Kota Bima - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Lapangan Serasuba mulai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap proyek revitalisasi alun-alun kota yang tak kunjung tuntas sepenuhnya.
Meski sebelumnya pejabat Pemerintah Kota Bima sempat menjanjikan pekerjaan rampung pada akhir Desember 2025, kenyataan di lapangan hingga pertengahan Januari 2026 menunjukkan pagar seng masih berdiri kokoh menutupi area tersebut.
Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi para pedagang. Penutupan akses lapangan dalam waktu yang lama menyebabkan penurunan drastis jumlah pengunjung, yang berujung pada merosotnya penghasilan PKL.
"Janji awalnya Desember sudah bisa dibuka dan digunakan kembali, tapi sampai sekarang pagar seng masih ada. Kami sangat kesulitan mencari nafkah kalau kondisinya begini terus," ujar Kaharudin salah satu PKL setempat
Diceritakannya, saat pekerjaan proyek dilakukan tahun 2025 lalu. Para di Lapangan Serasuba ditempatkan dipinggir troktoar dan bahu jalan serta ada yang digusur.
"Janji pemerintah hanya 3 bulan. Namun nyatanya proyek di Lapangan Serasuba masih amburadul. Dan pagarnya belum dibongkar. Katanya ada proyek lagi tahun ini," jelas Kaharudin warga asal Kelurahan Jatiwangi, Selasa (14/1/2026).
Kata dia, saat ini sudah banyak PKL yang bangkrut dan merasa kecewa, karena selain posisi tempat jualan yang terganggu karena pagar proyek. Ditambah lagi janji Walikota saat turun cek lokasi proyek yang mengecewakan PKL yang asli berdagang di Lapangan Serasuba.
"Saat Walikota turun cek proyek lapangan. Janjinya ke pedagang akan diberikan rombong dengan warna cat yang seragam. Namun saat pembagian rombong yang dapat malah bukan PKL di Serasuba," sorotnya.
"Bahkan ada yang tidak berdagang sebelumnya yang dapat bantuan dari Koperindag. Nanti kita cek, ke mana rombong itu dijual oleh yang dapat bantuan dari koperindag," sambungnya penuh kecewa.
Ia berharap pagar proyek dapat dibongkar dan pedagang kaki lima bisa berdagang dengan normal.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima melalui Kepala Dinas, Didi Fahdiansyah, memberikan penegasan bahwa pagar seng memang belum akan dibongkar dalam waktu dekat. Alasan utamanya adalah adanya kelanjutan pekerjaan Tahap II pada tahun 2026 ini.
Untuk informasi, pekerjaan penataan Lapangan Serasuba menghabiskan anggaran daerah Rp 3.2 milyar dan kini jadi sorotan masyarakat, termasuk anggota DPRD, lantaran hasil pekerjaannya tak kunjung diperlihatkan pada masyarakat, setelah pagar seng keliling proyek tak kunjung dibongkar. (Red).
Home
Berita
Kota Bima
Pemerintah
PKL
Pagar Proyek Belum Dibongkar, PKL Lapangan Serasuba Terancam Bangkrut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Post A Comment:
0 comments: