswa memiliki kemampuan serta perkembangan yang beragam sehingga pola pembelajaran serta metodenya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan murid/siswa.

Sebagaimana diketahui, Program Inovasi untuk Anak Sekolah (INOVASI) adalah sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. INOVASI melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan para mitra di tingkat daerah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara dan Jawa Timur. 

Program ini mencari untuk mengidentifikasi dan mendukung perubahan praktik, sistem dan kebijakan pendidikan yang terbukti mempercepat peningkatan hasil pembelajaran peserta didik.

Program ini memiliki tiga bidang fokus utama yaitu : mutu pengajaran di ruang kelas, mutu dukungan untuk para guru, dan pembelajaran untuk semua. 

INOVASI melakukan keterlibatan secara terus menerus dalam kebijakan dengan mendapatkan masukan dari penelitian dan analisis responsif; menjawab permintaan nasihat dan bantuan teknis untuk sistem dan kebijakan. (***)


Kabupaten Bima- "Literasi merupakan pondasi dasar untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Bima".

Demikian ungkap Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE.M.IP saat pertemuan Refleksi Monitoring dan Evaluasi Kurikulum Merdeka Belajar Program Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat Senin (18/9) di ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.

Pertemuan tersebut dihadiri Diyah Pratiwi (Perwakilan Kedutaan Besar Australia), Teresita Filipe (Spesialis Pendidikan UNICEF Jakarta),  Pria Santri Beringin (Spesialis – UNICEF Papua), Feiny Sentosa (Deputy Director Learning, INOVASI Jakarta yang hadir dengan sejumlah Tim Program INOVASI Jakarta dam NTB serta para Fasilitator Daerah.

Bupati yang didampingi  Kadis Dikbupora Zunaidin S.Sos.,MM, Kepala Bappeda dan Litbang Taufik, ST.,MT, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Drs. Aris Gunawan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima Mujiburrahman S.Ag dan para pejabat eselon III OPD terkait menyampaikan sejumlah pandangan.

"Pemerintah Kabupaten Bima merasa berbahagia karena Program INOVASI mendapatkan perhatian dari Kedutaan Australia maupun dari UNICEF.  Terima kasih atas kolaborasi, peran dan dukungan Kementerian Agama, para kepala sekolah dan guru penggerak yang telah berkolaborasi dengan OPD terkait.

Hari ini kita akan merefleksikan perubahan yang telah dihasilkan, merefleksikan langkah-langkah monev yang telah dilakukan dan menyepakati bagaimana melanjutkan monev literasi dasar ke depannya. Imbuh Bupati 

Perwakilan Kedutaan Besar Australia Diyah Pratiwi mengemukakan pemerintah Australia dan Indonesia telah lebih dari 20 tahun bekerja sama dalam bidang pendidikan pembangunan sekolah pelatihan dan riset

Program yang diimplementasikan  menggunakan solusi yang sesuai dengan konteks lokal untuk menjawab persoalan yang ada di wilayah setempat.

Alhamdulillah pada Program INOVASI fase II, sudah ada hasil dan Pemerintah Australia sudah melihat langsung peran guru, kepala sekolah, pengawas yang berperan dalam  mencapai kompetensi minimum.

Program INOVASI juga bekerjasama dengan UNICEF meningkatkan kualitas pembelajaran literasi khususnya dari Papua ingin melihat Kabupaten Bima menjadi model pembelajaran

Sebelumnya dilakukan evaluasi yang dipandu oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Raani Wahyuni, ST., MT., M.Sc. (DM.001)


Kota Bima - Dinamikambojo.com, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE membuka Sosialisasi dan Launching Inovasi Pelayanan Puskesmas Paruga, bertempat di Aula Puskesmas Paruga Kota Bima, Rabu, 9 Agustus 2023.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bima didampingi oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Dikbud, Kepala BNNK Bima, Kepala BRIDA, Camat Rasanae Barat dan Kepala Puskesmas Paruga.

Kepala Puskesmas Paruga dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 7 Inovasi yang di usulkan, hanya 4 yang lolos di Kemendagri.

"7 Inovasi dan 4 yang lolos di Kemendagri, Insya Allah Inovasi ini memberi dorongan bagi masyarakat dan membawa nama Kota Bima dalam bidang Kesehatan ke permukaan," ucapnya.

Lanjut, beliau menyampaikan bahwa keempat Inovasi yang lolos tersebut adalah Inovasi Donor Buah, Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS, Inovasi Madu Penting Mas dan Inovasi Gercep.

"Inovasi Donor Buah bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah gizi di masyarakat dan diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan dan perilaku masyarakat untuk mengkonsumsi buah dalam pemenuhan gizi," jelasnya.

Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS merupakan singkatan dari Remaja Sehat Tanpa Rokok, Narkoba dan Penyakit Menular Seksual.

"Tujuan kami dalam Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS ini adalah untuk meningkatkan Health Literasi pada remaja tentang Perilaku Merokok, Penyalahgunaan Napza dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)," ucapnya.

Sedangkan untuk Inovasi Madu Penting Mas merupakan singkatan dari Managemen Terpadu Penanganan Stunting di Puskesmas yang bertujuan untuk percepatan penurunan angka Stunting khususnya di wilayah kerja Puskesmas Paruga dan Kota Bima pada umumnya.

"Inovasi Madu Penting Mas ini merupakan suatu sistem dalam memadukan berbagai program yang terkait di Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yaitu ada program Gizi, KIA, UKM, UKS, TB, ISPA, DIARE, KESPRO dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) meliputi Poli MTBS/Anak, Poli KIA, Poli Remaja, dan KBR serta melibatkan lintas sektoral dalam penanganan Stunting," jelasnya.

Terakhir Inovasi Gercep merupakan singkatan dari Gerakan Cepat Preeklamsia atau keracunanan kehamilan pada ibu hamil.

"Inovasi ini dikarenakan pada tahun lalu ada 2 ibu hamil yang mengalami keracunan kehamilan, sehingga ini memotivasi kami untuk mencetuskan  Inovasi Gercep, dengan adanyanya inovasi ini kita dapat melakukan pendeteksian secara dini sehingga preeklamsia ini bisa kita cegah lebih cepat" ungkapnya.

Wali Kota Bima dalam sambutannya menyambut baik atas 4 Inovasi yang akan di Lounching pada hari ini.

"Dinas Kesehatan dari tahun ketahun ini saya lihat selalu meningkat dalam hal inovasi, tapi saya ingin inovasi ini jangan sampai tidak berjalan dan dampak positifnya harus dirasakan oleh masyarakat kita, karena bukan berapa banyak inovasi yang kita bisa lahirkan, namun bagaimana inovasi ini dapat memberikan dampak positif dari sisi kesehatan dan juga ekonomi, jadi inovasi yang dihasilkan oleh Pemerintah ini dapat melindungi masyarakat," ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa keempat inovasi tersebut jangan sampai hilang dan harus tetap dipertahankan.

"Bila perlu diupgrade inovasi-inovasi tersebut sehingga ketajamannya lebih bagus, buatkan payung hukum, agar ada rekam jejak dari tahun ke tahun atas dampak apa yang telah diberikan dari inovasi tersebut kepada masyarakat, dengan begitu kita bisa mengukur mana inovasi kita yang kompatibel untuk dijadikan Icon, agar bagaimana inovasi yang menjadi Icon tersebut diduplikasi oleh daerah lain, semakin diduplikasi maka citra kita semakin bagus," ucapnya.

Beliau berharap agar keempat inovasi yang akan dilaunching tidak sekedar mengedukasi tapi juga memberikan suatu manfaat kesehatan bagi masyarakat Kota Bima.

"Buatkan grafik yang bisa kita ukur, dan harus punya target pada setiap inovasi yang ada, agar pada tahun sekian sudah berapa masalah kesehatan yang telah kita seleseikan melalui inovasi ini, semakin banyak masyarakat yang kita obati tentu itu semakin baik," tuturnya.

Di akhir sambutannya beliau menginginkan agar 4 inovasi yang ada di Puskesmas Paruga dapat diperluas di Kota Bima.

"Saya harap inovasi-inovasi ini dapat diperluas Paruga jangan hanya jadi penggagas, tapi disebarluaskan keilmuannya agar dapat diduplikasi oleh puskesmas-puskesmas lain," tutupnya. (MD.004)


Kota Bima - Dinamikambojo.com, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menghadiri acara Diseminasi Riset Nasional Tahun 2023, bertempat di auditorium Universitas Muhammadiyah Bima, pada Kamis, 27 Juli 2023.

Dalam acara tersebut Wali Kota Bima didampingi Plh Sekda Kota Bima, Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala BRIDA Kota Bima serta Camat se Kota Bima. Selain itu dihadiri juga oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Yopi serta Rektor Universitas Muhammadiyah Bima.

Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menyampaikan, selaku kepala daerah merasa bangga kepada Brida mampu memotivasi organisasi perangkat daerah untuk menciptakan inovasi-inovasi untuk kemajuan daerah khususnya di bidang riset dan teknologi.

Brida merupakan hal yang penting bagi pemerintah daerah untuk dapat menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset serta melahirkan inovasi bagi kemajuan daerah.

"Semoga melalui acara diseminasi riset seperti ini dapat mencetus inovasi-inovasi yang berkorelasi dengan kebutuhan pemerintah daerah," ujar HM Lutfi.

Beliau menambahkan, bagi organisasi perangkat daerah yang terbiasa dengan kegiatan yang bersifat administratif, mulai sekarang harus berpikir maju bagaimana birokrasi melayani dan memikirkan mensejahterakan masyarakat. Bukan hanya dengan sarana dan prasarananya, tapi harus mampu menghadirkan teknologi dengan inovasi sehingga memiliki azas manfaat. Imbuhnya.

"Inovasi-inovasi mulai banyak dilahirkan di Kota Bima, baru berjalan 7 bulan tapi mampu melahirkan inovasi hingga menempatkan Kota Bima pada urutan nomor 5 nasional," tandasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Yopi menyampaikan mengapresiasi Wali Kota Bima serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bima yang telah melakukan proses transformasi.

"Kami dari BRIN siap membantu memperkuat fungsi BRIDA khususnya dalam proses penyusunan kajian berbasis bukti untuk kepentingan pemerintah daerah," ujarnya.

Deputi Yopi menambahkan, untuk proses transformasi perlu disegerakan, karena regulasi untuk pedoman pembentukan dan nomenklatur Brida nomor 7 tahun 2023 telah keluar. Jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Bima, Adhi Aqwan, ST, M.Eng, M.Sc menyampaikan, sejak badan riset dan inovasi berdiri akhir tahun 2022 telah melakukan observasi, bahwa perguruan tinggi adalah institusi yang memiliki potensi hasil riset yang banyak dan bermanfaat. Hasil riset tersebut belum bisa dimanfaatkan secara luas karena hasil riset yang sangat terbatas.

"Diseminasi riset ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hasil riset yang telah dilakukan selama ini. Selain itu, mendorong terwujudnya strategi dan kebijakan pembangunan daerah yang berbasis pada hasil riset yang telah dimanivestasikan hingga dapat bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya. (DM.003)


Kabupaten Bima - Dinamikambojo.com, Jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima Kamis (13/7) menggelar kegiatan Launching Inovasi Pelayanan Kerohanian SAMAKAI yang ditandai penandatanganan Berita Acara Publikasi/Launching dan dilanjutkan dengan Pemotongan Pita.

Ini merupakan sebuah nilai dasar pelayanan dan merupakan singkatan dari pedoman pelayanan 4S rumah sakit (senyum, salam, sapa, sabar), Adil, Manusiawi, Adaptif, Kebersamaan dan Kesatuan, Andal, serta Ikhlas (SAMAKAI).
Demikian ungkap Direktur  RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH saat peluncuran inovasi tersebut.

Dijelaskan Ihsan, pelayanan kerohanian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio-psyco-socio-spiritual pasien secara komprehensif. 

Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan aspek agama (spiritual) sebagai salah satu unsur dari pengertian kesehatan seutuhnya.

Dijelaskannya,  RSUD Bima  berinisiatif mengembangkan pelayanan kerohanian dalam bentuk pendampingan keagamaan kepads pasien atau keluarga pasien selama dalam proses perawatan di rumah sakit. 

Upaya ini ditujukan untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan spiritual pasien yang beragam dengan tetap menghormati nilai-nilai, keyakinan, serta budaya yang berlaku di sekitarnya. 

Langkah ini juga merupakan langkah konkrit RS untuk membantu pasien dalam proses penyembuhannya dengan mengedepankan kesetaraan pelayanan. Imbuh Ihsan.

Momen launching SAMAKAI juga dimanfaatkan untuk memaparkan profil RS, jenis dan standar pelayanan  di RSUD Bima serta pemaparan upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan Prima dapat tercapai. 

RSUD Bima mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam mengevaluasi pelaksanaan pelayanan dan memberikan masukan bagi peningkatan pelayanan yang ada di Rumah Sakit. Jelas Ihsan dihadapan pejabat Kemenag Kabupaten dan Kota Bima Kadis Kesehatan Kota Bima, Camat dan Lurah, para rohaniawan yang telah ditunjuk sebagai mitra dalam Pelayanan Kerohanian RSUD Bima.


Kabupaten Bima - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui Deputi Bidang Pelayanan Publik selaku Ketua Tim Sekretariat Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD tahun 2023 melalui surat nomor B 308/PP.00.05/2023 mengumumkan Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023.

Inovasi Desa Unggul (Pertanian Sensitif Gizi) Kabupaten Bima berhasil masuk nominasi setelah Tim Panel Independen (TPI) melakukan sidang pleno penentuan finalis Top Inovasi berdasarkan nominasi yang dilakukan tanggal 15 Juni 2023.

99 inovasi tersebut terdiri dari 9 inovasi Kementerian, 7 inovasi lembaga dan 1 inovasi BUMN. Di samping itu, pada kelompok umum ini terdapat 8 inovasi provinsi, 53 inovasi kabupaten dan 21 inovasi kota yang akan mengikuti tahapan berikutnya.

Keberhasilan sejumlah finalis ini setelah Tim evaluasi melakukan penilaian terhadap 2.135 proposal inovasi yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. 

Selanjutnya penilaian tim evaluasi menghasilkan  sebanyak 228 proposal nominasi finalis yang terbagi dalam dua kelompok yaitu 198 proposal kelompok umum dan 30 proposal kelompok khusus.

Inovator Desa Unggul Safriatna Ach , S.PT, MM yang juga Kabid Pemerintahan Desa pada DPMD Kabupaten Bima ini saat memaparkan perjalanan inovasi tersebut melaju hingga TOP 99 mengungkapkan, Inovasi Desa Unggul (Pertanian Rensponsif Gizi) bertujuan untuk melahirkan semua desa itu memiliki keunggulan masing masing sesuai dengan karakteristik wilayah desa.

"Tidak sulit menjadi  Desa Unggul, tinggal bagaimana memoles potensi yang ada menjadi lebih baik. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana konsep desa unggul yang akan dikembangkan oleh Pemda Bima. 

Contoh yang diambil adalah bagaimana pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan dengan pola sistem sederhana, pertanian dengan sistim pengairan tetes hemat air dan mengangkat air dari sumber air mengunakan energi melalui solar cell, petani menanam jenis tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat sehari hari sehingga berdampak pada penyelesaian masalah stunting yang ada di desa.

Harapan lain, dengan munculnya desa unggul, akan berdampak pada berkembangnya BUMDES, meningkatnya pendapatan asli desa (PAD) hingga berkurangnya kemiskinan". Imbuh Safriatna. 

Inovasi Desa Unggul sebelumnya masuk menjadi nominasi Top 99 bersama 3 Inovasi kabupaten Bima lainnya Gemar Literasi (Bappeda - Dikbudpora), Soba Asi (Dikbupora) dan JangkarMas (PKM Langgudu Timur), semoga Inovasi Desa Unggul maju hingga Top Terpuji 45. (DM.003).

Kota Bima - Dinamikambojo.com, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi,SE, Jumat (05/05/2023) meninjau kesiapan tim Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Bima yang akan berlaga pada Lomba TTG Provinsi NTB yang direncanakan akan berlangsung Rabu 10 Mei 2023. 

Enam Karya hebat dari Kota Bima telah disiapkan untuk dibawa   ke lomba tingkat Provinsi. Walikota HML memberikan semangat kepada tim yang rencananya berangkat Senin 8 Mei 2023.

Semua karya tersebut telah disiapkan dan diuji oleh tim khusus di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima yang berlokasi di eks kantor BKD Kota Bima jalan Sukarno Hatta Nomor 10 Kelurahan Rabangodu Utara. Saat itu walikota Bima mendengarkan penjelasan dari tim tentang cara kerja alat serta keunggulannya.

Enam karya yang akan diikutkan dalam lomba TTG Provinsi adalah ‘Apotek Hidup Sistem Irigasi Tetes Otomatis’ karya dari Isra Junna, salah seorang dosen sebuah Universitas di Bima, untuk karya ini walikota memberi respon yang cukup baik, bahkan meminta Kaban BRIDA untuk membuat alat ini berkapasitas lebih besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk penyiraman taman di Kota Bima. 

“Kami sangat berterimaksih kepada Walikota yang telah memberi Kami semangat dan dorongan untuk mengembangkan alat ini dengan kapasitas yang lebih besar seperti yang diinginkan oleh beliau, dan Kami siap untuk itu” ujar Kepala BRIDA, Adhi Aqwam, ST, M.Eng, M.Sc saat mendampingi Walikota, Jumat Siang.

Kemudian berikutnya Walikota Juga melihat secara langsung proses kerja sebuah karya pendeteksi banjir, alat ini diberi judul Flood Dekector (Alat Pendeteksi Skala Banjir) yang merupakan karya dari tiga pelajar SMA, Junainah, Putri Kastusyarifa dan Khusnul Khatima, alat ini mampu mendeteksi banjir dengan tanda yangb berbeda pada setiap level ketinggian air sebagai peringatan. Ini memungkinkan masyarakat cepat bersiaga dan mengevakuasi diri mereka Ketika sinyal banjir terdeteksi.

Walikota sangat berharap alat ini bisa dikembangkan lebih modern dan dibuat lebih banyak sehingga bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan masyarakat. Sebab bencana banjir kerap melanda wilayah Kota Bima pada setiap musim hujan. 

“Saya dorong Kepala Brida memikirkan pengembangan alat ini untuk membantu kita mendeteksi banjir,” ujarnya.

Karya yang ketiga adalah, Bata Tanpa Pembakaran dipelopori oleh tiga orang yakni, Asryadin, Hetty Koes Endang dan Rosita, ketiganya adalah peneliti di Brida Kota Bima, konsep pembuatan bata tanpa pembakaran ini tidak memerlukan bahan yang rumit dan prosesnya lebih cepat dari bata biasa, keunggulan karya ini lebih bertahan dari benturan, lebih murah dan bahan bisa didapat mudah. Untuk diketahui produk ini telah melalui uji labaraturim, hasilnya bata yang diciptakan rata rata bertahan lebih baik dari tekanan dari bata bakar.

Walikota sangat menginginkan karya ini bisa dibuat dalam kapasitas besar dengan daya produksi rata-rata setiap hari mampu memproduksi 1000 bata setia harinya, menurut walikota harus dicari cara untuk membuat mesin pencetak yang berkapasitas besar sehingga produksi bisa dilakukan secara masal. 

“Kita ingin karya ini bisa dikembangkan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, ini akan menghidupkan ekonomi di bidang pembuatan bata yang berkualitas,” ujarnya.

Sedangkan untuk tiga karya lainnya yang diikutkan dalam lomba TTG Provinsi,  yakni, alat pendeteksi kebocoran LPG dengan menggunakan teknologi IoT, karya ini merupakan hasil inovasi dari tiga siswa, Muhammad Firaz Maulana Febriyanto, Ni Wayan Naya Kalista dan Fawwas Dzakwan Aisy, alat ini akan mendeteksi gas yang bocor secara otomatis, penggunaan sensor MQ2 akan memberi respon mengecil dan jika kepekaan terhadap gas meningkat, kemudian respon tersebut dikirim ke alat yang diberi nama Ardunia, dari sini perintah dilanjutkan ke LCD yang akan mengubah tulisan, sensor juga akan mengirim sinyal ke led merah dan Buzer untuk indicator bahaya. Keunggulan alat ini bisa dibuat dengan alat sederhana dan mudah dioperasikan tidak membutuhkan ruangann yang besar.

Karya TTG lainnya, adalah berjudul Kota Surya, alat ini merupakan hasil pengembangan dari peralatan Portable Solar Cell, alat ini diberi nama Sistem Energi Surya Fotofoltak (SESV) merupakan teknologi yang bersih dan tidak mencemari lingkungan dan dirancang khusu untuk daerah yang rawan bencana alam dan bisa dipakai pada saat rekreasi di gunung, sebab pada saat itu memembutuhkan sumber energi listrik sebagai alat sumber penerangan.

Karya selanjutnya diberi nama PERI ASLI LELAMASE adalah sebuah alat penjernih air yang dibuat sederhana dengan teknologi yang ramah lingkungan, alat ini sangat dibutuhkan di daerah pegunungan terutama saat musim hujan berlangsung, dimana saat itu air bersih sangat sulit didapat, disebabkan banjir dan juga tidak adanya bak penampung yang bertahan dari air lumpur. 

Alat ini merupakan hasil karya dari Hidayaturrahman. Semua karya yang diikutkan dalam lomba TTG Provinsi NTB ini merupakan hasil seleksi saati TTG tingkat Kota Bima. Sebanyak 41 karya dalam lomba tersebut dengan berbagai metode serta tingkatan yang berbeda. (DM.Brida)

Dalam rangka memantau secara langsung penerapan program GEMAR LITERASI pada sekolah-sekolah sasaran, Pemerintah Kabupaten Bima bersama INOVASI melaksanakan “Join Monitoring Sekolah Sasaran Kecamatan Monta Tahun 2022”, pada sekolah sasaran program, Rabu (26/01/2022).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi secara langsung pada perubahan praktik, sistem dan kebijakan pendidikan dalam mempercepat peningkatan hasil pembelajaran peserta didik pada sekolah sasaran yakni MIS Tangga Baru dan SDN Inpres Tolo Tangga Kecamatan Monta. 

Tiba di sekolah sasaran, tim monitoring yang dipimpin oleh Sekretatis Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) Kabupaten Bima, H. Fahrudin, S.Sos.,M.AP didampingi Ketua STKIP Taman Siswa Bima, DR. Ibnu Khaldum Sudirman, M. Si selaku Mitra INOVASI, Manajer Program, Dr. Syarifudin, M.Pd serta Fasilitator Daerah (Fasda) INOVASI, meninjau proses pembelajaran dan perkembangan praktik peningkatan mutu dan kemampuan siswa. 

Selain itu, tim melakukan interaksi dengan siswa, guru serta relawan literasi.

Dalam keterangannya, H. Fahrudin yang turut didampingi Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya BAPPEDA Kab. Bima, Raani Wahyuni, ST.,MT.,M.Sc, menyampaikan bahwa penerapan program GEMAR LITERASI pada sekolah sasaran, dijumpai hal-hal yang menarik dan baik. Lebih dari itu, program ini memberikan dampak yang siginifikan terhadap perkembangan kemampuan siswa.

“Penerapan program GEMAR LITERASI mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa, terutama pada peningkatan level siswa, dari level mengenal huruf, mengeja, mengenal suku kata naik pada level membaca dan menceritakan kembali apa yang mereka baca, “ urainya. 

Lanjutnya, program ini secara umum berjalan dengan baik, terarah, serta linear dengan output yang diharapkan. Selain, memberikan dampak nyata terhadap kemampuan siswa, juga berdampak pada perubahan pola dan strategi sistem pembelajaran pada sekolah sasaran.

“Percepatan mutu hasil belajar melalui peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, penguatan mutu dukungan bagi guru, serta layanan pendidikan yang merata untuk semua anak, secara bertahap dapat kita capai secara bersama-sama serta melalui pendekatan kemitraan, “ tutupnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima, Zunaidin, M.Si mengapresiasi pelaksanaan program GEMAR LITERASI dan berharap praktik-praktik serta strategi baik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolah sasaran dapat dikembangkan dan ditingkatkan, sehingga dapat berimbas pada satuan pendidikan di Kabupaten Bima. 

“Saya berharap praktik dan strategi baik ini, dapat ditingkatkan serta dikembangkan sehingga dapat berimbas pada keselurahan satuan pendidikan di Kabupaten Bima, “ jelas Zunaidin.

Sebagaimana diketahui bersama, Program Inovasi untuk Anak Sekolah (INOVASI) adalah sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia. INOVASI melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan para mitra di tingkat daerah di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara dan Jawa Timur. 

Program ini mencari untuk mengidentifikasi dan mendukung perubahan praktik, sistem dan kebijakan pendidikan yang terbukti mempercepat peningkatan hasil pembelajaran peserta didik.

Program ini memiliki tiga bidang fokus utama yaitu, mutu pengajaran di ruang kelas, mutu dukungan untuk para guru, dan pembelajaran untuk semua.

INOVASI melakukan keterlibatan secara terus menerus dalam kebijakan dengan mendapatkan masukan dari penelitian dan analisis responsif; menjawab permintaan nasihat dan bantuan teknis untuk sistem dan kebijakan. (***) 


Bima - DinamikaMbojo, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE bersama Inovator, Kabid PP Sosial Budaya BAPPEDA Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, ST.,M.Sc dan Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Bima serta Tim Inovasi Kabupaten Bima menerima penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021, selasa (09/11/2021) secara virtual.

Seperti diketahui Inovasi "Dana Insentif Desa (DINDA) masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik KemenPAN-RB RI Tahun 2021.

Prestasi ini merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut diraih Pemerintah Kabupaten Bima. Ditahun 2019 Inovasi "Si Mawar" dan pada tahun 2020 dengan "GEBRAK BIMANTIKA" disusul Inovasi "DINDA" masuk Top 45  Inovasi Pelayanan Publik di Tahun 2021. (Kominfo).


Bima - DinamikaMbojo, Tahun ini, Kabupaten Bima melalui Inovasi Dana Insentif Desa (DINDA) kembali mengulang keberhasilan untuk ketiga kalinya pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional Setelah dua tahun sebelumnya Inovasi Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR dan GEBRAK Bimantika berhasil bertengger pada  level TOP 45 dalam ajang tahunan yang dihelat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB) Republik Indonesia.
 
Dalam surat yang ditanda tangani Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Tjahjo Kumolo bernomor: 1024 tahun 2021 tanggal 28 Juli 2021 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD Tahun 2021 disebutkan, Tim KEMEPAN RB berhasil menetapkan sejumlah pemenang setelah melakukan serangkaian tahapan presentasi dan wawancara melalui aplikasi, verifikasi dan observasi lapangan virtual dan rapat pleno 129 Inovasi Finalis yang kemudian dijaring menuju TOP 99 dan TOP 45. 
                 
Top Inovasi Terpuji KIPP 2021 terdiri dari Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik dan Top 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation. Pada event ini, Kabupaten Bima bersama 24 kabupaten lainnya termasuk pada klaster/Kategori Kabupaten. Beberapa klaster lainnya yaitu Klaster Kementerian dengan 4 pemenang, Klaster Lembaga (3 pemenang), Klaster Provinsi (4 pemenang), Klaster Kota (8 pemenang) dan Klaster BUMN (1 pemenang).
                
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE sesaat setelah pengumuman berlangsung Kamis (29/7) secara khusus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan inovator Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc (Bappeda Kabupaten Bima) dan El Faisal SE.I, MM (DPMD) yang telah mengantarkan Inovasi ini pada TOP 45.     
             
Saya berharap ASN Kabupaten Bima terus menciptakan beragam inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja dan tata kelola pemerintahan daerah. 

“Keberhasilan Kabupaten Bima selama tiga tahun berturut-turut menuju Top 45 KIPP ini tentu saja menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran pemerintah daerah, khususnya para ASN yang mengabdi pada semua OPD untuk terus menerus menciptakan dan menjadikan inovasi sebagai napas dalam bekerja”.
               
Ditambahkan Bupati IDP, salah satu keunggulan Inovasi DINDA dimata Tim Penilaian adalah aspek “Trasferabilitas”, dimana inovasi ini  dapat direplikasi dan diadaptasi oleh daerah lain yang memiliki permasalahan serupa. “Pada prakteknya Inovasi ini telah diadopsi secara keseluruhan dan atau sebagian oleh beberapa instansi, Provinsi dan Kabupaten  bahkan di Kementerian Keuangan RI Inovasi DINDA telah di scaling up menjadi Alokasi Kinerja dalam memberikan insentif bagi desa. Disamping telah di adaptasi juga di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sumbawa (NTB), Aceh Barat, Bener Meriah (Aceh), Bantaeng (Sulses), Lumajang (Jatim). Kata Bupati.

Salah satu faktor penentu keberhasilan Inovasi DINDA kata lanjut Bupati yaitu adanya kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah daerah, Pemerintah desa, dan dukungan organisasi diluar pemerintah (NGO) seperti KOMPAK dan Seknas Fitra/SOLUD NTB yang memberikan pendampingan secara intensif dan peningkatan kapasitas aparatur baik di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dalam mendorong peningkatan kinerja dan tatakelola pemerintahan”. Pungkasnya.

Pengumuman Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji (KIPP) 2021 Kamis (29/7) ditayangkan secara live streaming melalui YouTube Kementerian PANRB dan saluran TV Universitas Gunadarma (UG TV). 

Ketua tim evaluasi KIPP 2021 yang juga Wakil Rektor Universitas Udayana Prof. DR. I.B. Wyasa Putra SH dalam pengantarnya mengemukakan,  proposal  telah  disampaikan kepada Tim Panel Independen untuk dinilai dan dipilih kembali sehingga menghasilkan 129 finalis hingga terpilih Top 45 Inovasi. 

“Selamat kepada para finalis Top inovasi pelayanan publik terutama karena inovasi bapak-ibu sudah terbukti memberikan manfaat kepada masyarakat”. Ungkapnya. (DM.001).

Bima - DinamikaMbojo, Rapat Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Program INOVASI Fase – 2 tahun 2020 – 2023, Kabupaten Bima yang berlangsung Selasa (22/6) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima dimanfaatkan secara khusus oleh Wakil Bupati Bima Drs. Dahlan M. Noer untuk memberikan sejumlah catatan dan apresiasi atas pelaksanaan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia  Fase -1 tahun 2016-2020.
          
Wakil Bupati yang didampingi Ketua Komisi DPRD Bidang Pendidikan Ilham Yusuf, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapeda kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap dan Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bima A. Salam Gani S.Pd, M.Pd, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bima dan Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program INOVASI Fase I sudah berlangsung dengan baik selama kurun waktu tiga tahun.
              
Ada peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Bima,  namun di sisi lain  masih ada aspek yang belum berkembang dengan baik. Hal ini yang paling penting untuk dibahas dan menjadi bahan evaluasi. 

Oleh karena itu, dalam diskusi hari ini perlu mengupas tuntas bagaimana misalnya aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini bisa ditingkatkan". Terang Dahlan.
                 
Dalam kaitan dengan upaya ini lanjut Dahlan, satu ikhtiar kita dalam menemukan generasi cerdas adalah melalui kehadiran Program INOVASI ini. Karena itu yang paling penting kita harus terus-menerus dan berkelanjutan menumbuhkan generasi cerdas tersebut karena maju atau mundurnya suatu negara tergantung pada generasi muda”.  

Melalui Gerakan Masyarakat Sadar (GEMAR) Literasi bersama-sama kita akan  menguatkan literasi dasar dan karakter anak yang bukan hanya tugas para guru tetapi merupakan tugas semua pihak”. Terang Wakil Bupati dua periode ini.
                      
Pada rapat yang dipandu Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc tersebut, Manager Program INOVASI NTB  Sri Widuri yang menyampaikan sambutan secara daring bersama dengan Koordinator INOVASI Pulau Sumbawa M. Thoha mengungkapkan, Rapat Pembentukan Pokja INOVASI Fase -2 ini  untuk memastikan kerjasama sebagai  bagian dari tata kelola program INOVASI Fase  - 2.  

Kemitraan sangat penting diwujudkan dalam tata kelola program. Oleh karena itu, INOVASI berharap dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten ada tim yang dibentuk untuk memberikan arahan, pandangan, input dan juga kritik yang membangun terhadap program ini untuk mengatasi hambatan serius yang mungkin terjadi. 
                     
“Perlu dipahami bahwa semua program yang dijabarkan  dalam manajemen INOVASI  di lokasi, akan selaras dengan prioritas dan kebijakan pemerintah daerah. Disamping itu program yang diterapkan memiliki  posisi strategis, dalam artian tidak mengulang program yang dilakukan oleh pihak lain  dan memastikan progam  INOVASI menjadi satu hal yang  tidak duplikatif dengan yang lain”  terang Sri.
            
Menanggapai harapan Manager Program INOVASI tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin mengungkapkan, peningkatan  kinerja perlu ditunjukkan untuk memaksimalkan capaian dan  mengawalinya dengan pemberhentikan Kelompok Kerja (Pokja) di tingkat Kabupaten. 

Disamping itu, beberapa catatan baik yang disampaikan oleh Pimpinan daerah maupun pihak INOVASI sebagai acuan bagi penyempurnaan program pada fase berikutnya”. Jelas H. Fahrudin.
Rapat Pembentukan Pokja yang berlangsung sehari tersebut diikuti Perangkat daerah Terkait yaitu Bappeda, Dinas Dikbudpora, Kementerian Agama, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bagian Hukum Setda, Pimpinan STKIP Taman Siswa dan Tim Gemar Literasi Kabupaten Bima. (DM.001).