Articles by "Kota Bima"
Tampilkan postingan dengan label Kota Bima. Tampilkan semua postingan


Kota Bima, Media Dinamikambojo — SDN 12 Sarae Kota Bima terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi para murid melalui program “Ngaji Morning”, sebuah program Pembinaan Tuntas Baca Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah.

Program tersebut dirancang untuk memastikan seluruh murid memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, murid dikelompokkan mulai dari tahap mengenal huruf hijaiyah, Iqra’ 1, hingga kelompok murid yang telah lancar membaca Al-Qur’an.

Keunikan Ngaji Morning terletak pada keterlibatan seluruh guru SDN 12 Sarae Kota Bima. Pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi seluruh guru turut mengambil bagian sebagai pembimbing sesuai dengan kelompok kemampuan masing-masing murid.

Kolaborasi tersebut membuat proses pendampingan menjadi lebih intensif. Setiap murid mendapatkan perhatian dan bimbingan yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, sehingga proses belajar membaca Al-Qur’an diharapkan berlangsung lebih efektif dan terarah.

Program Ngaji Morning sekaligus menjadi penguat inovasi Bintang Al-Qur’an (Ngaji Sore) yang sebelumnya telah berjalan di SDN 12 Sarae Kota Bima. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, SDN 12 Sarae Kota Bima menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter murid agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah berharap Ngaji Morning dapat menjadi ikhtiar yang penuh keberkahan dalam mewujudkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

“Mencetak Generasi Qur’ani, Membangun Masa Depan Gemilang.”

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah, SDN 12 Sarae Kota Bima optimistis budaya Qur’ani dapat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari karakter setiap murid. (Red)


Kota Bima - Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas strategis di kawasan Masjid Terapung Amahami dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Bima, Selasa (21/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Rasanae Barat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas umum di kawasan tersebut berada dalam kondisi aman, nyaman, bersih, dan berfungsi secara optimal sebagai penunjang pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengecek secara langsung sejumlah sarana dan prasarana vital, mulai dari toilet umum, pos Satpol PP, hingga sistem kamera pengawas (CCTV). Ia menegaskan bahwa kualitas fasilitas publik harus terus dijaga agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.

"Pembangunan tidak hanya sebatas menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dirawat dan dikelola dengan baik sehingga tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tegas Wali Kota.

Berdasarkan hasil peninjauan, Wali Kota menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pembenahan terhadap sejumlah temuan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan aspek kebersihan, keamanan, dan kelayakan fasilitas.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga dan merawat aset daerah sebagai bentuk tanggung jawab bersama, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan fasilitas yang layak, nyaman, dan terpelihara dengan baik bagi seluruh masyarakat. (Red)


Medan - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang berlangsung di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, H. Rahman didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, H. Junaidin, ST. Rakornas dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Rakornas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program dapat diimplementasikan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Bima dalam Rakornas tersebut merupakan wujud komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan arah pembangunan nasional. Sebagai daerah pesisir yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, Kota Bima siap mendukung berbagai program pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan produktivitas perikanan, kesejahteraan nelayan, serta penguatan ketahanan pangan.

Melalui Rakornas ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah sehingga berbagai program prioritas di sektor kelautan dan perikanan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)

Kota Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Sekretaris Daerah Kota Bima, pimpinan BUMN, serta seluruh anggota TPID Kota Bima. Jum,at (03/07/26).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat. Atas nama Pemerintah Kota Bima, ia berharap forum koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bima termasuk daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi di Provinsi NTB. Meski demikian, TPID Kota Bima terus menunjukkan respons cepat melalui berbagai upaya, seperti pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, serta pemantauan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat beberapa komponen penyumbang inflasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah, salah satunya adalah kenaikan harga tiket pesawat.

Oleh karena itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi TPID tingkat Provinsi NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di Kota Bima, tetapi juga dialami oleh sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok. Meski demikian, secara bertahap angka inflasi mulai menunjukkan tren penurunan berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh pihak.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka statistik semata, tetapi juga harus memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan maupun penurunan harga di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.

Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta rapat. Ia berharap pertemuan ini semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Red)


Kota Bima - Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, di Aula Maja Labo Dah, Selasa (30/06/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bima, yakni peningkatan inovasi daerah, pengawasan distribusi LPG bersubsidi, serta optimalisasi penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Pada bidang inovasi, Wali Kota menargetkan Kota Bima mampu meraih predikat sebagai kota yang inovatif. Untuk itu, setiap kepala perangkat daerah diwajibkan mengajukan sedikitnya dua inovasi yang diinput ke dalam sistem inovasi daerah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyampaikan bahwa hingga saat ini baru tujuh perangkat daerah yang telah menginput inovasi. Sementara sejumlah OPD, khususnya yang menyelenggarakan pelayanan dasar seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta DPMPTSP masih belum menyampaikan data inovasi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat bekerja dan berinovasi.

"Jangan karena kondisi fiskal kita terbatas, kinerja ikut menurun. Ingat, kerja adalah ibadah dan amanah. Jika diniatkan sebagai ibadah, maka prosesnya akan terasa ringan dan hasilnya pun akan baik. Terlebih perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan dasar memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat," tegasnya.

Selain itu, Rakor juga membahas perkembangan penanganan kelangkaan dan kenaikan harga LPG bersubsidi. Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat koordinasi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bagian Koperindag, dan Bagian Ekonomi. Ia meminta seluruh pihak terkait terus turun ke lapangan untuk memantau dinamika distribusi LPG agar potensi kelangkaan maupun lonjakan harga dapat diantisipasi secara maksimal.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Koperindag menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak menunjukkan tren distribusi LPG mulai membaik. Beberapa pangkalan yang terbukti menjual di luar ketentuan telah diberikan teguran dan dikonfirmasi kepada Pertamina untuk diberikan sanksi berupa pembatasan kuota apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, koordinasi dengan agen terus diperkuat agar bertindak tegas terhadap pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga menyoroti masih adanya pengecer yang tidak memiliki izin, sementara pengawasan pemerintah hanya dapat dilakukan terhadap pangkalan resmi.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi menjelaskan bahwa pemerintah telah memperkuat koordinasi bersama aparat Kelurahan Nae, Penaraga, dan Rabangodu Utara dengan menghadirkan agen dan seluruh pangkalan LPG di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan. Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Ekonomi juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan pasokan (extra dropping), sehingga telah disalurkan tambahan sebanyak 2.060 tabung LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota meminta camat, lurah, RT/RW, serta unsur tiga pilar kelurahan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan aktif melakukan pengawasan distribusi LPG. Ia menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Bagian Koperindag agar dapat segera ditindaklanjuti.

Wali Kota juga meminta Bagian Koperindag dan Bagian Ekonomi melakukan inspeksi secara rutin, tidak hanya ketika terjadi persoalan.

"Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya saat ada masalah. Berikan sanksi tegas kepada pelaku yang melakukan penyimpangan agar menimbulkan efek jera," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan media sosial resmi masing-masing agar masyarakat mengetahui setiap tindak lanjut atas berbagai aspirasi maupun pengaduan yang telah disampaikan.

"Publikasikan setiap tindak lanjut yang telah dilakukan pemerintah. Masyarakat kita kritis dan perlu mengetahui bahwa setiap persoalan yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti," pesannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa semangat kerja menjadi kunci dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif dan inovatif. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan dasar merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi secara optimal, sementara persoalan distribusi LPG dapat diselesaikan apabila seluruh unsur pemerintah bekerja secara sistematis, cerdas, dan saling bersinergi hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.

"Responsif dan inovatif lahir dari semangat kerja. Selama kita bekerja dengan niat pengabdian dan ibadah, maka setiap persoalan akan dapat kita selesaikan bersama," pungkas Wakil Wali Kota. (Red)


Kota Bima – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima menggelar kegiatan pembinaan bagi calon penerima manfaat program Z-Rup, Z-Kios dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).

‎Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S.Pdi menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui berbagai program produktif.

‎"Dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan dan kelola untuk mendorong kemandirian masyarakat. Salah satunya melalui program pembinaan dan pengembangan UMKM," ujarnya.

‎Menurutnya, para pelaku usaha kecil memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga. Melalui usaha yang dijalankan, mereka berikhtiar mencari rezeki yang halal sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

‎Karena itu, BAZNAS hadir untuk mendampingi para pelaku usaha melalui pemberian bantuan modal usaha, pelatihan manajemen, hingga pendampingan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan berkembang.

‎"Bapak dan Ibu adalah pahlawan ekonomi keluarga. BAZNAS hadir untuk membersamai ikhtiar tersebut melalui berbagai program pemberdayaan agar usaha yang dijalankan dapat naik kelas dan semakin mandiri," katanya.

‎Ketua BAZNAS juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pasar.

‎Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan pembinaan tersebut dengan sebaik-baiknya, mulai dari menyerap materi yang diberikan, menerapkan strategi usaha yang diperoleh, hingga membangun jejaring yang positif dengan sesama pelaku UMKM.

‎"Harapan kami, melalui program pendampingan ini, usaha yang dijalankan semakin berkembang sehingga para penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi. Bahkan ke depan, mereka yang saat ini berstatus mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat," ungkapnya.

‎Mengakhiri arahannya, Ketua BAZNAS Kota Bima mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat, integritas dan terus berinovasi dalam mengembangkan usaha masing-masing.

‎"Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah dan usaha kita semua serta memberikan keberkahan bagi usaha yang dijalankan," tutupnya. (Red)

Kota Bima - Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bima berlangsung khidmat di Aula Gedung Perpustakaan Kota Bima. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pembangunan Partisipatif Menuju Kota Bima yang Maju dan Bermartabat.”

 

Acara itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE, Dandim 1608/Bima, perwakilan Kejaksaan Raba Bima, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Badan Kesbangpol, Ketua DPD I LPM Provinsi NTB, jajaran pengurus LPM serta tamu undangan lainnya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan kalam ilahi dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan pelantikan dan prosesi pengambilan sumpah jabatan pengurus DPD II LPM Kota Bima. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

 

Ketua DPD I LPM Provinsi NTB dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bima atas dukungan terhadap keberadaan LPM selama ini. Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi antara LPM, Pemerintah Kota Bima dan instansi vertikal dalam mendukung pembangunan daerah.

 

Sementara itu, Wali Kota Bima menegaskan bahwa pelantikan LPM bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat gerakan masyarakat dalam membangun daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sebuah momentum penting, bukan sekadar pelantikan organisasi, tetapi penguatan gerakan masyarakat dalam membangun Kota Bima yang kita cintai,” ujarnya.

 

Atas nama Pemerintah Kota Bima, Wali Kota menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap kepengurusan baru mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

 

Menurutnya, LPM merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, terutama di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran.

 

“Komitmen Pemerintah Kota Bima untuk mendukung LPM tidak akan surut. Karena kekuatan terbesar pembangunan bukanlah APBD, tetapi gotong royong masyarakat,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan seperti kebersihan kota, pengelolaan sampah hingga ternak yang masih berkeliaran di fasilitas umum.

Ia menilai keberhasilan Gerakan Kota Bima BISA — Bersih, Indah, Sehat dan Asri — sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat melalui peran LPM di tingkat lingkungan.

 

“Kita harus jujur mengatakan bahwa masalah sampah saat ini menjadi isu besar pembangunan Kota Bima. Mulai hari ini kita harus membangun kebiasaan baru, memilah sampah dari rumah,” ungkapnya.

Wali Kota berharap LPM dapat menjadi penggerak kesadaran sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum serta mendukung seluruh hasil pembangunan daerah.

 

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus LPM yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh semangat pengabdian, keikhlasan dan keberanian demi kemajuan Kota Bima.

 

Pelantikan tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat.


Kota Bima – Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH bersama jajaran melaksanakan kegiatan konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka membahas kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan, guna mendukung operasional Rumah Sakit Kota Bima yang baru.

Kegiatan konsultasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya DPRD Kota Bima untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia kesehatan sejalan dengan pembangunan infrastruktur layanan kesehatan di daerah.

Pada kunjungan ke Kementerian Kesehatan RI, Ketua DPRD Kota Bima bersama rombongan melakukan konsultasi dengan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) terkait perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, pemetaan formasi, serta dukungan penguatan layanan kesehatan daerah.

Sementara pada kunjungan ke KemenPAN-RB, DPRD Kota Bima membahas berbagai hal terkait kebijakan pengadaan ASN, mekanisme formasi, serta kebutuhan sumber daya manusia yang akan menunjang operasional rumah sakit ke depan.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik bangunan, namun juga harus diiringi dengan kesiapan tenaga kesehatan dan dukungan ASN yang memadai.

“Pembangunan rumah sakit harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat nantinya dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Selain membahas kebutuhan ASN tenaga kesehatan, DPRD Kota Bima juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pembangunan fisik rumah sakit, kesiapan regulasi, penganggaran, serta dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan layanan kesehatan daerah.

Kegiatan konsultasi ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kota Bima dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta memastikan program-program strategis daerah dipersiapkan secara matang dan berkelanjutan.

DPRD Kota Bima berharap hasil konsultasi tersebut dapat menjadi referensi dan masukan bagi Pemerintah Kota Bima dalam menyusun langkah-langkah strategis terkait pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan ASN di masa mendatang demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Bima. (Red)

Kota Bima - Wali Kota Bima, A. Rahman H. Abidin menerima audiensi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (NTB), bertempat di Aula Parenta Kantor Wali Kota Bima, Kamis (07/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Bima, Plt. Inspektur, Kabag Pemerintahan, serta Plt. Kabag Hukum. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi terkait penguatan hukum daerah, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pengembangan potensi unggulan Kota Bima.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati menyampaikan pentingnya perlindungan terhadap potensi daerah melalui pendaftaran kekayaan intelektual. Beberapa potensi khas Kota Bima yang dinilai perlu mendapat perlindungan hukum diantaranya tenun tradisional, produk olahan lokal, madu, hingga kekayaan pangan khas daerah seperti geroso dan berbagai pengetahuan tradisional lainnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan kekayaan intelektual sangat penting guna mencegah penyalahgunaan maupun pengambilalihan hak oleh pihak lain. Selain itu, seluruh pelaku UMKM juga didorong untuk segera mendaftarkan merek usahanya agar mendapat perlindungan hukum dari negara.

"Potensi kehilangan merek sangat besar apabila tidak didaftarkan. Karena itu kami mendorong seluruh UMKM agar segera mendaftarkan mereknya untuk memperoleh perlindungan hukum," ujarnya.

Selain itu, dalam audiensi tersebut juga dibahas terkait penguatan digitalisasi laporan daerah serta pengembangan sistem pelayanan hukum yang lebih mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Bima dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap penguatan layanan bantuan hukum hingga tingkat kelurahan melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Menurutnya, kehadiran Posbakum di tingkat bawah akan membantu masyarakat memperoleh akses hukum tanpa harus selalu berproses di pengadilan.

"Saya berharap ada penguatan Posbakum sampai tingkat kelurahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan dan pendampingan hukum," ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyoroti perlunya peninjauan kembali Peraturan Daerah terkait ketertiban umum agar tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Kota Bima dengan Kementerian Hukum dapat terus diperkuat dalam penyusunan maupun evaluasi regulasi daerah.

Terkait kekayaan intelektual, Wali Kota menegaskan pentingnya peran instansi terkait seperti Dinas Koperindag dan BRIDA untuk memberikan perhatian serius terhadap perlindungan motif tenun khas Bima agar tidak mudah dijiplak pihak lain.

Namun demikian, ia juga memahami adanya kekhawatiran dari para penenun terkait dampak pendaftaran motif terhadap aktivitas produksi masyarakat lainnya. Karena itu, menurutnya diperlukan sosialisasi yang baik agar masyarakat memahami bahwa pendaftaran kekayaan intelektual bertujuan melindungi karya, bukan membatasi penenun lain untuk tetap berkarya.

"Perlu sosialisasi kepada masyarakat agar tidak takut mendaftarkan motif tenun mereka. Selama tidak ada tuntutan, penenun lain tetap bisa menenun motif yang sama. Yang terpenting adalah perlindungan terhadap karya asli daerah," jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kementerian Hukum NTB atas masukan, arahan, serta penguatan hukum yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bima dalam mendukung pembangunan daerah dan perlindungan potensi lokal.


Kota Bima — DPRD Kota Bima menunjukkan komitmennya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan menerima perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Bima (AMRB) dalam audiensi yang berlangsung di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bima, Rabu (6/5).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, serta dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima M. Ryan Kusuma Permadi dan Anggota DPRD Khalid Bin Walid. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan AMRB pada momentum May Day beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pada saat aksi berlangsung, massa yang tergabung dalam aliansi telah menyepakati bersama Ketua Komisi I dan beberapa anggota DPRD Kota Bima, yang difasilitasi oleh Sekretariat DPRD (Setwan), untuk kembali melaksanakan pertemuan lanjutan melalui audiensi resmi pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, AMRB menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, antara lain sektor pendidikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan BUMD, penanganan wilayah blank spot, penerangan jalan umum, infrastruktur, serta isu perempuan dan anak.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH, menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara konstruktif dan terbuka. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki komitmen untuk mengawal dan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan masyarakat.

“DPRD Kota Bima menerima dengan baik seluruh aspirasi yang disampaikan. Hal ini menjadi bagian penting dalam fungsi pengawasan dan representasi kami sebagai lembaga legislatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan data dan argumentasi dalam setiap aspirasi yang disampaikan, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam proses pembahasan lanjutan.

“Selain teman-teman memperkuat data, kami juga akan melakukan verifikasi terhadap informasi yang disampaikan, agar setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang jelas,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Bima akan menjadwalkan rapat kerja lanjutan bersama pihak-pihak terkait melalui mekanisme yang ada di sekretariat DPRD.

“Kami akan menindaklanjuti dalam rapat kerja berikutnya guna membahas secara lebih komprehensif dan memberikan jawaban atas aspirasi yang disampaikan,” tutup Syamsurih.

DPRD Kota Bima berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang aspiratif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik. (Red)


Kota Bima – Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E menerima audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bima di ruang kerja Wali Kota. Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan.


‎Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Cabang Organda Rafik Rahman menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari penguatan organisasi. Organda juga menyampaikan dua poin utama yang menjadi perhatian, yakni peningkatan pendapatan daerah serta penertiban lokasi parkir angkutan.

‎Selain itu, Rafik Rahman mengungkapkan bahwa pihak Organda telah berkoordinasi dengan Pelindo dan KSOP terkait penyediaan lahan parkir bagi armada angkutan. Ia menegaskan bahwa armada yang memanfaatkan fasilitas tersebut diharapkan merupakan kendaraan berplat Kota Bima (EA), sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal.

‎Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas peran aktif Organda dalam mendukung mobilitas masyarakat dan roda perekonomian daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperhatikan sektor transportasi sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan kota.

‎“Kita ingin menertibkan semua, karena Kota Bima mengusung konsep BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri). Saat ini masih ditemukan parkir liar yang menimbulkan kesan kumuh. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Wali Kota.

‎Wali Kota juga berharap Organda dapat berperan aktif sebagai organisasi yang menaungi seluruh pelaku usaha angkutan untuk turut mengedukasi dan mengoordinasikan anggotanya agar tidak parkir sembarangan.

‎Lebih lanjut, Wali Kota menginstruksikan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk segera menetapkan titik-titik atau lahan parkir khusus, terutama bagi armada bus malam dan angkutan antar kota, guna menciptakan ketertiban serta kenyamanan di ruang publik.

‎Terkait peningkatan pendapatan daerah, Organda mengusulkan perlunya penerapan aplikasi Blue Full Cycle uji KIR di Kota Bima. Selama ini, pelaksanaan uji KIR masih dilakukan di daerah lain seperti Sumbawa, sehingga potensi pendapatan daerah belum optimal.

‎Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menghadirkan layanan uji KIR di Kota Bima.

‎Lebih lanjut, disampaikan bahwa pelaksanaan uji KIR saat ini masih bersifat bagi hasil dengan pemerintah pusat, mengingat fasilitas uji KIR belum tersedia di Kota Bima. Oleh karena itu, ke depan pemerintah daerah akan berupaya menghadirkan fasilitas tersebut guna meningkatkan pelayanan sekaligus mengoptimalkan potensi PAD. (Red)

Kota Bima - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam Rapat Klarifikasi secara daring terkait usulan kebutuhan Jabatan Fungsional (JF) Analis Hukum bersama Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum Republik Indonesia, yang dilaksanakan pada Senin (4/5) bertempat di Aula Parenta Pemerintah Kota Bima.

Rapat klarifikasi tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten I Setda Kota Bima selaku perwakilan Pemerintah Kota Bima, didampingi oleh Sekretaris BKPSDM Kota Bima, unsur Bagian Organisasi Setda Kota Bima, serta Bagian Hukum Setda Kota Bima. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Wali Kota Bima Nomor 000.8/80/III/26 tanggal 13 Februari 2026 tentang Permohonan Rekomendasi Usulan Kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum.

Dalam forum klarifikasi tersebut, Plt. Asisten I Setda Kota Bima menegaskan bahwa usulan kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Bima dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, khususnya pada Bagian Hukum Setda Kota Bima, guna menjawab tantangan pelayanan pemerintahan yang semakin dinamis, kompleks, dan menuntut kecepatan serta ketepatan dalam pengambilan kebijakan hukum.

“Pemenuhan kebutuhan Jabatan Fungsional Analis Hukum bukan semata untuk melengkapi struktur organisasi, tetapi merupakan ikhtiar nyata Pemerintah Kota Bima dalam menghadirkan pelayanan hukum yang semakin berkualitas, responsif, efektif, dan efisien. Ini adalah bagian dari semangat kami untuk terus bergerak maju, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun Indeks Reformasi Hukum (IRH) Pemerintah Kota Bima, khususnya pada Bagian Hukum Setda Kota Bima, telah meraih predikat A (Sangat Baik), Pemerintah Kota Bima tidak ingin berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme aparatur, serta membangun fondasi tata kelola hukum daerah yang semakin kokoh dan berdaya saing.

Dengan semangat pengabdian dan jiwa pelayanan, Pemerintah Kota Bima optimistis bahwa penguatan sumber daya aparatur melalui penambahan Jabatan Fungsional Analis Hukum akan menjadi energi baru dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang unggul, pelayanan publik yang prima, serta pemerintahan yang semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Red)

Kota Bima - Pemerintah Kota Bima menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, H. Mori Hanafi, S.E., M.Comm dalam rangka peninjauan langsung kondisi Pusat Pengolahan Sampah Terpadu/Tempat Pembuangan Akhir (PPST/TPA) Oi Mbo, Kelurahan Oi Mbo, Rabu pagi, (29/04/2025). Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Oi Mbo, Kecamatan Rasana’e Timur tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kota Bima. Berdasarkan hasil peninjauan, TPA Oi Mbo saat ini mengalami tekanan kapasitas akibat meningkatnya volume produksi sampah, sehingga diperlukan langkah strategis melalui penguatan infrastruktur persampahan yang lebih modern dan terpadu. Pemerintah Kota Bima telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah perkotaan. Program ini diharapkan dapat memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2027. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Anggota DPR RI dalam mendorong percepatan penanganan persoalan persampahan di daerah. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan dalam mengawal kebutuhan daerah di tingkat pusat. Pemerintah Kota Bima berharap sinergi ini terus berlanjut agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Wakil Wali Kota. Lebih lanjut disampaikan bahwa persoalan persampahan merupakan isu strategis yang memerlukan perhatian serius serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari pemerintah pusat. Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dukungan pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam pengembangan fasilitas pengelolaan sampah di Kota Bima. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh persyaratan teknis, seperti legalitas lahan, kelengkapan dokumen perencanaan, dan administrasi, guna memastikan program pembangunan dapat direalisasikan secara optimal. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima memaparkan bahwa produksi sampah di Kota Bima mencapai sekitar 80 ton per hari. Namun, baru sebagian yang dapat terkelola secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk pengembangan sistem pengolahan sampah terpadu. Kunjungan ini turut dihadiri oleh unsur Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PUPR, Camat Rasana’e Timur, Lurah Oi Mbo, Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, serta perangkat daerah terkait lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan berkelanjutan, demi terciptanya Kota Bima yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Red)
Kota Bima - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima berhasil meraih penghargaan dari Badan Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat atas capaian dan kinerja di bidang pendidikan yang dinilai langsung oleh tim dari BPMP Provinsi NTB. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Mahfud, dalam kegiatan penyerahan penghargaan yang berlangsung di lingkungan BPMP NTB. H. Mahfud menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran Dikpora Kota Bima dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih maksimal lagi. Kami berharap ke depan dapat meraih penghargaan di bidang lainnya dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, melainkan awal untuk terus melakukan inovasi dan pembenahan di berbagai sektor pendidikan, kepemudaan, dan olahraga di Kota Bima. Dengan penghargaan ini, Dikpora Kota Bima diharapkan semakin termotivasi dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan di wilayah Kota Bima. (Red)
Kota Bima - Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mematangkan persiapan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Daerah. Saat ini, proses penyaluran tinggal menunggu kesiapan teknis dari pihak perbankan sebagai mitra penyalur. Sekretaris Dinsos Kota Bima, Rusdhan AR menjelaskan, seluruh tahapan utama telah dilaksanakan, mulai dari verifikasi dan validasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Menurutnya, selain menunggu kesiapan bank, sejumlah KPM juga tengah menyelesaikan proses administrasi, seperti pembukaan rekening serta penyesuaian data. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, pihaknya memilih untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal dibandingkan terburu-buru, guna menghindari kendala di kemudian hari, seperti kesalahan data maupun potensi bantuan yang tidak tersalurkan. Program PKH Daerah merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bima di bawah kepemimpinan Wali Kota H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Wakil Wali Kota Feri Sofiyan. Program ini hadir sebagai pelengkap PKH dari pemerintah pusat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang belum terakomodasi. Rencananya, penyaluran bantuan akan dilakukan secara non-tunai melalui rekening masing-masing penerima manfaat, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dinsos memastikan, begitu kesiapan teknis dari pihak perbankan terpenuhi dan seluruh administrasi KPM dinyatakan lengkap, penyaluran bantuan akan segera dilaksanakan. (Red)
Kota Bima - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Kota Bima. Salah satunya melalui pertemuan langsung antara Wali Kota Bima, H. A. Rahman, SE, dengan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Dalam agenda tersebut, Wali Kota hadir bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kabag Prokopim Setda Kota Bima. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi program pembangunan infrastruktur Kota Bima dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung visi “Kota Bima BISA” (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri). Di hadapan Menteri PUPR, Wali Kota Bima memaparkan berbagai program prioritas yang tengah dan akan dijalankan. Program tersebut dirancang secara terintegrasi untuk mendorong terwujudnya kota yang tangguh, nyaman, dan berkelanjutan di wilayah timur Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Kota Bima. Sejumlah program yang telah berjalan, seperti pengendalian banjir perkotaan, rehabilitasi fasilitas pendidikan, hingga pembangunan rumah sakit umum daerah, dinilai sangat membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi krusial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari potensi banjir, keterbatasan air baku, hingga penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib dan layak. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Bima turut mengajukan sejumlah usulan prioritas lintas sektor. Di antaranya mencakup penguatan pengendalian banjir dan ketahanan air, peningkatan layanan sanitasi dan air minum, penataan kawasan kumuh, serta pengembangan konektivitas dan estetika kota. Selain itu, usulan juga mencakup revitalisasi kawasan strategis, pembangunan sarana olahraga, serta pengembangan kawasan budaya dan religi sebagai bagian dari penguatan karakter dan identitas daerah. Wali Kota menegaskan bahwa kesiapan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong realisasi program. Pemerintah Kota Bima, kata dia, telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari ketersediaan lahan, dokumen teknis, hingga komitmen pembiayaan daerah. “Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan serta menghadirkan Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” tegasnya. Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat dukungan Kementerian PUPR terhadap berbagai program pembangunan di Kota Bima, sekaligus membuka peluang realisasi program prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)

Pemerintah Kota Bima secara resmi membuka Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 yang berlangsung meriah di halaman Istana Kesultanan Asi Mbojo, Jumat malam (24 April 2026). Festival budaya kebanggaan masyarakat Bima ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN), sebagai bagian dari program strategis Kementerian Pariwisata untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. 

Pembukaan festival dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Wakil Gubernur NTB Hj. Dinda Dhamayanti Putri, perwakilan Kementerian Pariwisata RI Bapak Joko Suharbowo, Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis Ibu Gemintang Kejora Malarangeng beserta tim, Walikota H. A. Rahman, SE, Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH, bersama pimpinan DPRD Kota Bima, juga Ketua TP PKK dan Ketua GOW serta Ketua Persit Bima. Hadir pula jajaran Forkopimda, civitas akademika, tokoh adat, pelaku UMKM, dan masyarakat Kota Bima.

Sebagai pendamping kepanitiaan, hadir Direktur Politeknik Pariwisata Lombok Dr. Ali Muhtasom, Direktur Mandalika International Festival Dr. Sirajuddin, serta jajaran Dinas terkait dari Pemerintah Provinsi NTB.

Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Rimpu Mantika bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga panggung identitas, ruang ekspresi, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa rimpu sebagai warisan budaya perempuan Bima menjadi simbol peradaban, kehormatan, dan jati diri yang harus terus dijaga di tengah arus modernitas.

“Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga investasi masa depan dan mesin ekonomi rakyat,” ujarnya.

Rangkaian pembukaan berlangsung semarak sesuai rundown acara, diawali dengan penampilan Band LASQI, dilanjutkan MC Opening, pembacaan doa, serta pertunjukan seni seperti Tari Ufi Dewa dan peragaan busana Rimpu Cili dan Rimpu Colo. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bima, sambutan Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif, serta sambutan perwakilan Menteri Pariwisata yang sekaligus membuka secara resmi Festival Rimpu Mantika 2026.

Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan penampilan Tari The Spirit of Sasambo, atraksi budaya Ntumbu Tuta (adu kepala), serta kunjungan tamu kehormatan ke bazar ekonomi kreatif, UMKM, dan kopi yang menjadi bagian penting dari festival. Penampilan seni lainnya seperti Tari Tula Bala dan Tari Parafu turut memperkaya nuansa budaya dalam kegiatan tersebut.

Wakil Gubernur NTB Hj. Dinda Dhamayanti Putri dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Bima atas konsistensinya menyelenggarakan Festival Rimpu Mantika hingga mampu masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2026. Ia menilai festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

“Rimpu adalah simbol kekuatan budaya dan kehormatan masyarakat Bima. Festival ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai kebanggaan daerah sekaligus daya tarik wisata,” ungkapnya.

Festival Rimpu Mantika 2026 mengusung tema “Preserving Culture and History” dan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bima ke tingkat nasional bahkan internasional, sekaligus menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. 

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, Festival Rimpu Mantika diharapkan terus berkembang sebagai pusat penguatan budaya dan ekonomi kreatif, serta menjadi identitas kebanggaan masyarakat Kota Bima di panggung dunia.

Kota Bima - Kota Bima kembali memutih dan berwarna-warni dalam balutan busana khas daerah. Pemerintah Kota Bima sukses menggelar Festival Pawai Rimpu Mantika pada Sabtu (25/4/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalanan protokol untuk merayakan warisan budaya kebanggaan masyarakat Bima ini.

Kegiatan akbar ini dilepas langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Ibu Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP, di garis start. Dalam sambutannya, Wagub memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga yang tetap menjaga kelestarian budaya Rimpu sebagai identitas Dou Mbojo.

Turut hadir di barisan depan, Penjabat Walikota Bima H. A. Rahman, S.E, didampingi istri, serta Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, S.H, juga bersama istri. Keduanya tampil kompak mengenakan busana adat bersama jajaran pejabat ASN lingkup Pemerintah Kota Bima dan ribuan warga masyarakat.

Rute pawai dimulai dari Paruga Nae Convention Hall dan berakhir (finish) di situs bersejarah Istana Bima (Asi Mbojo).

Demi memastikan acara berjalan kondusif, pengamanan super ketat diberlakukan. Anggota Sat. Pol. PP Kota Bima dikerahkan penuh bersinergi dengan personel Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bima Kota.

Sebanyak belasan titik strategis di sepanjang rute pawai dijaga ketat oleh petugas gabungan untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga keamanan penonton maupun peserta.

Tak hanya berjaga di pos-pos pengamanan, sebagian Anggota Sat. Pol. PP Kota Bima juga ikut serta dalam barisan pawai untuk melakukan pengawalan melekat kepada Wakil Gubernur, Walikota Bima, dan Wakil Walikota Bima hingga mencapai garis finish.

Berkat koordinasi yang apik antara Sat. Pol. PP Kota Bima dan instansi terkait, kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026 berjalan aman, lancar, dan penuh khidmat. (Red)

Kota Bima - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi Program PKH Daerah Kota Bima Tahun 2026 yang dihadiri Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Kamis, 23 April 2026. Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa program PKH tidak sekadar dimaknai sebagai bantuan sosial, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan, khususnya warga kurang mampu. “PKH bukan sekadar bantuan sosial. PKH adalah bentuk kepedulian pemerintah, sekaligus jembatan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan perhatian lebih,” ujarnya. Ia menekankan tiga prinsip utama dalam pelaksanaan PKH, yakni tepat sasaran, tepat pemanfaatan, dan tepat penyaluran. Menurutnya, ketepatan sasaran harus didukung oleh data terpadu yang akurat dan selalu diperbarui, sementara pemanfaatan bantuan perlu diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara Dinas Sosial, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Wali Kota juga mengajak seluruh camat dan lurah untuk terus melakukan pembaruan data, memperkuat pengawasan, serta memberikan pelayanan dengan penuh kepedulian. “Kita tidak boleh membiarkan bantuan salah sasaran, karena setiap rupiah yang kita kelola adalah amanah rakyat, apalagi di tengah kondisi keterbatasan fiskal,” tegasnya. Ia menambahkan,kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan yang merata. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bima, H. Lalu Sukarsana, S.I.P., menyampaikan bahwa program PKH daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan jaminan sosial bagi masyarakat. Ia menjelaskan, Dinas Sosial sebagai pelaksana teknis menjalankan program ini dengan mengacu pada Peraturan Wali Kota Bima Nomor 23 Tahun 2025 tentang Program Keluarga Harapan. “Melalui program ini, kita berharap dapat menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh pihak,” jelasnya. (Red)

Kota Bima, — Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. M. Fakhrunraji, M.E., melaksanakan kegiatan pendampingan rombongan Mission World Bank bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dalam kunjungan lapangan di Kolam Retensi Amahami, pada Senin (21/4).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Kota Bima didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bima dan Kepala Dinas Perkim Kota Bima. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) di Kota Bima.

Rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Kolam Retensi Amahami yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Infrastruktur ini merupakan salah satu komponen strategis dalam upaya pengendalian banjir perkotaan, yang dirancang untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi guna mengurangi risiko genangan di kawasan Kota Bima.

Sekda Kota Bima menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana banjir melalui penguatan infrastruktur serta sinergi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional.

“Melalui program NUFReP dan dukungan dari Mission World Bank serta Kementerian PUPR RI, diharapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kota Bima dapat berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain peninjauan lapangan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi teknis antara Pemerintah Kota Bima, pihak World Bank, dan Kementerian PUPR RI terkait progres pekerjaan, tantangan di lapangan, serta langkah strategis ke depan dalam pengelolaan risiko banjir perkotaan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan produktif, serta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Bima. (Red)