Articles by "Petani"
Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan

Kota Bima - Dalam upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani serta memperkuat cadangan pangan nasional, Perum BULOG melaksanakan kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) di Kelurahan Jatiwangi. Minggu (29/03/2026).

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam melindungi kesejahteraan petani, khususnya pada masa panen raya.

Kegiatan Sergap tersebut berlangsung di Kelompok Tani Lacici, Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota Kota Bima, dengan total serapan mencapai 7.124 kilogram Gabah Kering Panen (GKP). Pembelian dilakukan dengan harga Rp. 6.500 per kilogram, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025.

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima sekaligus Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima Dr. Muhammad Hasyim menyampaikan bahwa kegiatan Sergap merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga dan memastikan petani mendapatkan perlindungan yang layak.

Kegiatan Sergap bertujuan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kondisi panen raya yang biasanya diikuti dengan melimpahnya hasil produksi kerap memicu penurunan harga di pasaran. Oleh karena itu, kehadiran BULOG melalui program ini menjadi solusi konkret dalam menjaga kestabilan harga sekaligus memberikan kepastian bagi petani.

Selain menjaga stabilitas harga, Sergap juga berperan penting dalam memastikan ketersediaan stok pangan nasional. Gabah yang diserap akan diolah menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan pemerintah, yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penyaluran bantuan pangan, pelaksanaan operasi pasar, hingga penanganan kondisi darurat.

Lebih lanjut, Muhammad Hasyim menegaskan bahwa program ini juga memberikan jaminan pasar bagi hasil panen petani. Dengan adanya kepastian pembelian oleh BULOG dengan harga yang layak, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga yang merugikan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan semangat produksi serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan Sergap di Kelurahan Jatiwangi ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika sektor pertanian. (Red)

Bima — Dinamikambojo.Net, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Erwin, S.IP, M.IP, menyerahkan bantuan bibit jagung hibrida kepada kelompok tani (Koptan) di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan pada Rabu (15/10) dan turut diserahkan secara langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Bima.

Bibit jagung yang disalurkan adalah jenis NK Sumo, yang dikenal unggul dan cocok untuk kondisi tanah pertanian di wilayah tersebut. Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat petani yang disampaikan saat kegiatan reses beberapa waktu lalu.

Salah satu perwakilan petani, Muhammad Ridwan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan oleh Wakil Ketua DPRD.

"Kami menerima 28 dus bibit jagung NK Sumo untuk membantu sebagian petani di Desa Oi Bura. Ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian Pak Erwin terhadap kebutuhan kami," ungkap Ridwan.

Ridwan menambahkan bahwa bantuan tersebut bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari komunikasi yang aktif antara wakil rakyat dan masyarakat.

"Bibit ini datang karena ada sosok Pak Erwin yang mendengar keluhan kami saat reses. Beliau langsung merespon dan alhamdulillah hari ini sudah kami terima," jelasnya.

Ia juga berharap agar bantuan ini menjadi amal jariyah dan motivasi bagi anggota dewan lainnya untuk terus memperhatikan kebutuhan masyarakat di sektor pertanian.

Sementara itu, Muhammad Erwin menyampaikan rasa bahagia dan puas karena bantuan telah sampai langsung ke tangan para petani.

"Ini adalah bentuk komitmen saya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya pastikan bibit yang kami salurkan bukan sekadar bantuan biasa, tapi bibit unggul, yakni NK Sumo," tegasnya.

Penyerahan bibit ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para petani di Kecamatan Tambora dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi andalan di wilayah tersebut. (Red)

Kota Bima - Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, mengajak petani untuk mengadopsi pola tanam yang lebih produktif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam acara panen raya jagung di tiga kelurahan, yakni Dodu, Nungga, dan Lelamase, pada Rabu (2/4/2025).

Menurutnya, alih fungsi lahan hutan dan gunung untuk pertanian tanaman semusim seperti jagung menjadi salah satu penyebab utama banjir tahunan di Kota Bima. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah mengalihkan pola tanam ke tanaman produktif seperti kemiri dan tanaman bernilai ekonomi tinggi lainnya.

"Tanaman produktif memiliki nilai jual lebih baik, bahkan bisa masuk pasar ekspor," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Bima sudah mulai menerapkan pola ini dengan hasil yang menjanjikan. Petani Kota Bima pun diharapkan dapat mengikuti langkah tersebut agar bisa memperoleh keuntungan jangka panjang.

Selain itu, Wali Kota menekankan bahwa sistem tumpangsari tetap memungkinkan petani menanam jagung, padi, atau palawija lainnya di sela-sela tanaman produktif.

"Jika pola tanam ini diterapkan, dampak bencana bisa dikurangi, hasil pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani semakin terjamin," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, tahun ini telah disiapkan anggaran sekitar Rp 700 miliar lebih untuk penanganan banjir, termasuk revitalisasi sungai di Kota Bima.

"Dana sebesar ini bisa lebih bermanfaat jika diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pola tanam yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan para petani dapat lebih sejahtera tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan. ***


Kabupaten Bima - Dinamikambojo.Net, Permintaan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.M.IP tersebut disampaikannya Senin (13/1) saat memimpin Rapat Evaluasi Ijin Pertambakan di Ruang Rapat Forkopimda yang diikuti para Kepala OPD terkait dan pengusaha yang melakukan kegiatan investasi sektor pertambakan di wilayah pesisir Kabupaten Bima.

Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati H.Dahlan M.Noer  dan Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE dalam arahannya menjelaskan,  Provinsi NTB memiliki potensi  terbaik. Kabupaten Bima merupakan daerah yang memiliki luas lahan tambak terbesar kedua setelah Lombok Timur.

Untuk mengelola potensi budidaya tambak tersebut, kepatuhan pada regulasi diharapkan akan mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan. 

"Rapat Evaluasi Ijin pertambakan ini merupakan tindak lanjut Pertemuan koodinasi sebelumnya dengan KPK RI di Mataram. Juga untuk mendorong komitmen pengusaha memenuhi kewajiban menyelesaikan dokumen perizinan.

Sesuai arahan KPK, Bupati meminta sejumlah perusahaan yang sudah beroperasi untuk melengkapi izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan usaha tambak.  

Bentuk izin harus dimiliki antara lain izin pemanfaatan air laut untuk kebutuhan tambak da dokumen perijinan lainnya". Selanjutnya,  akan Tim yang melakukan review terkait progres penyelesaian dokumen perijinan. Ungkap Bupati. 

Setelah arahan Bupati Bima,  kemudian dilanjutkan dengan  pemaparan/ekspose masing-masing perusahaan.

Pada sesi akhir rapat, semua perusahaan yang hadir sepakat untuk menyelesaikan semua perijinan yang menjadi kewajiban perusahaan. Dokumen perijinan tersebut mencakup Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.

(PKKPR) Darat dan laut, Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Standar,   Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PKPLH), Persetujuan Teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah (Pertek IPAL)  Surat Kelayakan Operasional (SLO) Instalasi Pengolaha Air Limbah (IPAL), Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). (***)



Kota Bima - Sekretaris Tim Pemenangan Paslon Walikota-Wakil Walikota Bima Nomor Urut 2 Ir. H. Mohammad Rum, MT - Hj. Mutmainnah, SH (AMANAH), Abdul Robby Syahrir, S.Si dilaporkan oleh Tim Hukum Nomor Urut 1 pada BAWASLU Kota Bima, Kamis (24/10/2024) lalu.

Menanggapi hal tersebut, alumnus IPB itu menaggapi dengan santai. Pihaknya justru menganggap paslon lain belum paham aturan main dalam Pilkada.

"Kami menyampaikan dan mensosialisasikan Visi-Misi serta program kerja Paslon AMANAH. Sebagaimana yang telah dicetak dan dipasang oleh KPUD Kota Bima diberbagai sudut Kota. yaitu Terwujudnya Kota Bima Baru, menuju Kota Bima Emas yang maju, berkelanjutan dan Religius," terang Robby.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan/aturan main Pilkada, semua hal yang tertera dalam Visi-misi dan program kerja Paslon, merupakan ide, gagasan serta janji yang sah dan wajib disosialisasikan. Dan bantuan bibit gratis hanyalah salah satu program kerja dari 32 Program Kerja Prioritas Paslon AMANAH.

"Dalam program kerja nomor 30 tertulis dengan jelas Meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan dengan pemberian bibit/benih berkualitas, menjamin ketersediaan pupuk, pemberian bantuan Alsistan serta alat tangkap dan budidaya nelayan," imbuh Mantan Bendahara Umum PB HMI ini.

Pihaknya justru khawatir paslon yang menggugat tersebut tidak memiliki keberpihakan terhadap kesejahteraan petani dan nelayan. Sehingga justru merasa risih ketika Paslon AMANAH mensosialisasikan program yang pro pada kesejateraan petani dan nelayan.

"Kita bukan hanya akan bagikan bibit gratis berkualitas. Ketika paslon AMANAH menang, demi kesejateraan masyarakat Kota Bima, kami juga akan bagikan Benih gratis. Jadi daun, batang, bahkan akarnya pun kita gratiskan semua," ujar pria ganteng yang juga anggota DPRD Kota Bima periode 2024-2029 dari Partai Gerindra ini. (Adv/Red)



Kota Bima - Penjabat (Pj) Wali Kota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT melakukan peninjauan harga jagung dan alat tester kadar air jagung tingkat Kota Bima. Peninjauam tersebut juga dilakukan bersama Satuan Tugas Pangan, pada Senin, 13 Mei 2024 di Gudang Sambinae dan Gudang Ni'u.

H. Rum meminta untuk segera melakukan terra ulang pada tester kadar air jagung yang dimiliki oleh perusahaan/pergudangan. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan dengan tester yang dimiliki oleh Bulog.

Selain itu, petani juga disarankan melakukan pinjaman menggunakan dana KUR daripada menggunakan rentenir atau temgkulak.

"Pemerintah akan membantu pinjaman melalui dana KUR jika para petani kesulitan," tuturnya.

Pemantauan ini diharapkan terjadi keseimbangan harga antara petani jagung dan pengusaha jagung. (DM.003)


Kota Bima - Dalam rangka menemukan kendala dan memastikan serapan komoditas jagung di Kota Bima, Pj. Wali kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT didampingi Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Kadis Pertanian, Kadis Kominfotik, Kabag Ekonomi, Dinas Koperindag, Camat Mpunda, Lurah Sambinae, Sekretaris TPPID dan pejabat lingkup Kota Bima lainnya serta Perum Bulog Cabang Bima melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau pemantauan langsung di beberapa Perusahaan offtaker/gudang jagung di Kota Bima, Senin, 13 Mei 2024.

“Kami turun memantau langsung untuk menindaklanjuti keluhan petani dan perusahaan jagung yang ada di Kota Bima. Sehingga dapat mendengar dan melihat kondisi real di perusahaan jagung ini. Apa sebenernya kendalanya, agar dapat menindaklanjuti dengan tepat,” ujar Aji Rum sapaan akrab Pj Wali kota Bima di Gudang Sambinae Kecamatan Mpunda Kota Bima.

Menurut Aji Rum, ada keluhan Petani tentang lamanya waktu antrean, harga beli perusahaan dan yang paling banyak menyangkut alat tester kadar air (KA) diperusahaan. Sehingga pihaknya berinisiatif melakukan pemantauan langsung dua gudang yang ada di Kota sebagai sampling.
Bahkan, pada kesempatan tersebut Aji Rum langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan perbandingan hasil ukur tester KA antara milik Perum Bulog dengan milik Perusahaan Gudang.

“Ternyata memang ada selisih hasil pengukuran. Karena itu, kami meminta kepada semua perusahaan jagung yang ada di Kota Bima untuk segera melakukan kalibrasi/tera di Dinas Koperindag Kota Bima. Tidak ada Biaya, kami gratiskan,” tegas pria yang dikenal religius ini.

Aji Rum menjelaskan meskipun ternyata alat tester Perusahaan jagung tersebut telah dilakukan kalibrasi/tera di daerah lain. Namun bisa terjadi masalah saat pengiriman dan akibat lamanya pemakian alat. Sehingga harus dikalibrasi ulang. Adapaun tujuan Pembebasan biaya kalibrasi menurutnya sebagai bentuk nyata keberpihakan dan kemudahan kepada masyarakat.

“Kita ingin menjaga agar tidak ada warga Kota Bima yang dirugikan. Baik itu pihak petani maupun pihak Pengusaha sama-sama untung. Kalau testernya lebih rendah dari standart, maka Pengusaha yang rugi. Tapi kalau hasilnya lebih tinggi, otomatis petani yang dirugikan. Biar lebih berkah perniagaan kita,” terangnya.
Hal itu disambut antusias oleh Pemilik Gudang Sambinae, Budi. Karena selama ini pihaknya pun ingin melakukan kalinbrasi alat-alatnya, namun terkendala belum tahu tempat dan prosedur.

“Terima kasih banyak Pak Wali, kami memang selama ini tidak paham jalurnya. Sehingga belum melakukan kalibrasi ulang. Kami akan segera melaksanakan instruksi Pak Walikot,” tanggap Budi.

Sementara itu pihak pengusaha Gudang Ni’u Kelurahan Dara, mengeluhkan penuhnya gudang-gudang mereka, sehingga sebagian gudang terpaksa ditutup, karena tidak ada tempat untuk menampung jagung lagi.

“Kami terpaksa tutup gudang dan tidak melakukan pembelian, akibat gudang penuh. Disebabkan belum bisa menjual jagung ke jawa, karena rendahnya harga pembelian jagung di jawa. Saat ini harga pembelian perusahaan di Jawa berkisar Rp.4.600-Rp.4.800,” ujar Pemilik Gudang Ni’u, Fery yang biasa disapa Babah Hui.

Menyikapi hal tersebut Pj. Wali kota bima berencana melakukan rakor bersama antara stakeholder terkait, baik itu petani, supplayer/Vendor maupun pengusaha Jagung, sehingga dapat dirumuskan bersama langkah-langkah terbaik yang menguntungkan semua pihak.

“Dan sebagai bahan laporan kami kepada Pemerintah Pusat. Karena terkait harga ini sebenernya domain pemerintah pusat. Kewajiban kami melakukan pemantauan dan penindakan sesuai kewenangan,” tandas HM. Rum. (DM.004)


Kota Bima - Menindaklanjuti Surat Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Republik Indonesia Nomor 136/TS.02.02/K/4/2024 tanggal 25 April 2024 tentang Fleksibiltas Harga Acuan Pembelian Jagung dengan Kadar Air 15% sebesar Rp. 5000 ditingkat Produsen/Petani oleh Perusahaan Offtaker, terhitung pada tanggal 25 April 2024 sampai dengan 31 Mei 2024. 

Pj. Wali kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT mengeluarkan Surat bernomor 500.1/181/IV/2024 tentang Implementasi Fleksibiltas Harga Acuan Pembelian Komoditas Jagung (29/04/2024) yang bersifat Sangat Penting. 

“Setelah Pemerintah Kota Bima melakukan monitoring 25-28 April 2024, atas penerapan ketetapan fleksibilitas harga dari Kepala BAPANAS RI tersebut, dibeberapa offtaker/perusahaan pembeli jagung yang ada di Kota Bima. Ternyata hamper semua belum memberlakukan Harga Rp.5000 tersebut,” tulis Rum dalam Suratnya.

Karena itulah HM Rum mengeluarkan empat langkah kebijakan, yaitu disampaikan kepada seluruh perusahaanPembeli atau offtaker jagung yang beroperasi di Kota Bima untuk Wajib mematuhi ketentuan Fleksibiltas HAP Jagung ditingkat Produsen tersebut di atas. 

Tidak melakukan strategi tutup gudang/menghentikan pembelian tanpa dasar yang bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan perundangan - undangan yang berlaku. Wajib menggunakan alat ukur tester kadar air dan timbangan yang telah terstandarisasi/terkalibrasi dari instansi/dinas terkait. Jika mendapatkan kendala teknis terkait implementasi poin 1 a sampai dengan poin 1.c agar menyampaikan kepada Pemerintah Kota Bima.

Kedua; diimbau kepada Petani/Vendor Jagung untuk dapat melaporkan segala penyimpangan yang terjadi di lapangan terkait implementasi fleksibilitas harga tersebut kepada Pemerintah Kota Bima,” imbuh Pria yang juga Kepala Dinas PUPR NTB itu.

Ketiga; diimbau pada Petani/Vendor dan Perusahaan Pembeli jagung untuk dapat melakukan transaksi secara jujur dan saling menguntungkan, sehingga iklim investasi di Kota Bima bisa terus terjaga dan tumbuh.

Keempat; diinstruksikan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja beserta Dinas/OPD terkait untuk melakukan pengawasan secara berkala dan penindakan atas implementasi surat ini, dengan berkoordinasi/melibatkan POLRES Bima Kota dan Kodim 1608/Bima,” lanjut PJ Wali Kota Bima.

Untuk informasi lebih lanjut dan laporan terkait implementasi HAP Jagung tersebut, pihak yang berkempentingan dapat menghubungi langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Ichwanul Muslimin di nomor WA 082137756133 atau Kabag Ekonomi Setda Kota Bima Hj. Rohana, SE di nomor WA 091339541360 

Surat tersebut ditujukan kepada internal Kepala OPD terkait Kota Bima seperti Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperindag, Kadis Pertanian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bakesbangpol, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Bima, dan Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TPPID) Kota Bima. 

Maupun pihak eksternal antara lain Ketua KADIN, Seluruh Direktur PT/CV/UD /Perusahaan Offtaker jagung, Seluruh Vendor/Pedagang Jagung Kota Bima, Ketua Asosiasi Petani Jagung/Seluruh Gapoktan, termasuk Pimred Media Massa di Kota Bima. (DM.003)


Kabupaten Bima - Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia melalui surat nomor 136/TS.02.02/K/4/2024 tanggal 25 April 2024 menerbitkan keputusan terkait Fleksibilitas Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung

Dalam surat yang ditandatangani Kepala BAPANAS RI Arif Prasetyo Adi yang ditujukan kepada para pelaku usaha perusahaan pangan, gabungan perusahaan makanan ternak, perusahaan telur, gabungan perusahaan peternakan unggas, Satgas Pangan Polri dan Kepala Baintelkam POLRI tersebut, Arief Prasetyo menjelaskan fleksibilitas harga acuan pembelian (HAP) jagung di tingkat produsen dan di tingkat konsumen berlaku mulai tanggal 25 April 2024 sampai dengan 31 Mei 2024.

Dijelaskan Arif, penyerapan jagung petani dan penyaluran jagung ke peternak terkait cadangan jagung pemerintah (CJP) yang dilaksanakan oleh Perum Bulog mengacu pada harga yang sesuai dengan surat pemberitahuan tersebut.

Untuk memastikan implementasi fleksibilitas HAP komoditas jagung tersebut, diharapkan kepada Satuan Tugas Pangan Polri untuk bersama-sama melakukan pengawasan secara berkala, baik di tingkat produsen maupun di tingkat konsumen.

Mengacu kepada surat tersebut, komoditas jagung pipilan kering di tingkat produsen dengan kadar air 15% ditetapkan pada HAP Rp  4.200  dengan fleksibilitas Rp  5.000 per kg.

HAP jagung dengan kadar air 20%  Rp. 3.970 dengan fleksibilitas Rp.4.725,  jagung dengan kadar air 25% Rp  3.750 dengan fleksibilitas  Rp. 4. 450 dan kadar air 30%  dengan HAP Rp. 3.540 dengan fleksibilitas Rp. 4.200 per kg.

Sedangkan harga komoditas jagung pipilan kering di tingkat konsumen/peternak, BAPANAS menetapkan Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 5.800 per kg untuk yang kadar air 15%.

Mencermati keputusan pemerintah tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Suwandi,. ST.MT memaparkan, pemerintah daerah akan mengeluarkan Keputusan Bupati Bima sebagai penguatan di tingkat lapangan dan juga akan dibentuk Satgas pangan tingkat kabupaten Bima untuk memastikan implementasi keputusan tersebut sesuai dengan yang  diharapkan bersama. (DM.001)


Kota Bima -  Lembaga DPRD Kota Bima menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan anjloknya harga komoditi jagung. Selasa (24/4/2024). RDP digelar diruang rapat DPRD Kota Bima itu selain dihadiri oleh perwakilan Petani jagung, juga mengundang Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinar Perijinan Terpadu, Pengusaha pembelian jagung dan pihak pihak terkait.

Rapat Dengar (RPD) dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, Wakil Ketua DPRD, H. Mustamin, Ketua Komisi II, Taufik AK dan sejumlah anggota DPRD lainnya.

Pada saat membuka Rapat Dengar Pendapat, Ketua DPRD menyampaikan, tujuan agenda RDP hari ini menindaklanjuti masalah anjloknya harga komoditi jagung ditingkat petani. Sekaligus memastikan apa sebenarnya menjadi masalah dan alasan hingga harga jagung yang menurut petani hari ini sangat merugikan. Apalagi sumbawa termasuk Kota Bima menjadi sentral penghasil jagung secara nasional.

Pada kesempatan itu juga, Dae Pawan sapaan akrab ketua DPRD mempertanyakan apa saja peran dan langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengatasi masalah anjloknya harga jagung ditingkat petani saat ini. Dimana harga saat ini berdasarkan harga pembelian Bulog dikisaran Rp 4200 sampai Rp 4.400 per kilogram.

Mewakili petani, Ketua Karang Taruna Kelurahan Rontu, Awaludin dan Eldan mewakili LSM pemerhati pertani menyampaikan harga ditingkat petani saat ini bervariasi, Rp 4000 per kilogram.

Untuk harga saat ini tentunya sangat merugikan petani, dimana setiap tahunnya harga Bibit, pestisida, pupuk terus meningkat, tak diiringi kenaikan harga penjualan komoditi jagung. Contoh harga bibit, dari tahun sebelumnya, Rp 2 juta kemudian terus naik sampai diharga Rp 2.6 sampai Rp 3 juta setiap dusnya, belum lagi kenaikan harga pestisida dan pupuk yang sulit didapatkan.

Awaludin juga menilai sikap Pemkot Bima yang tidak memihak pada petani, selama ini Pemkot Bima hanya duduk manis dibalik meja dengan jeritan para petani dibawah.

“Setelah petani berteriak dijalan baru pemerintah daerah merespon, padahal ini masalah hidup,” sesalnya. Untuk itu rakyat petani meminta agar ada penyesuaian harga paling rendah Rp 5000 per kilogram.

Sementara dari perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan mengaku untuk penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung sudah ditentukan oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapang) sebesar Rp 4.200 sampai Rp 4.500 per kilogram tergantung kadar airnya dan itu akan dibeli oleh Pemerintah melalui Bulog.

Sementara terkait pembelian harga jagung oleh swasta itu belum dikoordinasikan lebih lanjut. Lanjut untuk merevisi penetapan HPP jagung memang sudah dilakukan pengusulan ke pusat dan Pemkot Bima melalui Pemkab Dompu sudah mengusulkan.

Sementara pihak Bulog tak berani membeli diatas HPP sudah ditetapkan, kalaupun ada perubahan tentunya masih menunggu putusan Bapang RI dan saat ini masih dalam pembahasan.

Sejumlah anggota DPRD pun menyayangkan sikap Pemkot Bima, duta PPP, Edy Ihwansah mempertanyakan sikap Pemkot Bima yang malah mengusulkan perubahan harga jagung melalui Pemkot Dompu, padahal harusnya bersurat sendiri ke pusat tidak numpang ke daerah lain, karena sama-sama jadi daerah penghasil jagung.

Menjelang RPD terjadi sedikit kericuhan, perwakilan petani yang kecewa dengan sikap Pemkot Bima dan sempat terjadi pelemparan didalam ruang rapat, namun kemudian berhasil ditenangkan oleh aparat kepolisian yang mengamankan agenda rapat.

Kesimpulan dari RDP, DPRD siap menandatangani surat permintaan perubahan harga jagung ke pemerintah pusat sehingga petani Kota Bima tak dirugikan.(DM.Red)

Kabupaten Bima - Terkait persoalan turunnya harga Jagung yang dirasakan Petani saat ini, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M.IP menyurati Kepala Badan Pangan Nasional RI, adapun isi surat tersebut permohonan penanganan harga dan serapan jagung di Kabupaten Bima.

Bupati Bima melalui isi surat yang disampaikan kepada kepala Badan Pangan Nasional RI, yakni bahwa Kabupaten Bima adalah salah satu daerah sentral produksi jagung bagi
kebutuhan nasional. Sehubungan dengan kian menurunnya harga jagung hingga Rp 3.800,00/kg ditingkat petani saat ini yang mengakibatkan kekhawatiran bagi masyarakat petani jagung di Kabupaten Bima.

Bahkan para Petani berencana menggalang aksi demonstrasi menuntut kenaikan harga jagung yang sesuai, serta kelancaran serapan jagung. 

Oleh karena itu kiranya kami selaku Kepala Pemerintah Kabupaten Bima mengajukan permohonan beberapa
hal untuk perbaikan stabilitas pasokan dan harga jagung utamanya yang tengah dihadapi persoalannya saat ini. 

Antara lain, mengusulkan kiranya dapat menugaskan BUMN Pangan (Bulog) untuk melakukan Pembelian terhadap komoditas jagung di Kabupaten Bima dengan harga yang wajar.

Selanjutnya, kiranya dapat membantu memfasilitasi distribusi Pangan utamanya Jagung ke off taker daerah konsumen. 

Kemudian agar Peninjauan kembali Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2022 agar dapat disesuaikan dengan kewajaran harga saat ini dan diusulkan sebesar Rp. 5.000,00/kg.

Demikian Permohonan ini diajukan, atas perhatian semoga ada Respon dari Bapak Kepala Badan Pangan Nasional RI. (DM.001)


Kota Bima PJ Walikota Bima H. Mohammad Rum pada momen penyerahan bantuan bagi masyarakat tani, Kamis (28/12/2022) meminta pada Dinas Pertanian memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran dan cabe. Permintaan tersebut dilakukan dengan tujuan utama meningkatkan produksi pangan dan mendukung gerakan Stunting.

Menurut H. Rum, Tanaman Sayuran dan cabe akan tumbuh dengan baik di lahan yang memadai dan subur. Dengan memanfaatkan lahan kosong, produksi sayuran dan cabe di kota Bima dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini akan membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi Stunting. 

Lanjutnya, Dengan meningkatnya produksi sayuran dan cabe, kebutuhan lokal akan sayuran dan cabe dapat dipenuhi. Selain itu, masyarakat setempat akan memiliki akses lebih mudah dan terjangkau terhadap sayuran dan cabe segar.

"Inisiatif ini dapat memberikan kesempatan bagi petani lokal untuk mengembangkan usaha pertanian. Dengan memanfaatkan lahan kosong, petani sayuran dan cabe dapat menghasilkan tanaman lebih banyak dan meningkatkan pendapatan". 

Dengan meningkatnya produksi sayuran dan cabe, kota Bima akan memiliki lebih banyak cadangan pangan lokal. Hal ini dapat menjadi langkah awal dalam mencapai kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam sayuran dan cabe, Berbagai manfaat tersebut dapat diwujudkan. 

Walikota Bima berharap agar Dinas Pertanian dapat mengambil langkah konkret untuk melaksanakan permintaannya guna meningkatkan produksi sayuran dan cabe untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta kemandirian pangan. 

Serta dapat memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, pembiayaan, dan bimbingan teknis kepada para petani. Ujarnya. (DM.002)


Kota Bima - Sebagai langkah progresif untuk memajukan sektor pertanian, Penjabat (PJ) Wali Kota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT, melakukan penyerahan bantuan sarana prasarana pertanian kepada masyarakat tani Kota Bima, Bertempat di Kebun Hortilkultura Dinas Pertanian Kota Bima, Kamis 28 Desember 2023.

Serah terima bantuan ini melibatkan penyerahan bibit tanaman buah secara simbolis dan sejumlah peralatan modern yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam kegiatan pertanian. Traktor, ternak sapi dan itik, alat pengolahan tanah, dan peralatan modern lainnya diberikan kepada kelompok tani yang terpilih.

PJ Wali Kota Bima, dalam sambutannya menekankan pentingnya mendukung para petani lokal untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam dunia pertanian yang terus berkembang.

H. Mohammad Rum secara khusus berfokus pada upaya memberikan bantuan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi ia juga mengarahkan pada seluruh masyarakat tani untuk memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

"Kita punya potensi lahan-lahan luas yang harus di optimalkan di kembangkan sebaik mungkin, dan dukungan APBD sudah selaras tinggal bagaimana kita bisa fokus pada sektor pertanian kita," ujarnya.

Beliau mengungkapkan Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan komunitas pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Saya minta untuk teman-teman pertanian buat konsep yang bagus supaya ada alokasi anggaran yang memadai untuk mengoptimalkan kebutuhan di bidang pertanian, manfaatkan semua tanah-tanah yang kosong, bila perlu di taman-taman yang ada di Kota Bima ini kita tanam aja dengan cabe, karena itu lebih bermanfaat dan indah juga diliat menurut saya," ungkap HM Rum

Dengan serangkaian langkah konkret ini, Pj Wali Kota Bima menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah pertanian di Kota Bima. Di tengah perubahan iklim global dan dinamika ekonomi yang terus berubah, tidak hanya menjadi pusat perkotaan yang maju, tetapi juga menjaga keberlanjutan dan keseimbangan dengan sektor pertanian yang kuat dan berkembang bersama petani menuju Kota Argoindustri di Indonesia. (DM.002).


Kabupaten Bima - Dinamikambojo.com, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP Senin (14/8) menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani di kecamatan Monta dalam Silaturahim antara petani dan masyarakat Monta Selatan di halaman Hatinya PKK kediaman Kepala Desa Waro, Monta.

Jenis bantuan yang diserahkan pasa acara tatapmuka di Kecamatan Monta tersebut berupa bibit jagung dan terpal. Kelompok tani Doro Due desa Sondo, Poktan Doro Sarae desa Tangga, Poktan Ama Rasa dan kelompok tani Oi Wau desa Wilamaci menerima bantuan berupa Handsprayer dan bibit jagung. Sementara, Poktan Rungka Sake desa Waro menerima bantuan Mesin Pompa dan bibit jagung.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Dapil 6 Muhammad Sidik, SH, Kepala Dinas Pertanian dan Perekebunan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma, M.Si, Camat Monta Muktamirin, S.Sos, dan Kepala Desa se kecamatan Monta.

Bupati dalam arahannya mengatakan acara ini merupakan wujud penghormatan kepada keluarga Monta Selatan yang memiliki potensi pertanian dan perikanan yang cukup besar.

“Dengan potensi pertanian dan kelautan dan perikanan yang cukup besar, patut diapresiasi dengan dukungan pemerintah berupa  bantuan kepada sejumlah kelompok, yang akan dibagi merata tiap kelompok setiap tahunnya.” Ujar Bupati Bima.

Kepada seluruh kelompok tani Bupati mengungkapkan rasa bangga atas kegigihan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam setiap komoditi menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi.

Sebelumnya, Camat Monta Muktamirin, S.Sos, menyampaikan, terdapat 171 kelompok tani dengan 6.316 anggota pada luas lahan 3.361,55 Ha.

Atas nama masyarakat Monta dirinya menyanpaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas program yang sudah berjalan di desa Monta, yaitu DAM Ina Kece Desa Sondo, Sumur Bor dalam di desa Sondo dan Waro, serta Sumur Bor dalam yang masih dalam proses pengerjaan di desa Nontotera. (DM.001)


Kabupaten Bima - Dinamikambojo.com, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. M.IP Senin (14/8) menyerahkan bantuan kepada Kelompok Tani di kecamatan Monta dalam Silaturahim antara petani dan masyarakat Monta Selatan di halaman Hatinya PKK kediaman Kepala Desa Waro, Monta.

Jenis bantuan yang diserahkan pasa acara tatapmuka di Kecamatan Monta tersebut berupa bibit jagung dan terpal. Kelompok tani Doro Due desa Sondo, Poktan Doro Sarae desa Tangga, Poktan Ama Rasa dan kelompok tani Oi Wau desa Wilamaci menerima bantuan berupa Handsprayer dan bibit jagung. Sementara, Poktan Rungka Sake desa Waro menerima bantuan Mesin Pompa dan bibit jagung.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Dapil 6 Muhammad Sidik, SH, Kepala Dinas Pertanian dan Perekebunan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma, M.Si, Camat Monta Muktamirin, S.Sos, dan Kepala Desa se kecamatan Monta.

Bupati dalam arahannya mengatakan acara ini merupakan wujud penghormatan kepada keluarga Monta Selatan yang memiliki potensi pertanian dan perikanan yang cukup besar.

“Dengan potensi pertanian dan kelautan dan perikanan yang cukup besar, patut diapresiasi dengan dukungan pemerintah berupa  bantuan kepada sejumlah kelompok, yang akan dibagi merata tiap kelompok setiap tahunnya.” Ujar Bupati Bima.

Kepada seluruh kelompok tani Bupati mengungkapkan rasa bangga atas kegigihan dalam meningkatkan hasil pertanian dalam setiap komoditi menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi.

Sebelumnya, Camat Monta Muktamirin, S.Sos, menyampaikan, terdapat 171 kelompok tani dengan 6.316 anggota pada luas lahan 3.361,55 Ha.

Atas nama masyarakat Monta dirinya menyanpaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas program yang sudah berjalan di desa Monta, yaitu DAM Ina Kece Desa Sondo, Sumur Bor dalam di desa Sondo dan Waro, serta Sumur Bor dalam yang masih dalam proses pengerjaan di desa Nontotera. (DM.001)


Dompu - Dinamikambojo.com, Dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian di Indonesia, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) duta PAN mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Tanaman Pangan di Hotel Tursina Kabupaten Dompu,

Acara yang berlangsung, Selasa (21/3/2023), dihadiri oleh para petani dan stakeholder terkait di Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM menyampaikan pentingnya pengembangan pertanian di Indonesia lebih khusus di Kabupaten Dompu, terutama dalam meningkatkan produksi tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan peningkatan produksi tanaman pangan di Indonesia. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian kita," kata H.Muhammad Syafrudin.

Oleh karena itu, Bimtek tentang Tanaman Pangan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi para petani di Kabupaten Dompu. Materi yang disampaikan meliputi teknik budidaya tanaman, penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, serta cara meningkatkan kualitas hasil panen.

H.Muhammad Syafrudin berharap pada masyarakat agar memilih benih yang sudah bersertifikat agar meningkatkan produksi pangan terutama jagung dan padi.

Lanjut kata H. Muhammad Syafrudin, Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara pemerintah, petani, dan stakeholder terkait dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Dompu. Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan pertanian di Kabupaten Dompu dapat berkembang pesat dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

H. Muhammad Syafrudin juga mengapresiasi partisipasi para petani dan stakeholder terkait yang telah hadir dalam acara Bimtek ini. "Saya berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian di Kabupaten Dompu," ujarnya. (DM.007).



Kota Bima - Mengisi hari libur cuti bersama, Wali Kota Bima memilih mengisi bertatap muka dan bersilaturrahmi bersama warga dalam rangka Do'a Dana, di So Kumbe Kelurahan Rabadompu Timur. Senin, 23 Januari 2023.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bima H M Lutfi, SE didampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Lurah Rabadompu Timur, dan Lurah Kumbe.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE mengatakan, tidak terasa bahwa perjalanan kepemimpinan kami dengan pak feri sudah berjalan 4 tahun lebih, tersisa delapan bulan.

"Sengaja mada kaso bersua dan hadir pada kesempatan ini untuk menyampaikan secara garis besarnya, apa saja kelak yang akan dibangun di wilayah timur," ujarnya.

H. Lutfi mengatakan, ada dua hal yang terpenting yang akan dibangun di wilayah timur, pertama, nanti akan dibangun kampus IAIN Bima di Kelurahan Kumbe, sehingga anak-anak kita tidak lagi sekolah keluar daerah, sudah ada kampus negeri di wilayah timur Kota Bima, yang kelak akan menjadi universitas islam negeri yang dibangun diatas lahan 30 hektar. Bebernya.

Sudah barang pasti sambungnya, dengan hadirnya Kampus IAIN nantinya, roda perekonomian masyarakat akan tumbuh, menjamurnya kost-kost yang nantinya dibangun oleh masyarakat, ini semua efek dari hadirnya Kampus negeri di Kota Bima yang menjadi impian dan cita-citanya sejak dulu. Paparnya.

Kedua lanjutnya, membangun bendungan, yang memang sudah kita tunggu-tunggu, tidak mungkin pemerintah pusat bisa membantu tanpa adanya Detail Engineering Design (DED).

"Alhamdulilah, DED sudah dibuatkan, ketika Pak Jokowi hadir di Kota Bima beberapa hari lalu tanya ke mada kaso, apa yang bisa saya bantu untuk Kota Bima pak Wali, saya minta hanya bendungan saja," ungkapnya.

Kenapa perlunya bendungan, pertama untuk mengurangi resiko bencana banjir, yang kedua untuk sumber air baku, kebutuhan air minum kita, karena kota ini dari 127 sumber mata air, tersisa tinggal 25 mata air. Ketiga, bisa digunakan untuk irigasi lahan pertanian.

Pada kesempatan itu juga, Wali Kota Bima berharap kepada dinas pertanian, bagi tenaga penyuluh pertanian, beliau berpesan jangan pernah mengenal lelah, tidak saja berdo'a, tapi harus terjun dan berikhtiar untuk mengawasi, benar-benar memastikan, sehingga tidak membawa dampak krisis dunia.

Sesuai pesan bapak presiden jokowi beberapa hari lalu mengumpulkan para gubernur, bupati, dan walikota, hampir sepertiga di seluruh dunia menghadapi dampak krisis global, artinya 70 negara di tahun 2023 yang akan mengalami krisis dunia, mudah-mudahan Indonesia tidak masuk dalam 70 negara yang mengalami krisis. Harapnya.

"Dalam kondisi ekonomi dunia yang serba tidak pasti saat ini, alhamdulillah Kota Bima tetap bisa membangun walau dalam kondisi terpahit sekalipun, artinya ini semua berkat do'a ita doho kaso," tutupnya.

Usai menyampaikan arahannya, Wali Kota Bima membuka dialog, dan tanya jawab bersama para petani So Kumbe Kelurahan Rabadompu Timur, dan menjaring beberapa usulan petani dan warga setempat. (DM.004)


Kota Bima - Pupuk produksi Rojo Koyo Manunggal (RKM) akhirnya hadir untuk menjawab masalah kelangkaan pupuk yang sudah menjadi momok bagi petani di Kota dan Kabupaten Bima selama ini.

Pupuk produksi RKM hadir dengan sejumlah kelebihan, selain harga lebih terjangkau pun kualitas telah teruji dan bisa diaplikasikan ke seluruh tanaman. Ada tiga jenis yang telah terdaftar secara resmi di Kementan dan Direktorat Jenderal HKI, yaitu merek RKM Hitam dan RKM Merah.

Selaku Perwakilan pupuk RKM Pulau Sumbawa, Iphul Duta Waskita mengatakan, tujuan utama kehadiran pupuk RKM di Kota dan Kabupaten Bima yaitu untuk memberikan satu solusi atas kelangkaan pupuk selama ini.

Ditambah lagi, masalah pengunaan pupuk dan obat-obatan yang berlebihan hingga berimbas pada rusaknya unsur hara tanah " RKM memilliki formulasi baru menangani kerusakan unsur hara,”ungkap Iphul.

Jelasnya, fungsi dan keunggulan RKM, selain memberikan efek kesuburan dan peningkatan produksi hasil pertanian, juga beberapa kelebihan dibanding pupuk lainnya, yaitu dapat meminimalisir atau mengurangi penggunaan pupuk kimia Unorganik, ini karena penggunaan pupuk RKM berkalanjutan dapat langsung memperbaiki ulang struktur tanah sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan unsur hara tanah.

Kemudian dapat menjaga kesimbangan unsur hara pada tanah baik makro maupun mikro, dapat mengurai unsur kimia dalam tanah akibat dari penggunaan pupuk kimia berlebihan.

“Menggunakan pupuk RKM selai lebih hemat karena harga terjangkau pun jumlah produksi hasil pertanian lebih tinggi dibanding yang lainnya,” pungkas Iphul.

Selama dua tahun terakhir sudah 130 ton lebih pupuk RKM digunakan oleh petani di Kota maupun Kabupaten Bima dengan hasil yang lebih memuaskan, dari biasanya hasil pruksi jagung dikisaran 5-6 ton setiap hektar, dengan menggunakan RKM bisa mencapai 7-10 ton setiap hektarnya.
“Mari kita coba pupuk ini dan rasakan dan lihat perubahan dan perbedaannya,” ajaknya.

Selain memasarkan secara mandiri, distributor pun sudah mulai membangun kemitraan dengan kelompok tani, tujuannya agar petani merasakan langsung manfaat penggunakna pupuk RKM. Petani tak lagi harus susah payah mencari pupuk apalagi dengan harga tinggi saat ini.

Bebicara dampak lingkungan? Ada gaya hidu baru di era modern, semua manusia menginginkan makanan yang bebas dari bahan kimia, syarat utama makanan bebas bahan kimia, dengan hindari penggunaan pupuk berbahan kimia dengan kembali ke tanaman ramah lingkungan. Pupuk yang menjurus kearah tersebut yaitu RKM.

Bang Iphul sapaannya pun mengajak seluruh unsur berkepentingan dengan pertanian untuk bisa sama-sama mempromosikan penggunaan pupuk RKM untuk membantu kesejahteraan petani kita.

Sementara untuk bisa mendapatkan pupuk atau ada kelompok tani yang ingin membangun kemitraan bisa langsung datang atau menghubungi distributir RKM di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

A Haris petani asal Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima melalui testimoninya mengaku, sudah menggunakan RKM sejak musim tanam tahun 2021, selain jumlah pupuk digunakan lebih hemat juga harga lebih terjangkau.

Kalau selama ini pupuk lainnya dala satu hekar bisa sampai 10 zak, kalau RKM hanya 5 zak saja, pun hasilnya lebih benyak, dari biasanya 5-6 ton, sementara saat gunakan RKM bisa mencapai 7.5 ton per hektarnya.

Untuk itu, tahun ini diwilayanya sudha mula banyak petani jagung menggunakan pupuk RKM dan penambahan permintaan. Dirinya pun mengajak petani lainnya segera beralih ke RKM, selaih lebih hemat juga lebih mudah didapatkan dari pada susah payah mencari pupuk saat ini sangat langka.(DM.002)


Kabupaten Bima - Pastikan bahwa masyarakat penerima barang atau hibah bisa menjaga dengan baik dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik mungkin. Juga berharap semoga setiap tahunnya masyarakat yang bermata pencaharian di daerah pesisir bisa dibantu melalui program dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Demikian ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE saat menyampaikan arahan dalam acara Serah terima barang/hibah senilai Rp 1,6 miliar secara simbolis kepada 10 kelompok masyarakat pesisir yang ada di Kabupaten Bima, Selasa (20/12), di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima.

Bupati Bima yang turut didampingi Asisten  II Setda Bidang  Perekonomian dan Pembangunan Setda Ir. Indra Jaya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. Rendra Farid, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Ir. Hj. Nurma, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan yang bersumber dari dana DAK tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bermata pencaharian di daerah pesisir.

Di hadapan para penerima bantuan yang berasal dari sejumlah kecamatan pesisir tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran orang tua khususnya para nelayan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak anaknya sebagai bekal dalam mencari nafkah.

“Kepada orang tua diharapkan sejak sekarang bisa memberikan pelatihan dan pembelajaran kepada anak-anaknya juga bagaimana cara membudidaya, mengelola, serta memasarkan hasil usahanya supaya setiap tahun bisa berkembang.” Terang Bupati. 

Bupati juga memberikan arahan kepada para pejabat di jajaran dinas Kelautan dan Perikanan dengan menghimbau kepada OPD yang dalam programnya terdapat pemberian barang/hibah bantuan kepada masyarakat agar memiliki Buku Pintar sebagai panduan dan memiliki data yang valid terkait komponen bantuan dan memastikan pemerataan penyebaran bantuan.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Rendra Farid  dalam laporannya menyampaikan ada 4 kategori penerima bantuan Bantuan barang/hibah, yaitu Nelayan, Pembudidaya, Pengolah dan Pemasar, serta Petambak Garam dengan total 28 penerima. 

Penyerahan secara simbolis bantuan tersebut kepada dari Kecamatan Langgudu, Bolo, Sape, Lambu, Donggo, Monta, Woha, dan Soromandi.

Peralatan yang diserahkan berupa 15 unit trammel net, 19 unit warring, 14 unit pelampung, 12 unit coolbox berkapasitas 100 liter, 3 unit coolbox marina, 120 kg tali rumput laut, 120 kg pakan ikan, 1 unit tabung oksigen, 2 unit chest freezer, 1 unit panci presto, 2 wajan, 1 unit blender dan masing-masing 1 unit Gudang Garam berkapasitas 100 ton yang berada di Sanolo-Bolo dan Donggo Bola-Woha. (DM.001)


Kabupaten Bima - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima menggelar kegiatan Konsultasi Publik Raperda Inisiatif tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Petani Sabtu, 3 Desember 2022 di Aula Akbar Hotel Mutmainah Bima. 

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pimpinan DPRD Hj. Nurhayati,SE.M.Si, dihadiri Pimpinan dan Anggota Komisi II selaku Pemrakarsa Raperda Inisiatif, para Nara sumber dari Akademisi Unram, serta 50 (lima pulih) orang Peserta.

Peserta Konsultasi Publik terdiri dari para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi, kepala perangkat daerah terkait, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Bima, dan para stakeholder pertanian lainnya seperti perwakilan Camat, Kepala Unit Pelaksana Pertanian Kecamatan, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan, perwakilan Gapoktan, Forum Kades, dan perwakilan petani.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Hj. Nurhayati,SE.M.Si, dalam sambutannya menjelaskan essensi kegiatan konsultasi publik adalah dalam rangka mendapatkan saran, masukan dan koreksi dari masyarakat khususnya para peserta untuk penyempurnaan materi Raperda.

“Acara Ini adalah bagian dari upaya pelibatan partisipasi masyarakat dalam penyusunan produk hukum daerah sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Apalagi kita ingin hadirkan produk hukum yang berkualitas, maka pelibatan para stakeholder yang terkait dengan materi Raperda menjadi sebuah keharusan”, jelas duta PPP ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II H. Abbdurrahman,S.Sos dalam pengantarnya saat kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa Komisi II selaku pemrakarsa Raperda Inisiatif tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Petani telah melewati tahapan yang panjang untuk sampai pada kegiatan Konsultasi Publik ini. 

Sebelumnya tanggal 13 Oktober 2022 menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan para stakeholder pertanian untuk menjaring aspirasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani. 

Hasil dari FGD tersebutlah sebagai bahan utama dalam penyusunan Naskah AKademik dan Draft Raperda yang dikonsultasi publik-kan hari ini.

“Jadi ini bagian dari rangkaian tahapan kerja kita untuk benar-benar menghasilkan Perda yang berkualitas, apalagi ini Perda yang berkaitan langsung dengan hajat hidup para petani kita yang selama ini selalu menghadapi berbagai permasalahan”,tuturnya.

Nara sumber yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu H. Sofwan,SH.MH Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram selaku Ketua Lembaga Konsultasi Pengkajian dan Perancangan Produk Hukum Mataram dan Ir. Muktasam, M.Agr,Sc,Ph.D Dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram. 

Nara sumber tersebut adalah pihak yang bermitra membantu Komisi II dalam penyusunan Naskah Akademik dan Draft Raperda Inisiatif DPRD tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. (DM.001)