‎Kota Bima – Nasib memprihatinkan dialami pasangan suami istri (pasutri), Siti Mariam dan Jaharudin, warga Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Selama puluhan tahun, keduanya terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh.

‎Rumah yang mereka tempati tampak rapuh dengan bagian-bagian yang sudah rusak parah. Meski kondisi tersebut sudah berlangsung lama, hingga kini mereka mengaku belum pernah menerima bantuan bedah rumah dari pemerintah.

‎Siti Mariam menuturkan bahwa rumah mereka sebenarnya sudah beberapa kali didata oleh petugas. Bahkan, dokumentasi kondisi rumah juga telah dilakukan. Namun, hingga saat ini, nama mereka tak kunjung muncul sebagai penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

‎“Sudah lama kami tinggal di sini, tapi belum pernah dapat bantuan apa-apa,” ujarnya dengan nada harap.

‎Kondisi ekonomi keluarga ini juga tergolong sangat memprihatinkan. Mereka masuk dalam kategori miskin ekstrem dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap. Untuk bertahan hidup sehari-hari, pasangan ini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan.

‎Di tengah keterbatasan tersebut, Siti Mariam dan Jaharudin berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar dapat membantu memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

‎Selain itu, mereka juga berharap kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima agar dapat mengakomodir mereka dalam program bedah rumah yang dikelola lembaga tersebut.

‎Harapan sederhana pasutri ini adalah memiliki tempat tinggal yang layak dan aman untuk dihuni, terutama di tengah kondisi rumah yang saat ini semakin mengkhawatirkan. (Red)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
Axact

Dinamika Mbojo

Portal Berita Daerah Bima dan NTB yang mengulas Geliat Pembangunan Pemuka dan Tokoh Masyarakat

Post A Comment:

0 comments: