Kota Bima – Keluhan terkait tarif parkir di Kota Bima kembali mencuat di media sosial. Seorang warga bernama Bang Fuad melalui akun Facebook pribadinya, Senin (6/4/2026), menyoroti perbedaan praktik parkir antara Kota Bima dan Kota Mataram.
Dalam unggahannya, Bang Fuad membandingkan pengalamannya saat berada di Mataram, di mana sistem parkir dinilai lebih tertib dan transparan. Ia menyebut, juru parkir di kota tersebut tetap mengembalikan uang meskipun pengendara memberikan nominal lebih besar dari tarif yang berlaku.
“Di kota besar seperti Mataram, parkir Rp1.000, dikasih Rp2.000 tetap dikembalikan Rp1.000,” tulisnya.
Namun, kondisi berbeda justru ia alami di daerah tempat ia lahir yang diduga merujuk pada Kota Bima. Menurutnya, praktik tidak adanya uang kembalian kerap terjadi dengan alasan juru parkir tidak memiliki pecahan kecil.
“Di tempat saya lahir, maaf tidak ada kembalian, diambil semua,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan situasi lain saat memberikan uang Rp5.000, namun hanya menerima kembalian Rp2.000. Hal ini membuat tarif parkir yang seharusnya Rp1.000 menjadi seolah-olah Rp3.000.
Melalui unggahan tersebut, Bang Fuad mempertanyakan secara terbuka kejelasan tarif parkir resmi di Kota Bima.
“Kalau boleh tanya, biaya parkir di Kota Bima ini berapa?” tulisnya lagi.
Unggahan ini pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar mengaku mengalami hal serupa dan berharap adanya penertiban serta kejelasan tarif parkir dari pihak terkait agar tidak merugikan masyarakat.
Isu ini kembali menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi, standar tarif, serta pengawasan terhadap praktik parkir di daerah. Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk memastikan sistem parkir berjalan sesuai aturan dan memberikan rasa keadilan bagi pengguna jasa parkir. (Red)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Post A Comment:
0 comments: