Articles by "Honorer"
Tampilkan postingan dengan label Honorer. Tampilkan semua postingan

Kota Bima - Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, menerima audiensi dari Aliansi Honorer Non Database Gagal/TMS CPNS 2024 di ruang kerjanya pada Rabu (10/12/2025). Dalam agenda tersebut, Wali Kota didampingi oleh Asisten III Setda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Saleh, serta Kepala BKPSDM Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin, MAP.

Audiensi berlangsung hangat dan menjadi ruang penyampaian aspirasi bagi ratusan honorer Kota Bima yang hingga kini belum terakomodasi dalam skema PPPK Paruh Waktu. Kondisi ini terjadi akibat minimnya informasi teknis dari pemerintah pusat pada saat itu, sehingga sebagian honorer memilih mengikuti seleksi CPNS 2024. Padahal, berdasarkan ketentuan, peserta yang mengikuti seleksi CPNS tidak lagi diperbolehkan mengikuti seleksi PPPK. Akibatnya, lebih dari 300 honorer belum tercover hingga saat ini.

Dalam kesempatan itu, salah satu perwakilan aliansi menyampaikan maksud kedatangan mereka. Ia menegaskan bahwa aspirasi yang dibawa bukanlah bentuk tekanan kepada pemerintah, melainkan wujud harapan agar para honorer tetap mendapat ruang dan perhatian.

“Kehadiran kami janganlah diangap sebagai ancaman bagi pemerintah, melainka kami hadir untuk menyampaikan harapan. Kami mohon agar teman-teman yang sempat dirumahkan dapat kembali dipertimbangkan," harapnya.

Ia juga menambahkan permohonan agar para honorer non-PPPK Paruh Waktu dapat diusulkan kembali ke pemerintah pusat supaya terakomodir. Dan terakhir harapnya, Ia meminta honorer yang kini dirumahkan diberi kesempatan kembali untuk mengabdi, meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada.

"Kami hanya berharap bisa kembali bekerja, meskipun dengan honor yang minim. Bahkan bila diperlukan tanpa honor sekalipun, yang penting kami bisa tetap mengabdi,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Bima menyampaikan rasa hormat serta apresiasinya kepada seluruh perwakilan aliansi honorer yang hadir diruang kerjanya.

“Saudara-saudara sekalian adalah bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Bima. Kehadiran kalian bukan ancaman. Justru kalian adalah anak-anak daerah yang harus kami rangkul dan perhatikan,” ujar Wali Kota.

Namun demikian, H. A Rahman menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengusulkan kembali honorer yang tidak tercover PPPK Paruh Waktu, karena kewenangan sepenuhnya berada pada pemerintah pusat.

“Saat ini pemerintah daerah belum memiliki ruang untuk mengajukan kembali formasi honorer yang belum terakomodir. Tetapi apabila pemerintah pusat membuka peluang dan meminta data tambahan, kami siap mengusulkan kembali nama-nama yang belum terdata,” jelas Aji Man sapaan akrabnya.

Sebagai bentuk alternatif solusi, Aji Man juga menyampaikan bahwa skema outsourcing dapat menjadi opsi penempatan bagi honorer Non Database, menyesuaikan dengan regulasi dan kebutuhan OPD.

Di akhir pertemuan, Wali Kota memberikan dorongan moral kepada seluruh honorer yang hadir.

"Jangan berkecil hati. Tetaplah semangat dan yakin bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya," tutupnya pada agenda tersebut. (Red)


Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Penjabat Wali Kota Bima, H Mukhtar memimpin apel gabungan pertama di tahun 2025, pada Senin, 6 Januari 2025.

Apel gabungan yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Bima ini dihadiri Pj. Sekda Kota Bima, Staf Ahli Wali Kota, Asisten, seluruh Kepala Perangkat Daerah, kepala bagian, Camat, Lurah dan seluruh ASN lingkup Pemerintah Kota Bima.

Pj. Wali Kota Bima, H Mukhtar mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah, karena selama kurun waktu tahun 2024 banyak sekali penghargaan yang didapatkan, juga tidak sedikit pula catatan yang menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dimasa mendatang.

H Mukhtar juga menyoroti tentang seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2024 yang telah berjalan dengan baik.

"Sesuai arahan Pemerintah Pusat, pada tahun 2025 dan seterusnya, pemerintah daerah tidak boleh mengangkat tenaga honorer atau apapun namanya," ujar Pj. Wali Kota Bima.

"Bulan lalu saya sudah keluarkan edaran untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer karena nanti akan bermasalah tidak akan di gaji," tegasnya.

Mukhtar menambahkan, bagi tenaga honorer yang mengikuti seleksi PPPK tahun anggaran 2024 yang tidak mendapatkan formasi akan disiapkan mekanisme part time atau paruh waktu, tinggal menunggu regulasi selanjutnya dari pemerintah pusat.

"Saya tekankan kepada kepala OPD, saya serahkan sepenuhnya kepada OPD, jangan lagi ada alasan, intinya tidak ada lagi penerimaan tenaga honorer," pungkasnya. (***)



Kota Bima.-Upaya keras mantan Pj Wali Kota Bima, H. Mohammad Rum ingin menuntaskan masalah honorer tahun ini akhirnya terwujud. Pasalnya, Kota Bima baru-baru ini mendapatkan formasi untuk PPPK Tahun 2024 sebanyak 1.197, dengan Rinciannya untuk formasi Guru 275, Tenaga Kesehatan (nakes) 146 dan untuk Tenaga Teknis 776, totalnya 1.197 orang.


Lebih dari Seribu honorer K2 Kota Bima yang sudah lama mengabdi menyampaikan rasa haru dan bersyukurnya setelah mendengar informasi tersebut.

Ketua Forum Persatuan Tenaga Teknis Indonesia (PTTI) dan K2 Kota Bima, Dedi Alfarianto, SH kepada Media, Senin (3/9/2024) menceritakan upaya yang luar biasa dilakukan oleh H. Mohammad Rum saat menjabat 10 bulan dalam memperjuangkan nasib dan masa depan honorer K2 di Kota Bima dengan Nawaitu Lillahi Taala.

"Kami sudah lama mengabdi, menunggu kepastian dari pemerintah, dan bersyukur H. Mohammad Rum yang Luar biasa begitu pedulinya memperjuangkan nasib kami," ungkap Dedi sambil menangis karena merasa terharu.

Dedi bercerita sambil meneteskan air mata atas perjuangan H. Mohammad Rum yang membawa langsung formasi ke pusat sehingga Kota Bima mendapatkan formasi lebih dari seribu, dengan demikian seluruh honorer K2 di Kota Bima tuntas tahun ini.

"Kami honorer sudah lama mengabdi, kami cukup terharu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," bebernya.

Sebagai warga negara yang baik yang dijamin oleh negara hak pilihnya, Dedi ungkapkan bahwa ia tidak akan berdiam diri, ia akan bergerak membalas budi kebaikan H. Mohammad Rum, karena menurutnya berkat kepedulian H. Mohammad Rum sehingga nasib honorer K2 menjadi jelas.

"Tentu dalam hal ini kami tidak bisa berdiam diri. Sebagai warga negara Indonesia kami memiliki hak pilih, tanpa dipaksa, kami sepakat, wajib hukumnya membalas budi karena beliau orang baik," ucapnya.

Dedi juga ceritakan perjuangannya bersama teman-teman honorer lainnya yang selama ini tidak dihiraukan orang pemangku jabatan, namun hanya H. Mohammad Rum mau mendengarkan dan serius memperjuangkan apa yang menjadi hak para honorer K2 di Kota Bima.

Dedi juga sampaikan, dalam waktu dekat ia bersama puluhan honorer K2 berencana akan mendatangi H. Mohammad Rum untuk menyampaikan terimakasih secara langsung.

Dedi juga sampaikan harapannya kepada BKPSDM Kota Bima agar mempermudah seleksi administrasi bagi honorer K2. Seperti bila ada kesalahan ketik nama dan lain sebagainya tidak dipersulit dan agar dipermudah.

"Kami mohon kepada BKPSDM Kota Bima agar mempermudah segala urusan honorer K2," harapnya. (***)

Kota Bima - Ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Lulusan Passing Grade (FGLPG) Kota Bima, rabu (9/11/2022) mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan DPRD Kota Bima untuk mengadukan masalah rekrutmen PPPK Formasi guru khusus dari tenaga honorer tahun 2022.

310 guru dari tingkat TK, SD hingga SMP diterima langsung oleh kepala Dikbud, Supratman didampingi Kabid Dikdas di teras kantor setempat.

Nasruddin mewakili para guru honorer menyampaikan sejumlah masalah jadi temuannya mereka, dari 152 guru diumumkan lulus pekan lalu, ada sejumlah guru yang ternyata lulus dengan ijazah D2. Sementara syarat lulusan PPPK Guru minimal S1 atau D4.

Kemudian formasi kelulusan yang tak sesuai kebutuhan guru di setiap sekolah, regulasi dari pemerintah pusat, bahwa yang diluluskan tahun 2022, khusus dari formasi PPPK itu sesuai kebutuhan guru dimasing-masing sekolah.

Sementara yang terjadi di Kota Bima, yaitu di SDN 49, dari 4 dibutuhkan tetapi yang diluluskan malah berjumlah 6 orang, pertanyaannya, 2 orang nantinya akan mengajar di kelas dan mata pelajaran yang mana. Begitupun di SDN 51,32 dan SDN 71.

"Untuk itu ratusan tenaga honorer mempertanyakan keterbukaan data yang pengusulan oleh Dikbud dan BKPSDM Kota Bima terhadap kebutuhan guru melalui formasi ke Pemerintah Pusat".

Selanjutnya, ada sejumlah guru yang lulus kemarin ternyata tak sesuai nilai tertinggi pada setiap sekolah, seperti di SDN 42, 60 dan SDN 22. Terakhir ratusan guru honorer mempertanyakan kerja Dikbud Kota Bima selama ini, karena setiap informasi dari pemerintah pusat tentang pendataan dan rekrutmen PPPK tak pernah disosialisasikan, selama ini guru berjuang sendiri mencari informasi hanya melalui laman web di media sosial.

Lalu apa fungsi pemerintah daerah khususnya Dikbud selaku leading sektor yang mengurus dunia pendidikan, hingga para guru honorer dibiarkan terlantar tanpa informasi jelas.

Kepala Dikbud, Supratman menjawab bahwa semua urusan pendidikan saat ini melalui satu sistem, salah satunya rekrutmen PPPK pun kebutuhan formasi melalui Data Pokok Pendidikan (dapodik). Semuanya oleh sistem sementara Dinas hanya memfasilitasi saja, karena semuanya data yang masuk ke pemerintah pusat itu sumbernya dari Operator dimasing-masing sekolah.

Supratman berkilah, Dinas tak bisa merubah data dapodik sudah diinput oleh operator sekolah, yang bisa mengawasi hanya guru masing-masing “ semuanya oleh sistem, begitupun menentukan formasi dan kelulusan PPPK itu panselnas, Dinas tak terlibat,” ungkapnya.

Kalaupun benar ada lulusan PPPK masih berstatus pendidikan D2 maka pihaknya akan bersurat ke BKN, Menpan dan kementerian pendidikan untuk mengevaluasi kembali, pun sebenarnya kata Supratman, guru sendiri bisa mengajukan sanggahan melalui akun masing-masing yang disertai bukti yang lengkap, dengan demikian yang lulus tak memenuhi bisa dibatalkan oleh pemerintah pusat.

Tak puas dengan jawaban diberikan Kepala Dikbud dan Kabid Dikdas, ratusan tenaga honorer kemudian mendatangi kantor DPRD Kota Bima dan diterima komisi I dan II. (MD.001)


Kota Bima - DinamikaMbojo, Kepala Kelurahan Sarae Oka Budiman, S.Pd pimpin Apel Pagi dan sekaligus memberikan pembinaan pada seluruh Pegawainya, baik yang pegawai ASN, K2 maupun Honorer pada lingkup kantor setempat. Senin (31/05/21).

Ada beberapa hal yang di sampaikan Lurah Oka Budiman di antaranya menyampaikan Kepada para ASN, Pegawai K2 dan Honorer untuk terus pertahankan intensitas kehadirannya seperti biasa.

Kemudian meminta agar para pegawai Tingkatkan lagi disiplin kerjanya dalam melayani warga dan masyarakat  Kelurahan sarae secara merata dan menyeluruh dengan pelayanan primanya.

Berharap untuk terus menerus merawat kebersamaan antara ASN, Pegawai K2 dan Honorer, sehingga menjadi satu kesatuan "Keluarga" sehingga  tercipta suasana harmonis yang melahirkan semangat dalam PELAYANAN dan MELAYANI.

Apel pagi terlaksana dengan tetap mengedepankan Protap penanganan Covid19. (DM.002).