Articles by "Kesehatan"
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Mataram, NTB – Seorang pasien bernama Fikri, warga Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, tengah berjuang melawan kondisi medis serius akibat komplikasi pasca operasi usus buntu yang berujung pada peleketan usus (adhesi). Saat ini, Fikri masih menjalani perawatan intensif di ruang perawatan sambil menunggu tindakan operasi lanjutan yang disarankan oleh tim medis. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelumnya Fikri telah menjalani operasi usus buntu. Namun, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik, bahkan mengalami penurunan akibat terjadinya adhesi usus, yakni kondisi di mana bagian usus saling menempel dan berpotensi menyebabkan sumbatan berbahaya pada sistem pencernaan. “Setelah operasi pertama, kondisinya belum membaik. Dokter menyarankan operasi ulang secepatnya untuk mencegah komplikasi yang lebih parah,” ungkap Awan Tambora, perwakilan keluarga. Peleketan usus merupakan kondisi serius yang dapat mengganggu sistem pencernaan dan berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani secara medis. Oleh karena itu, tindakan operasi lanjutan menjadi harapan utama demi kesembuhan Fikri. Namun, di tengah kondisi tersebut, keluarga menghadapi kendala besar dalam hal biaya pengobatan. Keterbatasan ekonomi membuat proses penanganan lanjutan menjadi terhambat. Untuk itu, keluarga membuka donasi dan mengajak masyarakat luas untuk turut membantu meringankan beban biaya medis yang harus ditanggung. “Kami sangat berharap bantuan dari para dermawan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kesembuhan Fikri,” tambahnya. Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui: Bank BRI: 464401033546535 a.n. M. Rusdin atau menghubungi nomor 0813-5365-3395. Dukungan doa dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi Fikri untuk melewati masa kritis ini dan kembali pulih seperti sediakala. (Red)

Bima – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga pasien terkait kesehatan dan penggunaan obat yang aman, Instalasi Farmasi RSUD Bima menyelenggarakan program edukasi kesehatan rutin bulanan. Kegiatan perdana ini mengusung tajuk “Farmasi Bercerita”, sebuah inovasi edukasi yang dikemas secara komunikatif dan mudah dipahami.

Program “Farmasi Bercerita” ditujukan bagi Sobat Farmasi, yaitu pasien dan keluarga pasien, sebagai sarana untuk memperoleh informasi kesehatan secara langsung dari tenaga kefarmasian. Pada pelaksanaan pertamanya, Instalasi Farmasi RSUD Bima mengangkat topik Diabetes Melitus, salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan terapi jangka panjang dan pemahaman yang baik dari pasien.

Materi edukasi meliputi penatalaksanaan terapi farmakologi dan nonfarmakologi pada Diabetes Melitus, termasuk pentingnya kepatuhan minum obat, pola makan sehat, serta aktivitas fisik yang teratur. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai cara penyimpanan obat yang benar, baik obat oral maupun obat injeksi, guna menjaga kualitas, stabilitas, dan keamanan obat selama penggunaan.

Melalui kegiatan ini, Instalasi Farmasi RSUD Bima berharap pasien dan keluarga pasien dapat lebih memahami penyakit yang diderita, meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan terapi, serta tidak ragu untuk berkonsultasi dan bertanya langsung kepada apoteker mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman.

Kegiatan “Farmasi Bercerita” direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan topik-topik kesehatan yang relevan dan bermanfaat, sebagai bagian dari upaya RSUD Bima dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. (Red)

Kota Bima - Dalam rangka memperingati Milad ke-1 Rumah Sehat BAZNAS Kota Bima, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Meci Angi Kota Bima, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bima dalam mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzaki kepada para mustahik, khususnya di bidang kesehatan.
Ketua BAZNAS Kota Bima, H. A. Latif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS yang diwujudkan melalui program BAZNAS Sehat dan Layanan Kesehatan Keliling.

“Kami menyadari bahwa para lansia yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, berhak mendapatkan perhatian serta perawatan terbaik di masa senjanya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian BAZNAS yang didukung oleh dana zakat masyarakat. Pemeriksaan yang diberikan meliputi skrining kesehatan dasar seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi medis.

“Kami berharap para lansia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan tidak ragu berkonsultasi dengan tim medis mengenai keluhan kesehatan yang dirasakan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, H. A. Latif juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan staf Panti Sosial Tresna Werdha Meci Angi, tim medis, serta para relawan atas kerja sama, dedikasi, dan keikhlasannya dalam melayani para lansia.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial Panti Sosial Tresna Werdha Meci Angi Kota Bima, Abdul Nasir, S.Sos, melaporkan bahwa panti tersebut saat ini menampung sebanyak 42 orang lansia.

“Seluruh lansia yang ada di sini kami anggap sebagai orang tua sendiri dan wajib dilayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan meliputi administrasi, pelayanan makan dan minum tiga kali sehari ditambah snack, pelayanan kesehatan, serta pembinaan rohani dan mental. Para lansia juga mendapatkan bimbingan mengaji, ceramah agama, hafalan ayat-ayat pendek, serta kegiatan senam lansia yang terjadwal setiap minggu.

“Hidup di panti ini bukan hanya menunggu akhir usia, tetapi tetap diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan membangun semangat hidup,” jelasnya.

Dengan keberadaan Panti Sosial Tresna Werdha Meci Angi, Abdul Nasir menegaskan bahwa masyarakat miskin dan tidak mampu sangat terbantu sehingga para lansia tidak terlantar dan tetap mendapatkan kehidupan yang layak.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini diharapkan membawa manfaat besar bagi para lansia serta menjadi ladang amal jariah bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya para muzaki BAZNAS Kota Bima. (Red)

Kabupaten Bima - Program Selasa Menyapa yang menargetkan pelayanan publik di Desa Doridungga dan Desa O,o kecamatan Donggo dan digelar Kamis (28/11/25) memberikan 10 jenis layanan yang bisa diakses dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa di Kecamatan Donggo.

‎Tercatat sembilan jenis layanan kesehatan dihadirkan oleh Dinas Kesehatan Bima yang menggandeng organisasi profesi antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI),
‎Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bima dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
‎Pelayanan Gizi, Promosi Kesehatan  (Promkes), dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) mencakup pengobatan gratis, kelas ibu hamil, Kelas gizi,  pembagian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bumil dan balita dan Penanganan Limbah Medis, 
‎Layanan lainnya yaitu Donor Darah, Pemeriksaan Golongan Darah, Penyuluhan dan Pemeriksaan gigi, Deteksi dini kanker payudara, Pelayanan Kesehatan Mata, Pelayanan Fisioterapi dan khitanan masal.
‎Sebanyak delapan dokter  bertugas di pos pelayanan kesehatan yang bertempat di SDN Doridungga dan Para dokter tersebut didukung oleh 76 personil tenaga medis lintas profesi yaitu tenaga gizi, Promosi Kesehatan , ahli kesehatan masyarakat dan Bidan Desa.
‎Selain Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KAB) Kabupaten Bima bermitra dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP)  Kabupaten Bima mengadakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting)
‎ 
‎Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, didampingi para Kepala OPD terkait, Camat Donggo dan Kades Doridungga, dalam peninjauan ke sejumlah titik pelayanan menyampaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kehadiran pusat layanan Pemerintahan di desa tersebut.
‎Dirinya juga berharap masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan dan menikmati kesehatan gratis. (Red).
Kabupaten Bima - Dinamikambojo.Net, Program Selasa Menyapa yang menargetkan pelayanan publik di Desa Tumpu dan Desa Kananga kecamatan Bolo dan digelar Rabu (10/9) memberikan 11 jenis layanan yang bisa diakses dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa Tumpu, Kananga dan  beberapa desa lainnya di kecamatan Bolo. 

Halaman SDN 7 Sila di Desa Tumpu, Kantor Desa Kananga dan beberapa tempat di sekitar  kantor desa setempat menjadi pusat beragam  layanan  publik termasuk kesehatan. 

Tercatat sembilan jenis layanan kesehatan dihadirkan oleh Dinas Kesehatan Bima yang menggandeng organisasi profesi antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI),  
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bima. 

Pelayanan Gizi, Promosi Kesehatan  (Promkes), dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) mencakup pengobatan gratis, kelas ibu hamil, Kelas gizi,  pembagian paket PMT bumil dan balita

Layanan lainnya yaitu  pemerksaan gigi gratis, khitanan masal, pembuatan jamban sehat, screening deteksi dini kanker rahim.

Sebanyak delapan dokter  bertugas di pos pelayanan SDN 7 Sila dan sembilan dokter di Kantor Desa Kananga. Para dokter tersebut didukung 110 personil tenaga medis lintas profesi yaitu tenaga gizi, Promosi Kesehatan dan bidan Desa.

Selain Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KAB) Kabupaten Bima bermitra dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP)  Kabupaten Bima mengadakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat)
 
Wabup dr. Irfan  didampingi Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H.Irfan   Pimpinan OPD terkait, Camat Bolo dan Kades Tumpu, dalam peninjauan ke sejumlah titik pelayanan menyampaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kehadiran pusat layanan Pemerintahan di desa-desa. 
Dirinya juga berharap masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan dan menikmati kesehatan gratis. (Red)

Kota Bima – Dinamikambojo.Net, Puskesmas Mpunda melaksanakan kegiatan Evaluasi Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Puskesmas Mpunda dan dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Mpunda, Bdn. Suharti, SST, bersama Tim CKG Puskesmas Mpunda. Rabu 10 September 2025.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang P3PL Dinas Kesehatan Kota Bima, Hj. Fitriani, S.KM., M.Kes, yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan program CKG yang dinilai mampu menjangkau masyarakat secara luas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mpunda.

Dalam evaluasi tersebut, dibahas berbagai capaian program, tantangan di lapangan, serta strategi peningkatan cakupan layanan kesehatan gratis ke depan. Tim CKG juga memaparkan data dan hasil pelaksanaan kegiatan selama periode berjalan.

Bdn. Suharti mengatakan kegiatan evaluasi ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai target serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan elemen masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan warga.

"Kami berharap ke depan, program CKG ini dapat semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat warga Kota Bima," ujar Suharti.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan rencana tindak lanjut untuk memperbaiki dan memperkuat program CKG di masa mendatang. (Red)

Bima - Dinamikambojo.Net, Pemerintah Kabupaten Bima bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Perwakilan Wilayah NTB  Kamis (28/8/2025) menggelar Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP-ATM) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah. 

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy yang memimpin pertemuan tersebut dalam arahannya mengungkapkan pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria yang harus dilakukan secara kolaboratif lintas sektor.

“Penyakit HIV/AIDS, TBC, dan malaria bukan hanya persoalan kesehatan semata, melainkan juga berdampak sosial, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat kita. 

Pertemuan penguatan forum kemitraan merupakan momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bima yang lebih sehat dan produktif.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, sektor pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat agar upaya pencegahan dan pengendalian ini dapat berjalan lebih efektif,” Ungkap Wabup di hadapan para pejabat OPD terkait, Camat, Kepala Puskesmas dan  perwakilan Baznas.

Sementara itu, Koordinator ADINKES Perwakilan Wilayah NTB Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M.Kes, memaparkan,  “Forum bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria di daerah. 

Melalui forum ini, kita ingin menyamakan persepsi, membangun kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang terintegrasi dengan program pembangunan daerah". Terangnya.

Pertemuan ini menghasilkan komitmen antara lain memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan akses masyarakat terhadap deteksi dini,  memperluas dukungan bagi pasien dan keluarga terdampak. memastikan integrasi program PP-ATM dalam perencanaan pembangunan daerah,  memperluas edukasi di sekolah-sekolah. (Red)

Kota Bima - Rekonsiliasi Data Peserta dan Iuran Jaminan Kesehatan Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah untuk triwulan I tahun 2025 dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Drs. H MUkhtar, M.H, Selasa (29/04/2025).

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan, Kepala KPPN dan Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima pada kegiatan yang berlangsung di Ruma Dining Santi tersebut.

H Mukhtar mengungkapkan bahwa pada triwulan I 2025 atau per 1 April 2025, sebanyak 164.174 jiwa atau 99,43 persen masyarakat Kota Bima telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan. Hal tersebut merupakan salah satu bukti pemerintah memberikan perlidungan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda juga menekankan pentingnya akurasi data peserta dan iuran untuk mendukung keberlangsungan program jaminan kesehatan yang adil dan berkelanjutan.

“Rekonsiliasi ini menjadi momen penting untuk memastikan bahwa data peserta yang didaftarkan pemerintah daerah sudah sesuai, baik dari sisi jumlah maupun status kepesertaan". Paparnya.

"Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk menjamin setiap peserta yang didaftarkan mendapatkan hak layanan kesehatan secara optimal.” Sambung Sekda.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya peserta PPU dan PBPU yang dibiayai pemerintah daerah, dapat berjalan lebih optimal di tahun 2025.



Kabupaten Bima - Kunjungan kerja di Kecamatan Sanggar, selain dimanfaatkan Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan kegiatan Safari Ramadan,  juga melakukan sejumlah kegiatan.

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy Wabup yang didampingi Inspektur Kabupaten Bima yang diwakili Irban Wilayah I M.Taufan Aga S.STP. MPH Jam: 10.10 WITA, begitu tiba di Puskesmas Sanggar, diterima oleh Plt. Kepala PKM Sanggar Evi Suarni, AMd. Keb dan langsung melakukan  Inspeksi  untuk  melihat dari dekat pelayanan kesehatan kepada masyarakat di PKM tersebut. 

Inspeksi dimulai pada pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk kemudian meninjau 12 ruang perawatan yang ada, ruang farmasi  hingga toilet di fasilitas kesehatan tersebut.

Pada setiap ruangan yang dikunjungi, Wabup dr. Irfan mendengarkan penjelasan terkait pelayanan di masing-masing ruangan,  kendala dan aspek yang diperlukan untuk memenuhi standar pelayanan medis.

Kita akan mengadakan rapat koordinasi khusus untuk masing-masing kluster pelayanan, mengacu pada masalah yang dihadapi serta solusi. Jadi kita tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas.  Semua harus mempunyai mimpi yang sama untuk menciptakan Bima yang lebih baik".  Terangnya. (***)




Kabupaten Bima - Dinamikambojo.Net, 
Momen silaturahmi dan tatap muka Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy dengan jajaran pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kabupaten Bima berlangsung penuh kekeluargaan Kamis (13/03/ 2025) berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Bima.

Silaturahmi diawali dengan perkenalan dengan para dokter yang hadir dan dilanjutkan dengan penjaringan aspirasi tenaga medis. Antara lain terkait perlunya pemerataan penempatan tenaga dokter yang mengabdi semua kecamatan. 

Menanggapi aspirasi para dokter tersebut Bupati Bima menjelaskan,  Pemerintah daerah akan kembali menelaah penempatan dokter agar sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara merata di semua unit pelayanan. Jumlah tenaga dokter di Bima sudah cukup tetapi yang perlu diterapkan kembali adalah penempatannya". Jelas Bupati. 

Selain mendapatkan arahan dari Bupati dr. Gadis Kristanto, dr. Titin dan puluhan dokter lainnya mendapatkan arahan dari Wakil Bupati Bima dr H. Irfan. 

"Salah satu pekerjaan besar yang harus dituntaskan adalah peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) bidang kesehatan.

Melalui program Selasa menyapa, seminggu sekali para dokter berada di tengah masyarakat untuk melakukan pengobatan gratis. Diharapkan IDI dapat terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut". Terang Wabup. (***)



Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, H Mukhtar melaunching Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Bima, bertempat di halaman Puskesmas Mpunda Kota Bima, pada Jum'at, 20 Desember 2024.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, Kepala Puskesmas se Kota Bima, Camat dan Lurah.

Sebagai informasi, Puskesmas Mpunda merupakan puskesmas pertama dari 7 puskesmas se Kota Bima yang menerapkan dan mengimplementasikan ILP terbaik. Penerapan terintegrasi ini dimulai dari tingkat posyandu, pustu hingga puskesmas dengan pelayanan sistem integrasi pelayanan primer. ILP ini bertujuan untuk mendekatkan pusat layanan kesehatan kepada masyarakat.

Dari 176 puskesmas se Nusa Tenggara Barat, hanya 10 puskesmas di NTB yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2024 tentang integrasi pelayanan primer, salah satunya puskesmas Mpunda yang mewakili Kota Bima.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, H Mukhtar, menyampaikan atas nama pemerintah Kota Bima mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan program Integrasi Layanan kesehatan Primer (ILP) ini.

Menurutnya, peluncuran program ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bima, khususnya pada tingkat layanan primer, yang merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

H Mukhtar mengaku bahwa sektor kesehatan adalah salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang mampu menjawab tantangan dalam penyediaan pelayanan yang cepat, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Semua elemen harus bersinergi agar integrasi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

H Mukhtar, menambahkan, pemanfaatan tekhnologi digital juga menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Tekhnologi akan membantu mengintegrasikan data kesehatan, mempercepat akses informasi dan meningkatkan transparansi dalam pelayanan. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan yang kompeten dan berdedikasi akan memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar sesuai dengan standar yang diharapkan.

Pj. Wali Kota Bima berharap program ILP ini tidak hanya menjadi solusi administrasi, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kota Bima.

"Mari kita jadikan program ini sebagai langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif dan sejahtera, lebih-lebih bermanfaat bagi kemajuan bidang kesehatan di Kota Bima," imbaunya. (***)



Kota Bima – Dinamikambojo.Net, Luar Biasa, Tim Medis AMANAH yang digagas oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima, H. Mohammad Rum dan Hj. Mutmainnah, Sebutan Aji Rum - Umi Innah, terus menggelar kegiatan pengobatan gratis, kali ini giliran warga di Lingkungan Bonto, Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota Kota Bima.

Kehadiran Tim medis AMANAH dalam rangka kegiatan pengobatan gratis dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada seluruh masyarakat kota Bima. Selasa (14/10/2024) sehingga berhasil menarik perhatian masyarakat setempat.

Tim medis yang terdiri dari perawat, dan relawan kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, dan pengobatan untuk berbagai penyakit umum. Selain itu, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.

Koordinator Tim Medis AMANAH,  MUHAMMAD RAYYAN. Str.Kep menjelaskan, "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Tim Medis terhadap masyarakat, terutama di daerah yang sulit mengakses layanan kesehatan. Kami berharap melalui pengobatan gratis ini, warga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang mereka butuhkan."

Ratusan warga antusias mengikuti pengobatan gratis. Mereka tampak bersemangat saat mendapatkan pelayanan dari tim medis, serta mendengarkan informasi kesehatan yang disampaikan. Beberapa warga juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tim Medis AMANAH atas inisiatif yang dilakukan.

Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar kesehatan warga tetap terjaga. Dengan adanya kegiatan ini, Tim Medis AMANAH berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Tim Medis AMANAH menegaskan komitmennya untuk terus melayani masyarakat dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan di wilayah Kota Bima. (Adv/Red).


Kota Bima – Dinamikambojo.Net, Puskesmas Mpunda menggelar program pemantauan dan pengawasan di tempat pengolahan makanan (TPM) yang berlokasi di Kelurahan Penatoi. 

Kegiatan bertujuan untuk menjaga kualitas makanan yang diolah serta memastikan keamanan pangan yang disajikan oleh para pemilik TPM.

Pada kesempatan tersebut tim kesehatan melakukan inspeksi terhadap kebersihan dan standar pengolahan makanan di berbagai TPM. 

Para petugas memberikan arahan kepada pemilik dan staf tentang praktik terbaik dalam menjaga keamanan pangan serta pentingnya pemenuhan standar kesehatan.

Kepala Puskesmas Mpunda, Rita Astuti, S. Kep, Ners menyatakan bahwa pemantauan rutin ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan tidak aman. 

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, kualitas makanan yang disajikan di Kelurahan Penatoi dapat terjaga dengan baik," ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Puskesmas Mpunda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keamanan pangan di masyarakat. 

Diharapkan dapat berlanjut secara berkala untuk memastikan kesehatan publik yang lebih baik. (***)


Kabupaten Bima - Plt. Bupati Bima H. Dahlan M.Noer didampingi Sekda Adel Linggi Ardi, SE,  Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah S.Pd,  Kadis Kesehatan Fahrurrahman SE., M.Si bertindak selaku Pembina apel pagi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Senin 7 Oktober 2024 di halaman kantor instansi tersebut.

Dahlan dalam arahannya dihadapan para pejabat Eselon III,  Eselon IV,  Pejabat Fungsional dan staf mengharapkan kepada jajaran Dikes untuk lebih cepat, tanggap dan menekankan konsep pelayanan yang profesional. 

Jajaran Dikes harus mampu mencermati dan mendukung upaya mewujudkan pelayanan yang profesional pada semua unit pelayanan di seluruh kecamatan dan desa". Harap Plt. Bupati. 

Selain pentingnya profesionalisme dalam pelayanan Plt. Bupati juga kembali menekankan pentingnya disiplin dalam bekerja. "Disiplin bukan hanya datang tepat waktu tetapi sikap dan perilaku juga harus baik'. Tandasnya. 

Usai apel, dilanjutkan dengan penyerahan 4 unit untuk pelayanan  Puskesmas total senilai Rp 1,5 milyar yang bersumber dari dana DAK dan Pokir anggota DPRD Kabupaten Bima.

Kepada para Kepala Puskesmas penerima bantuan, Dahlan meminta agar sarana ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan kepada masyarakat. Agar mobil dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, harus memperhatikan perawatan suku cadang (onderdil) secara teratur agar setiap saat dapat digunakan untuk pelayanan medis.

Perawatan mobil secara teratur akan dapat memberikan kenyamanan dalam pelayanan. Sehingga pelayanan prima bisa diakses oleh seluruh penerima layanan di semua kecamatan dan desa". Tutup Dahlan. (DM.001)



Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Dalam rangka mempererat hubungan antara calon Walikota dan Wakil Walikota Bima H. Mohammad Rum dan Hj. Mutmainnah (Aji Rum - Umi Innah), melantik Tim Medis AMANAH Kota Bima.

Tim medis yang dilantik tersebut memberikan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat di 41 Kelurahan di kota Bima.

Calon Wakil Walikota Bima Hj. Mutmainnah menyatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama dalam program pasangan AMANAH jika terpilih menjadi kepala daerah.

"Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bima, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan".

Dengan adanya Tim Medis AMANAH, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan pengobatan secara gratis dan berkualitas," ujar Umi Innah.

Umi Innah juga menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan bagi semua kalangan masyarakat.

"Kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Dengan adanya Tim Medis AMANAH, kami berharap bisa mengurangi angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota Bima," ungkap Umi Innah.

Tim Medis AMANAH terdiri dari tenaga medis yang berpengalaman dan siap memberikan pelayanan kesehatan secara professional kepada masyarakat.

Mereka akan melakukan kegiatan pengobatan gratis di 41 Kelurahan di kota Bima, sebagai bentuk komitmen Aji Rum dan Umi Innah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. "Alhamdulillah Tim Medis bersama Sinergi Muda AMANAH sudah melakukan pengobatan gratis di lingkungan Kelurahan Dara.

Dengan adanya Tim Medis AMANAH, diharapkan kesehatan masyarakat di Kota Bima bisa terjaga dengan baik dan angka kesakitan dapat diminimalisir. Semoga ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh warga kota Bima. (***)


Kabupaten Bima - Dinamikambojo.Net, Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat kabupaten Bima dihadiri dan dicanangkan secara langsung oleh Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Selasa (23/7) di Posyandu Kancil Desa Rite Kecamatan Ambalawi.

Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Fahrurrahman, SE, M.Si, Kepala DP3AP2KB Nurdin, S.Sos, Camat Ambalawi Abdul Muis S.Sos beserta Muspika Ambalawi.

Dalam sambutannya Wabup Dahlan mengapresiasi pencanangan PIN secara serentak pada semua kecamatan dan berterima kasih kepada tenaga kesehatan, guru dan terkhusus orang tua yang hadir membawa anak-anak untuk diberikan dua tetes manis vaksin polio dosis I. Jelasnya.

Wakil Bupati Dua Periode tersebut mengungkapkan bahaya nya virus Polio, "Karena virus Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, pencegahan menjadi pilihan kita agar generasi penerus bangsa bisa dapat tumbuh dengan sehat." Ujarnya dihadapan Kepala Puskesmas Ambalawi, Kades Rite Ambalawi, Kepala Sekolah dan Guru di kecamatan Ambalawi.

Dahlan juga berharap peran aktif para pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, keluarga, hingga tokoh masyarakat, agar menghadirkan sasaran ke tempat pos pelayanan PIN Polio.

Kepada Dinas Kesehatan Fahrurrahman SE, M.Si dalam laporannya memaparkan, pelaksanaan PIN Polio merupakan program pemutus rantai penularan polio.

"Suksesnya pemutusan rantai penularan virus pilio ditandai dengan cakupan seluruh sasaran untuk Kabupaten Bima sebanyak 77.941 anak berusia 0 sampai 7 tahun." Imbuh mantan Kadis Kominfostik ini.

Pencanangan PIN Polio secara simbolis ditandai pemberian 2 tetes vaksin kepada 3 orang anak dan pelepasan balon Penetasan Vaksin Polio oleh Wakil Bupati, didampingi Kadis Kesehatan, Kepala DP3AP2KB, Camat beserta Muspika Ambalawi. (DM.001).



Kabupaten Bima - Setelah menghadiri reakreditasi  beberapa Puskesmas di wilayah kabupaten Bima, Rabu (13/12) Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M.Noer kembali membuka secara resmi kegiatan survey Akreditasi BLUD Puskesmas Monta oleh Lembaga Akreditasi Prima Husada (LAPH) yang dipimpin oleh Surveyor TKPP dr. Resna Hermawati, Sp. Pk. (K) dan TKSD H. Junaidin, SKM, MM.

Wabup Dahlan dalam sambutannya  mengatakan jajaran Dinas Kesehatan dan dan semua fasilitas pelayanan kesehatan harus selalu mengedepankan pelayanan yang berkualitas, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal lainnya, profesionalisme kerja dalam melayani masyarakat merupakan pilar penting juga dalam survei akreditasi ini. Terangnya.

Wabup Dahlan berharap agar Puskesmas dapat terus berkomitmen  meningkatkan kapabilitas dan mutu pelayanan. Dengan memberikan jaminan mutu, kepuasan dan perlindungan, kita akan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat". Imbuh Dahlan. 

Sementara itu, Surveyor Ketua TKPP dr. Resna Hermawati, Sp. Pk. (K) dalam pengantarnya mengungkapkan, akreditasi ini sesuai dengan yang telah diamanahkan oleh Kementerian Kesehatan bagi pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan. Upaya ini diharapkan dapat dilaksanakan serentak dan seluruh fasilitas kesehatan pada tahun 2024 sudah terakreditasi". Jelasnya. 

Survei akreditasi BLUD PKM Monta selain dihadiri dan dibuka Wakil Bupati Bima juga turut dihadiri anggota DPRD Provinsi NTB Abdul Rauf, ST, MM, Anggota DPRD Kabupaten Bima Muhammad Sidik,SH, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Fahrurrahman, SE, M.Si, Camat Monta Muktamirin, S.IP, beserta Unsur Muspika, Kepala Puskesmas Monta Ns. H. Abdul Salam, S.Kep. (DM.001)


Kabupaten Bima - Wakil Bupati Bima Drs.H. Dahlan M.Noer Jumat (8/12) menghadiri kegiatan penilaian Re-Akreditasi sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) Rumah Sakit dan Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima. 

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah penilaian akreditasi di Aula RSUD Sondosia yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada (LARS -DHP).

Wabup didampingi Kepala BKD dan Diklat H.Abdul Wahab Usman SH. M.Si, Kadis Kesehatan Fahrurahman SE., M.Si, Sekretaris Dikes Nurul Wahyuti SE, ME dan para Kabid instansi tersebut. 

Dihadapan Tim Asesor, dokter dan pegawai RSUD Sondosia, Wabup dalam arahannya menjelaskan,  kegiatan penilaian akreditasi tahun 2023 ini merupakan salah satu upaya untuk menilai kesiapan Rumah Sakit dalam peningkatan mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat.” 

Karena itu, Pemerintah Daerah, terus berupaya agar RSUD kabupaten Bima ini dapat dilakukan penataan yang lebih baik baik aspek infrastruktur, alat medis dan pembenahan manajemen.

Harapan besar Sondosia dapat terakreditasi baik dan dapat meraih status paripurna dan yang terpenting dapat memberikan pelayanan  paripurna kepada masyarakat". Tandasnya.

Setelah acara di RSUD Sondosia, Wabup selanjutnya bertolak ke PKM Belo untuk melakukan wawancara pimpinan dengan tim surveyor akreditasi PKM Belo   terkait dukungan dan komitmen Pemda utk peningkatan mutu layanan di Puskesmas. (DM.001)


Kota Bima - Puskesmas Penanae Kota Bima berhasil meraih pengakuan prestisius dengan menerima Sertifikat Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Prestasi ini patut diapresiasi mengingat puskesmas ini beroperasi dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Meskipun begitu, semangat kerja dan kinerja pelayanan kesehatan di puskesmas ini tetap prima. Rabu, 8 November 2023.

Rusdin, S.KM, selaku Kepala Puskesmas Penanae, menyatakan bahwa keterbatasan yang ada justru menjadi pemicu bagi seluruh jajaran ASN Puskesmas Penanae untuk berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Rusdin menjelaskan bahwa Sertifikat Akreditasi Paripurna ini membuktikan bahwa Puskesmas Penanae memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dan hal ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. 

Kesuksesan Puskesmas Penanae menjadi inspirasi bagi puskesmas lainnya untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, meskipun dalam kondisi yang mungkin terbatas.

"Saya sampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran ASN Puskesmas Penanae yang telah bekerja optimal dan penuh ketulusan dalam memberikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat. 

Saya bangga dengan potensi dan kompetensi yang dimiliki oleh seluruh staf dalam mengemban tugas sebagai tenaga kesehatan yang berkualitas", pungkas Kepala Puskesmas Penanae. (DM.003).


Kota Bima - Dinamikambojo.com, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE membuka Sosialisasi dan Launching Inovasi Pelayanan Puskesmas Paruga, bertempat di Aula Puskesmas Paruga Kota Bima, Rabu, 9 Agustus 2023.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bima didampingi oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Dikbud, Kepala BNNK Bima, Kepala BRIDA, Camat Rasanae Barat dan Kepala Puskesmas Paruga.

Kepala Puskesmas Paruga dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 7 Inovasi yang di usulkan, hanya 4 yang lolos di Kemendagri.

"7 Inovasi dan 4 yang lolos di Kemendagri, Insya Allah Inovasi ini memberi dorongan bagi masyarakat dan membawa nama Kota Bima dalam bidang Kesehatan ke permukaan," ucapnya.

Lanjut, beliau menyampaikan bahwa keempat Inovasi yang lolos tersebut adalah Inovasi Donor Buah, Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS, Inovasi Madu Penting Mas dan Inovasi Gercep.

"Inovasi Donor Buah bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah gizi di masyarakat dan diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan dan perilaku masyarakat untuk mengkonsumsi buah dalam pemenuhan gizi," jelasnya.

Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS merupakan singkatan dari Remaja Sehat Tanpa Rokok, Narkoba dan Penyakit Menular Seksual.

"Tujuan kami dalam Inovasi Rehat Tanpa Rona PMS ini adalah untuk meningkatkan Health Literasi pada remaja tentang Perilaku Merokok, Penyalahgunaan Napza dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR)," ucapnya.

Sedangkan untuk Inovasi Madu Penting Mas merupakan singkatan dari Managemen Terpadu Penanganan Stunting di Puskesmas yang bertujuan untuk percepatan penurunan angka Stunting khususnya di wilayah kerja Puskesmas Paruga dan Kota Bima pada umumnya.

"Inovasi Madu Penting Mas ini merupakan suatu sistem dalam memadukan berbagai program yang terkait di Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yaitu ada program Gizi, KIA, UKM, UKS, TB, ISPA, DIARE, KESPRO dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) meliputi Poli MTBS/Anak, Poli KIA, Poli Remaja, dan KBR serta melibatkan lintas sektoral dalam penanganan Stunting," jelasnya.

Terakhir Inovasi Gercep merupakan singkatan dari Gerakan Cepat Preeklamsia atau keracunanan kehamilan pada ibu hamil.

"Inovasi ini dikarenakan pada tahun lalu ada 2 ibu hamil yang mengalami keracunan kehamilan, sehingga ini memotivasi kami untuk mencetuskan  Inovasi Gercep, dengan adanyanya inovasi ini kita dapat melakukan pendeteksian secara dini sehingga preeklamsia ini bisa kita cegah lebih cepat" ungkapnya.

Wali Kota Bima dalam sambutannya menyambut baik atas 4 Inovasi yang akan di Lounching pada hari ini.

"Dinas Kesehatan dari tahun ketahun ini saya lihat selalu meningkat dalam hal inovasi, tapi saya ingin inovasi ini jangan sampai tidak berjalan dan dampak positifnya harus dirasakan oleh masyarakat kita, karena bukan berapa banyak inovasi yang kita bisa lahirkan, namun bagaimana inovasi ini dapat memberikan dampak positif dari sisi kesehatan dan juga ekonomi, jadi inovasi yang dihasilkan oleh Pemerintah ini dapat melindungi masyarakat," ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa keempat inovasi tersebut jangan sampai hilang dan harus tetap dipertahankan.

"Bila perlu diupgrade inovasi-inovasi tersebut sehingga ketajamannya lebih bagus, buatkan payung hukum, agar ada rekam jejak dari tahun ke tahun atas dampak apa yang telah diberikan dari inovasi tersebut kepada masyarakat, dengan begitu kita bisa mengukur mana inovasi kita yang kompatibel untuk dijadikan Icon, agar bagaimana inovasi yang menjadi Icon tersebut diduplikasi oleh daerah lain, semakin diduplikasi maka citra kita semakin bagus," ucapnya.

Beliau berharap agar keempat inovasi yang akan dilaunching tidak sekedar mengedukasi tapi juga memberikan suatu manfaat kesehatan bagi masyarakat Kota Bima.

"Buatkan grafik yang bisa kita ukur, dan harus punya target pada setiap inovasi yang ada, agar pada tahun sekian sudah berapa masalah kesehatan yang telah kita seleseikan melalui inovasi ini, semakin banyak masyarakat yang kita obati tentu itu semakin baik," tuturnya.

Di akhir sambutannya beliau menginginkan agar 4 inovasi yang ada di Puskesmas Paruga dapat diperluas di Kota Bima.

"Saya harap inovasi-inovasi ini dapat diperluas Paruga jangan hanya jadi penggagas, tapi disebarluaskan keilmuannya agar dapat diduplikasi oleh puskesmas-puskesmas lain," tutupnya. (MD.004)