Kota Bima — Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, S.H. bersama jajaran melakukan kunjungan lapangan pada lokasi Drainase Primer Ruas Penatoi–Santi yang berada di wilayah Kelurahan Santi dan Kelurahan Monggonao. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan fasilitasi warga Kelurahan Monggonao RT 07/RW 03 terkait pelaksanaan proyek normalisasi dan pembangunan infrastruktur drainase di kawasan tersebut.
Kunjungan lapangan tersebut dilaksanakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima, Lurah Monggonao, Sekretaris Lurah Santi, serta melibatkan warga masyarakat yang terdampak langsung oleh pekerjaan konstruksi.
Ketua DPRD Kota Bima turut didampingi oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Bima, yaitu Amir Syarifuddin, S.HI, Vivi Deliana Febrianti, dan H. Erwinsyah. Kehadiran unsur legislatif bersama instansi teknis ini bertujuan untuk memastikan penanganan persoalan dilakukan secara komprehensif, objektif, dan berkeadilan.
Dalam peninjauan tersebut, diketahui bahwa pekerjaan yang direncanakan berupa konstruksi L-Gutter sebagai bagian dari sistem drainase primer dengan lebar sekitar 6 meter dan tinggi ±3,5 meter. Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan mengalami kendala serius akibat permasalahan lahan, khususnya keberatan dari salah satu pemilik lahan atas nama Bapak Fauzi, yang lahannya terdampak langsung oleh rencana konstruksi.
Ketua DPRD Kota Bima menegaskan bahwa persoalan lahan menjadi faktor krusial yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar pekerjaan konstruksi dapat dilanjutkan tanpa menimbulkan konflik di kemudian hari.
Menurutnya, penyelesaian permasalahan tersebut harus dilakukan melalui musyawarah, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Lebih lanjut, Ketua DPRD menyampaikan komitmen DPRD Kota Bima untuk berperan aktif menjembatani komunikasi antara warga, pemerintah daerah, dan pihak BBWS NT I guna menemukan solusi terbaik atau win-win solution, sehingga proyek strategis ini dapat berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat maksimal dalam pengendalian banjir dan peningkatan kualitas lingkungan.
Melalui kunjungan lapangan ini, diharapkan seluruh pihak memperoleh pemahaman yang sama terhadap kondisi faktual di lapangan, serta dapat segera merumuskan langkah tindak lanjut yang tepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (Red)
Post A Comment:
0 comments: