Articles by "Kota Bima"
Tampilkan postingan dengan label Kota Bima. Tampilkan semua postingan


Kota Bima, Media Dinamikambojo — SDN 12 Sarae Kota Bima terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi para murid melalui program “Ngaji Morning”, sebuah program Pembinaan Tuntas Baca Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah.

Program tersebut dirancang untuk memastikan seluruh murid memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, murid dikelompokkan mulai dari tahap mengenal huruf hijaiyah, Iqra’ 1, hingga kelompok murid yang telah lancar membaca Al-Qur’an.

Keunikan Ngaji Morning terletak pada keterlibatan seluruh guru SDN 12 Sarae Kota Bima. Pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi seluruh guru turut mengambil bagian sebagai pembimbing sesuai dengan kelompok kemampuan masing-masing murid.

Kolaborasi tersebut membuat proses pendampingan menjadi lebih intensif. Setiap murid mendapatkan perhatian dan bimbingan yang disesuaikan dengan kemampuan mereka, sehingga proses belajar membaca Al-Qur’an diharapkan berlangsung lebih efektif dan terarah.

Program Ngaji Morning sekaligus menjadi penguat inovasi Bintang Al-Qur’an (Ngaji Sore) yang sebelumnya telah berjalan di SDN 12 Sarae Kota Bima. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, SDN 12 Sarae Kota Bima menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter murid agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah berharap Ngaji Morning dapat menjadi ikhtiar yang penuh keberkahan dalam mewujudkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

“Mencetak Generasi Qur’ani, Membangun Masa Depan Gemilang.”

Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah, SDN 12 Sarae Kota Bima optimistis budaya Qur’ani dapat semakin tumbuh dan menjadi bagian dari karakter setiap murid. (Red)


Kota Bima - Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas strategis di kawasan Masjid Terapung Amahami dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Bima, Selasa (21/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Rasanae Barat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas umum di kawasan tersebut berada dalam kondisi aman, nyaman, bersih, dan berfungsi secara optimal sebagai penunjang pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengecek secara langsung sejumlah sarana dan prasarana vital, mulai dari toilet umum, pos Satpol PP, hingga sistem kamera pengawas (CCTV). Ia menegaskan bahwa kualitas fasilitas publik harus terus dijaga agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.

"Pembangunan tidak hanya sebatas menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dirawat dan dikelola dengan baik sehingga tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tegas Wali Kota.

Berdasarkan hasil peninjauan, Wali Kota menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pembenahan terhadap sejumlah temuan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan aspek kebersihan, keamanan, dan kelayakan fasilitas.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga dan merawat aset daerah sebagai bentuk tanggung jawab bersama, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan fasilitas yang layak, nyaman, dan terpelihara dengan baik bagi seluruh masyarakat. (Red)


Medan - Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang berlangsung di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, H. Rahman didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, H. Junaidin, ST. Rakornas dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan mengusung tema "Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Mendukung Swasembada Pangan."

Rakornas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memastikan setiap program dapat diimplementasikan secara tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Bima dalam Rakornas tersebut merupakan wujud komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dengan arah pembangunan nasional. Sebagai daerah pesisir yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, Kota Bima siap mendukung berbagai program pemerintah pusat yang berorientasi pada peningkatan produktivitas perikanan, kesejahteraan nelayan, serta penguatan ketahanan pangan.

Melalui Rakornas ini, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah sehingga berbagai program prioritas di sektor kelautan dan perikanan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)

Kota Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Sekretaris Daerah Kota Bima, pimpinan BUMN, serta seluruh anggota TPID Kota Bima. Jum,at (03/07/26).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta rapat. Atas nama Pemerintah Kota Bima, ia berharap forum koordinasi tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di daerah.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bima termasuk daerah dengan tingkat inflasi yang cukup tinggi di Provinsi NTB. Meski demikian, TPID Kota Bima terus menunjukkan respons cepat melalui berbagai upaya, seperti pelaksanaan operasi pasar murah secara rutin, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, serta pemantauan harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, menurutnya masih terdapat beberapa komponen penyumbang inflasi yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah, salah satunya adalah kenaikan harga tiket pesawat.

Oleh karena itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bima yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi TPID tingkat Provinsi NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di Kota Bima, tetapi juga dialami oleh sejumlah kabupaten/kota di Pulau Lombok. Meski demikian, secara bertahap angka inflasi mulai menunjukkan tren penurunan berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar seluruh pihak.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka statistik semata, tetapi juga harus memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan maupun penurunan harga di lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.

Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta rapat. Ia berharap pertemuan ini semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh anggota TPID dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Red)


Kota Bima - Pemerintah Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, didampingi Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, di Aula Maja Labo Dah, Selasa (30/06/2026).

Rakor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bagian, Camat, serta Lurah se-Kota Bima.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Bima, yakni peningkatan inovasi daerah, pengawasan distribusi LPG bersubsidi, serta optimalisasi penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.

Pada bidang inovasi, Wali Kota menargetkan Kota Bima mampu meraih predikat sebagai kota yang inovatif. Untuk itu, setiap kepala perangkat daerah diwajibkan mengajukan sedikitnya dua inovasi yang diinput ke dalam sistem inovasi daerah.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyampaikan bahwa hingga saat ini baru tujuh perangkat daerah yang telah menginput inovasi. Sementara sejumlah OPD, khususnya yang menyelenggarakan pelayanan dasar seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta DPMPTSP masih belum menyampaikan data inovasi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan menurunnya semangat bekerja dan berinovasi.

"Jangan karena kondisi fiskal kita terbatas, kinerja ikut menurun. Ingat, kerja adalah ibadah dan amanah. Jika diniatkan sebagai ibadah, maka prosesnya akan terasa ringan dan hasilnya pun akan baik. Terlebih perangkat daerah yang menyelenggarakan pelayanan dasar memiliki tanggung jawab besar kepada masyarakat," tegasnya.

Selain itu, Rakor juga membahas perkembangan penanganan kelangkaan dan kenaikan harga LPG bersubsidi. Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah telah menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat koordinasi bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bagian Koperindag, dan Bagian Ekonomi. Ia meminta seluruh pihak terkait terus turun ke lapangan untuk memantau dinamika distribusi LPG agar potensi kelangkaan maupun lonjakan harga dapat diantisipasi secara maksimal.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Koperindag menyampaikan bahwa hasil inspeksi mendadak menunjukkan tren distribusi LPG mulai membaik. Beberapa pangkalan yang terbukti menjual di luar ketentuan telah diberikan teguran dan dikonfirmasi kepada Pertamina untuk diberikan sanksi berupa pembatasan kuota apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, koordinasi dengan agen terus diperkuat agar bertindak tegas terhadap pangkalan yang menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga menyoroti masih adanya pengecer yang tidak memiliki izin, sementara pengawasan pemerintah hanya dapat dilakukan terhadap pangkalan resmi.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi menjelaskan bahwa pemerintah telah memperkuat koordinasi bersama aparat Kelurahan Nae, Penaraga, dan Rabangodu Utara dengan menghadirkan agen dan seluruh pangkalan LPG di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan. Pemerintah Kota Bima melalui Bagian Ekonomi juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk penambahan pasokan (extra dropping), sehingga telah disalurkan tambahan sebanyak 2.060 tabung LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota meminta camat, lurah, RT/RW, serta unsur tiga pilar kelurahan terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan aktif melakukan pengawasan distribusi LPG. Ia menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Bagian Koperindag agar dapat segera ditindaklanjuti.

Wali Kota juga meminta Bagian Koperindag dan Bagian Ekonomi melakukan inspeksi secara rutin, tidak hanya ketika terjadi persoalan.

"Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya saat ada masalah. Berikan sanksi tegas kepada pelaku yang melakukan penyimpangan agar menimbulkan efek jera," ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah memanfaatkan media sosial resmi masing-masing agar masyarakat mengetahui setiap tindak lanjut atas berbagai aspirasi maupun pengaduan yang telah disampaikan.

"Publikasikan setiap tindak lanjut yang telah dilakukan pemerintah. Masyarakat kita kritis dan perlu mengetahui bahwa setiap persoalan yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti," pesannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima menegaskan bahwa semangat kerja menjadi kunci dalam menghadirkan pemerintahan yang responsif dan inovatif. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan dasar merupakan kewajiban pemerintah yang harus dipenuhi secara optimal, sementara persoalan distribusi LPG dapat diselesaikan apabila seluruh unsur pemerintah bekerja secara sistematis, cerdas, dan saling bersinergi hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.

"Responsif dan inovatif lahir dari semangat kerja. Selama kita bekerja dengan niat pengabdian dan ibadah, maka setiap persoalan akan dapat kita selesaikan bersama," pungkas Wakil Wali Kota. (Red)


Kota Bima – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bima menggelar kegiatan pembinaan bagi calon penerima manfaat program Z-Rup, Z-Kios dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).

‎Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S.Pdi menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui berbagai program produktif.

‎"Dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan oleh para muzaki kami salurkan dan kelola untuk mendorong kemandirian masyarakat. Salah satunya melalui program pembinaan dan pengembangan UMKM," ujarnya.

‎Menurutnya, para pelaku usaha kecil memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga. Melalui usaha yang dijalankan, mereka berikhtiar mencari rezeki yang halal sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

‎Karena itu, BAZNAS hadir untuk mendampingi para pelaku usaha melalui pemberian bantuan modal usaha, pelatihan manajemen, hingga pendampingan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dan berkembang.

‎"Bapak dan Ibu adalah pahlawan ekonomi keluarga. BAZNAS hadir untuk membersamai ikhtiar tersebut melalui berbagai program pemberdayaan agar usaha yang dijalankan dapat naik kelas dan semakin mandiri," katanya.

‎Ketua BAZNAS juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pasar.

‎Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan pembinaan tersebut dengan sebaik-baiknya, mulai dari menyerap materi yang diberikan, menerapkan strategi usaha yang diperoleh, hingga membangun jejaring yang positif dengan sesama pelaku UMKM.

‎"Harapan kami, melalui program pendampingan ini, usaha yang dijalankan semakin berkembang sehingga para penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi. Bahkan ke depan, mereka yang saat ini berstatus mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat," ungkapnya.

‎Mengakhiri arahannya, Ketua BAZNAS Kota Bima mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat, integritas dan terus berinovasi dalam mengembangkan usaha masing-masing.

‎"Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah dan usaha kita semua serta memberikan keberkahan bagi usaha yang dijalankan," tutupnya. (Red)