Dalam rangka memastikan aktifitas para pedagang yang berjualan selama bulan puasa ramadan di Pasar Senggol berjalan optimal dan memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha kecil, Pemerintah Kota Bima mengundang Asosiasi Pedagang Pasar Senggol dan Serasuba, berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Bima, Selasa (17/2/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, didampingi Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima, Sekretaris Dinas Kominfotik Kota Bima, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Danramil 01 Rasanae, Kapolsek Rasanae Barat, Camat Rasanae Barat, Lurah Sarae, Lurah Paruga, serta pengurus Asosiasi Pasar Senggol dan Serasuba.

Sekda Kota Bima, H. Muhammad Fakhrunraji, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bima mengundang asosiasi pasar Senggol dan Serasuba dalam rangka kerjasama untuk mensukseskan pasar ramadan yang tahun ini dipusatkan pada satu titik saja, yakni di pasar Senggol dapat berjalan maksimal.

"Pemerintah ingin menata, dibantu Asosiasi dan pedagang yang ada. Tahun ini kita fokuskan lokasi pasar ramadan satu titik saja yaitu di Pasar Senggol. Pemkot Bima melarang keras pedagang yang tetap berjualan pada tempat diluar yang anjurkan. Tidak ada lagi pedagang yang menggelar pasar ramadan di Serasuba selain di Pasar Senggol," tegas Sekda.

Sekda menegaskan selama puasa sebulan penuh, para pedagang pasar ramadan di Pasar Senggol tidak perlu membongkar atau mengosongkan meja/rombong jualannya.

"Para pedagang pasar ramadan di Pasar Senggol cukup membayar retribusi sampah saja, tidak ada retribusi keamanan atau retribusi parkir," ujarnya.

Sementara itu, sambung Sekda, bagi pedagang di Serasuba hanya boleh membuka lapak usai shalat isya atau setelah shalat taraweh, tidak diperkenankan membuka pada pagi hingga sore hari menjelang buka puasa.

Ia menambahkan, tujuan pemerintah hanya memusatkan pasar ramadan di Pasar Senggol, selain Lapangan Serasuba tengah dilakukan revitalisasi dan saat ini sedang dalam proses tender untuk tahap 2, pemerintah daerah ingin mengembalikan aktifitas perdagangan di Pasar Senggol agar kembali hidup, sehingga sama-sama diuntungkan.

"Konsentrasi pasar ramadan hanya di pasar senggol, tidak lagi di Serasuba. Semua kebijakan ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan, tetapi yang pasti pemerintah ingin yang terbaik bagi masyarakat," tandasnya.

Usai menggelar rapat, Sekda Kota Bima dan jajaran melanjutkan kunjungan lapangan di lokasi pasar ramadan Pasar Senggol dalam rangka memastikan kelayakan dan kepatutan bagi para pedagang yang akan berjualan selama puasa ramadan sebulan penuh. (Red)

Axact

Dinamika Mbojo

Portal Berita Daerah Bima dan NTB yang mengulas Geliat Pembangunan Pemuka dan Tokoh Masyarakat

Post A Comment:

0 comments: