Articles by "Air Bersih"
Tampilkan postingan dengan label Air Bersih. Tampilkan semua postingan
Bima - Dalam kunjungan kerja Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy ke dusun Dana Bura Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Minggu (15/02/2026) selain mendapatkan arahan dari Bupati, warga yang menghadiri acara silaturahmi dengan kedua pejabat tersebut juga mendengarkan penyampaian dari Wakil Bupati. 

Pada penyerahan bantuan material pipa sepanjang 2.000 meter yang diperuntukkan bagi penyaluran air bersih ke rumah warga desa Nipa, secara khusus wakil bupati memberikan himbauan. 

"Mohon dijaga bersama fasilitas tersebut agar dapat berfungsi dalam jangka panjang dan warga dapat memanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih 

Jika terdapat kerusakan agar sedapat mungkin segera diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat tanpa harus menunggu dari dinas atau dari pemerintah". Ajak Wabup.

Selain menyampaikan himbauan terkait perawatan dan pemeliharaan infrastruktur air bersih, menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat ambalawi untuk tetap menjaga hubungan kekeluargaan, keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci uci Ramadan". 

Ujarnya dihadapan Camat Ambalawi A. Muis, S.Sos, Muspika , Kades Nipa Mahfud, para alim ulama dan tokoh masyarakat. (Red)

‎Bima – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bima, Muh. Erwin, S.IP., M.IP., menyerahkan bantuan berupa mesin pompa air kepada masyarakat Dusun Ndanondere dan Dusun Rasa Bou, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Senin (26/1/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus respons atas kebutuhan mendasar warga akan akses air bersih.

‎Meski menjadi kunjungan perdana dan tanpa latar belakang kepentingan politik maupun basis elektoral di wilayah tersebut, kehadiran Muh. Erwin disambut hangat dan penuh antusias oleh masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Pemerintah Desa Bajo yang diwakili oleh Kepala Dusun Ndanondere.

‎Dalam sambutannya, Muh. Erwin menegaskan bahwa kehadirannya murni sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan sebagai wakil rakyat.

‎ “Saya datang bukan karena suara atau kepentingan politik, tetapi karena saya percaya tugas wakil rakyat adalah hadir dan membantu ketika masyarakat membutuhkan, terutama dalam hal kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujar Erwin.

‎Ia menambahkan bahwa persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebagai isu biasa, melainkan sebagai hak dasar warga yang harus diperjuangkan bersama.

‎ “Air adalah sumber kehidupan. Ketika masyarakat kesulitan air, itu adalah persoalan kemanusiaan yang tidak boleh ditunda, baik melalui kebijakan maupun bantuan pribadi,” tambahnya.

‎Sementara itu, perwakilan masyarakat Dusun Ndanondere menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, mesin pompa air tersebut sangat berarti bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.

‎ “Kami sangat terharu. Di saat banyak politisi hanya datang dengan janji, Pak Erwin justru hadir membawa solusi. Bagi kami, pompa air ini adalah napas kehidupan, baik untuk air minum maupun air wudhu,” ungkap perwakilan warga.

‎Acara diakhiri dengan penyerahan mesin pompa air secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dua dusun. Warga berkomitmen untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut secara kolektif demi kepentingan bersama.

‎ “Kami berjanji akan menjaga amanah ini dan menggunakannya untuk kepentingan seluruh masyarakat Dusun Ndanondere dan Dusun Rasa Bou,” tutupnya. (Red)

Bima - Dinamikambojo.Net, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Senin (20/10) menggelar Kegiatan Pembahasan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Air Minum untuk Kecamatan Langgudu Tahun Anggaran 2025 dan 2026 di Ruang rapat Wakil Bupati Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, mengungkapkan,  "melalui penerapan SPM bidang air minum, Pemerintah Kabupaten Bima berharap target pelayanan dasar dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses air minum yang layak dan berkelanjutan. Ini bukan hanya angka capaian, tetapi wujud tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga,” ungkap Wakil Bupati yang didampingi Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Fatahullah, S.Pd. 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mendukung program ini. Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita dapat menjaga sumber air dan memastikan keberlanjutan pelayanan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima  yang diwakili   Kabid Cipta Karya dan Pembinaan Jasa Konstruksi H. Muhamad Syaeful Bahri, ST., M.Si., dalam paparannya menyampaikan bahwa capaian akses pelayanan air minum di Kabupaten Bima hingga tahun 2024 baru mencapai 26,21%, sedangkan di Kecamatan Langgudu baru 4,83%. 

“Melihat capaian tersebut, diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan akses pelayanan melalui pembangunan dan perluasan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),” jelas Syaeful.

Melalui APBD Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Bima telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk pekerjaan perluasan SPAM di Desa Rompo, dengan memanfaatkan sumber air baku dari Desa Waworada. 
Selanjutnya, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026, telah diusulkan program lanjutan peningkatan SPAM bagi kedua desa tersebut dengan nilai total mencapai Rp 1,45 miliar.

Kendati  masih  menghadapi penolakan pada beberapa  titik, Pemerintah Kabupaten Bima terus melakukan pendekatan persuasif, sambil menyiapkan solusi teknis agar sistem distribusi air tidak mengganggu jaringan PDAM setempat. 

"Solusi teknis tersebut antara lain pembagian sumber air secara proporsional, pembangunan jaringan tersendiri, serta optimalisasi sistem operasi dan pemeliharaan melalui program  Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi (OPOR)". Jelasnya. (Red).

Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Wali Kota Bima H A Rahman H Abidin, S.E didampingi Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Drs Supratman, M.AP melakukan audiensi bersama Warga Kelurahan Sambinae Kecamatan Mpunda yang berlangsung di Aula Parenta Kantor Wali Kota Bima.

Dalam pembahasan terkait keluhan warga di Perumnas Sambinae tersebut, hadir juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bima Didi Fahdiansyah, S.T., M.T, Camat Mpunda Hj Nurwahidah, S.H serta Lurah Sambinae Drs Amiruddin, S.E.

Perwakilan warga perumnas menyampaikan beberapa hal meliputi persoalan kelangkaan air bersih, pengadaan pompa air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat hingga titik pengeboran air baru yang lebih efektif sesuai jarak lokasi kebutuhan air diwilayah perumnas sambinae.

"Kami juga berharap permasalahan aspal jalan yang layak dan penerangan jalan yang memadai dapat dicarikan jalan keluar". Ungkap Herman S.Pd

Jumlah dropping air bersih yang dirasa belum memenuhi kebutuhan warga menjadi kendala yang juga disampaikan oleh warga kelurahan sambinae.

Menanggapi hal tersebut, H A Rahman menekankan dinas teknis yaitu DPUPR Kota Bima untuk segera menindaklanjuti dan mencarikan solusi guna menuntaskan permasalah krisis air bersih yang sudah lama dialami oleh warga perumahan sambinae.

"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Dan penanganan terhadap kondisi perumahan sambinae akan mempengaruhi penilaian kontrak kinerja terhadap dinas terkait." Tegas Wali Kota yang akrab disapa Aji Man.

Wali Kota Bima juga mengungkapkan penyelesaian hingga tuntas dan sampai keakar persoalan akan dilakukan guna menyikapi masalah di perumahan sambinae.

"Saya akan bertemu dengan Bupati Bima dan PDAM Bima dalam upaya penanganan masalah ini. Rencana pengeboran air sebagai antisipasi darurat akan menjadi pertimbangan pada APBDP 2025. Saya minta dinas PU dapat terjun langsung meninjau dan mengevaluasi lokasi rencana pengeboran. Persoalan air di Perumahan Sambinae harus tuntas". Ujar Wali Kota. (Red)

Bima - Dinamikambojo.Net, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., Kapoksi Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, menyerahkan secara langsung sejumlah program aspirasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. 

Program tersebut meliputi Program Keserasian Sosial, Bantuan Sosial Kearifan Lokal bagi Masyarakat Penenun, serta Bantuan Pengeboran Air Bersih.

Menurut Hj. Mahdalena, program keserasian sosial diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. 

Sementara itu, bantuan sosial kearifan lokal bagi penenun bertujuan menjaga tradisi budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Adapun pengeboran air bersih ditujukan untuk memperbaiki akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yang vital.

Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Kami terus berkomitmen memperjuangkan aspirasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Hj. Mahdalena. (Red)

Kota Bima – Dinamikambojo.Net, Sejumlah warga BTN Sambinae melakukan silaturahmi dengan Walikota Bima guna menyampaikan persoalan mendesak terkait ketersediaan air bersih di wilayah mereka. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menyoroti krisis air bersih yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu.

Dalam dialog tersebut, Annas Perwakilan warga BTN Sambinae mengeluhkan kerusakan mesin pompa yang menyebabkan distribusi air terhenti total selama 20 hari terakhir. Menanggapi hal tersebut, Walikota Bima langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Kota Bima dan memastikan bahwa mesin pompa pengganti sudah tersedia dan sedang dalam proses pengiriman ke lokasi.

Tidak hanya itu, warga juga meminta adanya pengeboran titik air baru di kawasan BTN Sambinae untuk mengatasi permasalahan jangka panjang. Menanggapi usulan tersebut, Walikota menyatakan akan mengecek kembali alokasi dana pokok-pokok pikiran (pokir) yang pernah dia perjuangkan saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTB.

Walikota Bima mengaku terkejut mengetahui bahwa distribusi air telah terhenti selama lebih dari dua minggu tanpa ada laporan resmi yang masuk sebelumnya. Ia menyayangkan hal tersebut dan berharap agar warga lebih aktif menyampaikan keluhan secara langsung ke pemerintah daerah.

Sebagai langkah cepat, Walikota juga menyampaikan komitmennya untuk mendisposisikan bantuan air bersih dari dinas-dinas terkait guna memenuhi kebutuhan warga dalam waktu dekat.

“Saya akan atensi khusus soal mesin pompa yang dibeli Dinas PUPR, dan segera kita tindak lanjuti agar masyarakat tidak lagi kesulitan air,” tegas Walikota.

Pertemuan ini diakhiri dengan harapan adanya sinergi yang lebih baik antara warga dan pemerintah dalam menyikapi persoalan-persoalan krusial di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih. (Red)


Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menggelar silaturahmi sekaligus audiensi bersama warga Kelurahan Dara yang berlangsung di Aula Parenta, Kantor Wali Kota Bima, pada Rabu (20/08/2025). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dengan masyarakat terkait sejumlah persoalan yang berkembang di lingkungan Kelurahan Dara, di antaranya pemagaran jalan lingkar Amahami, permasalahan distribusi air bersih, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL).

Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menegaskan bahwa pemerintah kota senantiasa membuka ruang komunikasi dengan warga agar setiap kebijakan yang dijalankan sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Terkait pemagaran jalan lingkar Amahami, Wali Kota Bima menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta memperindah wajah kota. Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap memperhatikan akses masyarakat dan akan mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

Menyangkut masalah tanah masyarakat yang masih bermasalah di Kelurahan Dara, Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi lintas instansi terkait. Ia juga menekankan pentingnya penanganan masalah tanah secara hati-hati dan sesuai aturan agar tidak menimbulkan konflik baru.

Sementara itu, mengenai masalah air yang kerap menjadi keluhan warga, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah sedang berkoordinasi dengan PDAM untuk meningkatkan kualitas layanan dan distribusi air bersih di wilayah Kelurahan Dara maupun kelurahan lainnya.

Isu penataan pedagang kaki lima (PKL) juga mendapat perhatian serius, Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk menata PKL secara bijak tanpa mengurangi ruang mata pencaharian warga, namun tetap menjaga estetika kota dan kenyamanan masyarakat umum.

Wali Kota Bima menutup pertemuan dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas, memperkuat semangat gotong royong, dan mendukung setiap program pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar Kota Bima bisa maju, tertib, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)


                       Foto Ilustrasi 
Kota Bima
– Dinamikambojo.Net, Musim kemarau yang berlangsung sejak April 2025 mulai menimbulkan dampak serius di Kota Bima. Hingga pertengahan Agustus, enam kelurahan dilaporkan mengalami krisis air bersih dan meminta bantuan suplai dari pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Gufran, menyampaikan bahwa kelurahan terdampak kekeringan antara lain Kelurahan Dara, Tanjung, Melayu, Pane, Panggi, dan Rontu.

“Sejak April kekeringan sudah mulai dirasakan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, permintaan air bersih dari warga semakin meningkat. Kami harus melakukan droping air hampir setiap hari,” ujar Gufran pada Kamis (14/8).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kota Bima melakukan distribusi air bersih dengan dukungan dari berbagai instansi seperti Dinas Sosial, Bagian Umum Setda, Bank NTB, Pemadam Kebakaran (Damkar), Polri, dan Brimob.

Tak hanya melayani Kota Bima, air bersih dari sumber milik BPBD juga turut disuplai ke wilayah Kabupaten Bima. “Air dari sumber BPBD bahkan diambil langsung oleh Polres Bima dan Bank NTB Cabang Woha untuk membantu warga di daerah mereka,” jelas Gufran.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih dan menjaga sumber air yang ada, sembari berharap sinergi lintas sektor terus terjaga dalam menghadapi dampak kekeringan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir musim kemarau. (Red)


Kota Bima - Pergeseran anggaran diduga menghambat perbaikan mesin pompa air yang melayani kebutuhan ratusan warga di BTN Sambinae, oleh UPT Air Bersih Dinas PUPR Kota Bima 

Padahal sudah seminggu lebih ratusan warga tak mendapatkan suplai air bersih dari pompa air berlokasi di kantor Camat Mpunda.

Sementara warga terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air tanki guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Agus Purnama dikonfirmasi via telpon, Senin 28 April 2025 mengaku macetnya suplai air bersih bagi Warga BTN Sambinae sekitarnya, akibat rusaknya pompa yang ada di kantor Camat Mpunda. "Salah satu alat Pompa rusak dan hanya tersedia di Mataram," ujarnya. 

Tambah Agus, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk pengadaan bagian alat pompa yang rusak tersebut agar suplai air bagi warga dapat segera teratasi.

Namun saat ditanyakan kapan selesai perbaikan? Kata Agus belum bisa di prediksi, karena harus membeli alat di Luar Kota "Tak bisa kita tentukan, tentunya kami akan upayakan semaksimal mungkin," ucapnya.

Terpisah, Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR, M Syahwan mengaku ada kendala untuk penyediaan alat pompa rusak, selain tempat penyedia di Mataram, juga kendala pergeseran anggaran belum final, "saat ini sedang proses pembuatan kontrak dengan pihak penyedia," ujarnya, 

Informasi didapat media ini, diduga akibat belum finalnya proses pergeseran anggaran oleh Tim TAPD Pemkot Bima berimbas pada sejumlah belanja program, terlebih sangat urgen. termasuk belanja perbaikan pompa kebutuhan air bersih.

Karena kalau pun dibelanjakan sebelum pemangkasan anggaran selesai, takutnya anggaran sebelumnya tercantum dalam APBD awal terhapus, ini yang menghantui sejumlah pejabat terkait .(Red)


Kabupaten Bima - Dinamikambojo Net, Musim kemarau yang masih berlangsung hingga bulan Oktober telah menyebabkan kekurangan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bima.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima Drs. Israh Jumat (18/10) mengungkapkan, kondisi kekeringan saat ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada desa yang selama ini tidak  mengalami kekeringan, terkena dampak kekeringan". Jelasnya. 

Untuk menangani kekurangan air bersih tersebut Pemerintah Kabupaten Bima melalui Tim Tanggap bencana kekeringan BPBD telah melakukan distribusi sebanyak 1.310.000 liter air bersih pada 31 desa dari 53 desa yang mengalami potensi kekeringan di 11 kecamatan  terdampak kekeringan.

"Distribusi air bersih tersebut sudah melayani 4.168 kepala keluarga dengan 18.235 jiwa". Terangnya. 

Meskipun langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh APBD beserta instansi terkait belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan namun Israh berkomitmen instansi yang dipimpinnya akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut.

"Upaya distribusi air bersih juga melibatkan stakeholder seperti Polres Panda, PT. Bank NTB, Dinas Sosial, PMI, BAZNAS Kabupaten Bima, Lembaga Lazismu, Rumah Zakat dan Assunnah". Imbuhnya. (DM.001)


Kota Bima Maksimalkan pelayanan untuk kebutuhan air bersih bagi warga Kelurahan Penanae, UPT Air Bersih Dinas PUPR Kota Bima, Selasa (8/10/2024) melakukan penggantian mesin pompa baru di sumur bor Karambi, Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba.

Penggantian mesin pompa baru tidak saja untuk sumur bor di wilayah Pananae, juga dilakukan penggantian mesin pompa baru di Kelurahan Panggi. “Alhamdullah sudah selesai di pasangan tadi,” ungkap petugas UPT Air Bersih, M Sanif.

Jelasnya, setelah proses pergantian mesin pompa baru di sumur bor Karambi nantinya akan mampu menyalurkan air bersih untuk kurang lebih 100 Kepala Keluarga (KK).

“ kemarin harus di droping air, sekarang sudah bisa terlayani,” ungkapnya. Tambah Sanif, untuk jadwal selanjutnya di sumur bor berlokasi di Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda.

Bila tidak ada kendala, selasa besok akan dilakukan pengangkatan dan penggantian mesin pompa baru, dengan terpasangnya mesin pompa baru diharapkan dapat memberikan pelayanan air bersih yang lebih maksimal bagi masyarakat.

Jelasnya, penggantian mesin pompa baru ini adalah bagian dari program pemerintah kota bima untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Sebelumnya pun, seperti diberitakan Pemkot Bima tahun ini mendapatkan kucuran anggaran DAK dan DAU sebesar Rp 12.5 milyar untuk pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Berupa pengerjaan bor air dan pemasangan jaringan baru sampai ke rumah-rumah warga.

Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Kota Bima, M Syahwan sampaikan, pihaknya akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. 

Termasuk terus menggenjot penyelesaian masalah air bersih di Kota Bima "kami akan dengan sepenuh hati melayani persediaan air bersih masyarakat.  Khususnya pada program-program pekerjaan yang sudah dianggarkan sebelumnya," ungkapnya.

"Alhamdulillah, setelah pompa baru dipasang. Saat ini, kondisi air  sudah berjalan baik dan normal. Dan sudah bisa dinikmati warga  Penanae," tutur Syahwan usai dari lokasi.(Red)



Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Dinas PUPR Kota Bima melalui UPT Air Bersih memasang pompa baru untuk sumur bor melayani kebutuhan air bersih di Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda. Rabu (9/10/2024)

Setelah puluhan tahun tak tertangani dengan baik, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui dinas PUPR terus bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pemenuhan kebutuhan air bersih warganya.

Sebelumnya pun, UPT Air Bersih telah selesai memasang pompa baru di sumur bor Kelurahan Penanae dan sejak kemarin ratusan Kelapa Keluarga (KK) telah terlayani kebutuhan air bersihnya dan tidak lagi menggunakan mobil Tanki.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Kota Bima, M Syahwan mengatakan ada dua sumur bor tersedia untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi ratusan KK di Kelurahan Panggi.

Hari ini dilakukan pemasangan pompa baru untuk kebutuhan air bagi ratusan KK di RT 02 dan 03 serta 04 " Alhamdulillah sudah terpasang dan masalah air bersih untuk 250 KK di Panggil selesai," jelasnya.

Mesin pompa yang baru dipasang memiliki kapasitas 4 liter/detik dan mampu melayani kebutuhan air bagi 250 KK.

Lanjutnya, kemudian untuk sumur bor kedua juga akan dipasang pompa baru dan bila tak ada kendala juga akan diselesaikan paling lambat Kamis besok.

" Kalau sudah terpasang pompa baru di dua sumur bor, seluruh kebutuhan air bersih warga Kelurahan Panggi terlayani dengan baik," pungkasnya.

Tambahnya, artinya tak lagi disalurkan air bersih menggunakan mobil Tanki, karena masyarakat sudah langsung mengakses air bersih disalurkan melalui jaringan sudah tersedia.

Sebelumnya seperti diberikan, ratusan KK di Kelurahan Penanae sudah terpenuhi dan terlayani kebutuhan air bersih, itu setelah dinas PUPR Kota Bima melalui UPT Air Bersih memasang pompa baru.(Red).


Kota Bima - Anggota DPRD Kota Bima Duta Partai Hanura, Amiruddin, SH, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat dengan meluncurkan program pengembangan air bersih di lingkungan BTN Sambinae, Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda.

Program pengeboran Air Bersih melalui dana aspirasi yang diusulkan oleh Amiruddin sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga akan air bersih.

Amir yang juga Sekjen Partai Hanura Kota Bima, sekaligus anggota Koalisi Tim Pemenangan Aji Rum - Umi Innah Dengan Teglinne "AMANAH" ini mengungkapkan pentingnya akses terhadap air bersih bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. “Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi".

Melalui program ini, saya berharap dapat meningkatkan kualitas hidup warga BTN Sambinae dan mengurangi masalah kekurangan air bersih yang sering dialami selama bertahun-tahun. ujarnya.

Amir berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat melalui berbagai program dan kebijakan yang pro-rakyat, terutama di sektor infrastruktur dan layanan dasar.

Warga BTN Sambinae menyambut baik inisiatif ini dengan harapan besar dapat mengatasi masalah air bersih yang selama ini menjadi isu penting di kawasan Perumahan.

Salah satu warga, BTN Kahruddin mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Amiruddin atas perhatiannya. Ini adalah jawaban atas keluhan kami selama ini. Semoga Pengeboran Air Bersih ini berjalan lancar dan bermanfaat.” (Red)



Kota Bima - Dinamikambojo.Net, Penjabat Wali Kota Bima, Mohammad Rum mengatakan, dalam mengoptimalkan peran petugas di lapangan dalam mengoptimalisasi program UPTD Air Minum, kedepan petugas akan dilengkapi dengan operasional yang memadai dan UPTD Air Minum harus memiliki alokasi anggaran tersendiri.

Hal itu diungkapkan Pj. Wali Kota Bima, H. Mohammad Rum saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas PUPR terkait optimalisasi program UPTD Air Minum. Kamis (1/8/2024).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat dinas PUPR Kota Bima tersebut, Pj. Wali Kota Bima didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Kabid Cipta Karya PUPR Kota Bima serta pejabat lain di dinas setempat.

"Rencana UPTD Air Minum ke depan memiliki DPA tersendiri, sekarang masih cantol di DPA bidang Cipta Karya", ujarnya.

Mohammad Rum menekankan mengingat proses pemeliharaan pompa dan transmisi yang ada saat ini memang sangat perlu didukung dengan operasional yang memadai dengan problem di lapangan yang begitu kompleks.

"Operasional tim kedepan akan disiapkan kendaraan Pick Up untuk memudahkan pengoperasian pemeliharaan dan biaya operasional akan ditingkatkan melalui APBD Perubahan tahun 2024", ucap Mohammad Rum.

"Mengingat banyak pompa dan pipa distribusi atau transmisi yang perlu di perbaiki". Pungkasnya. (DM.Red).

 

Kota Bima - Penjabat Wali Kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT meninjau Sumur Dalam Terlindungi sebagai wujud upaya nyata Pemerintah Kota Bima dalam rangka mengentaskan ketersediaan air bersih di Kota Bima. Rabu, 10 Januari 2024.

H. Mohammad Rum menyampaikan, penyediaan air bersih melalui program sumur dalam terlindungi ini merupakan langkah serius pemerintah Kota Bima guna menciptakan keadilan yang merata terhadap kebutuhan air bersih.

Ia mengaku program ini bersumber dari anggaran perubahan APBD Kota Bima tahun 2023 senilai Rp. 1,2 Miliar, mencakup bor sumur dalam, penyambungan pipa air minum ditiap-tiap kepala keluarga penerima manfaat serta penyediaan aliran listrik tenaga surya yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

Selain itu juga sambungnya, pada tahun 2024 ini pemerintah Kota Bima telah membentuk UPTD Air Bersih selama kurun waktu 3 bulan ia menjabat selaku Penjabat Wali Kota dengan mengalokasikan anggaran senilai 13 miliar dengan cakupan 16 kelurahan yang terdampak kekeringan saat musim kemarau.

"Penyediaan air bersih ini salah satu fokus saya sebagai penjabat Wali Kota. Dengan terbentuknya UPTD Air Bersih ini sebagai upaya nyata penyediaan air bersih bagi warga. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi solusi terbaik. Insya Allah pada 2024 ini layanan air bersih di Kota Bima teratasi," ujar H. Rum saat meninjau pembangunan sumur dalam terlindungi di Lingkungan Wenggo kelurahan Penanae.

H. Mohammad Rum juga berharap kepada masyarakat penerima manfaat sebanyak 200 KK agar dapat merawat dan mengelola apa yang diberikan oleh pemerintah.

"Insya Allah kita pastikan untuk penyediaan air bersih di Kota Bima pada tahun 2024 tuntas melalui pembentukan UPTD Air Bersih," pungkasnya. (DM.004)


Kota Bima - Dalam upaya untuk menyelesaikan persoalan air bersih di Bima, Walikota Bima telah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Langkah-langkah konkret yakni dengan upaya pembentukan UPT Air Bersih dibawah koordinasi pihak Dinas PUPR Kota Bima. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini.

Dengan kepastian, diharapkan persoalan air bersih dapat teratasi sehingga masyarakat dapat menikmati akses air bersih yang layak dan terjamin. 

Tahun 2024 menjadi target penting yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan dalam penyelesaian masalah ini. (DM.001)

Kota Bima - Penjabat Wali Kota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT dalam lawatannya kali ini bukan sekedar jalan-jalan biasa, melainkan fokus menuntaskan masalah kebersihan Kota Bima dengan menggandeng dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Pj. Wali Kota melakukan Penandatanganan MoU Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kota Bima dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang Komitmen Pemanfaatan Bank Sampah Induk (BSI) dan Optimalisasi Program Pengurangan Sampah di Kota Bima. Senin, 27 November 2023.

Perjanjian kerja sama ini tak lepas dari dukungan dan fasilitasi Anggota Komisi IV DPRI, DR HM Syafrudin ST.,MM. Oleh karenanya, HM. Rum yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dr. HM. Syafrudin, ST.,MM atas peranan beliau dalam mendorong terealisasinya bantuan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa satu unit Bank Sampah Induk (BSI) sebagai bentuk tanggungjawab Pemerintah dalam pengelolaan dan pengurangan sampah yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut, H. Rum menegaskan bahwa untuk memaksimalkan peran Bank Sampah Induk (BSI) dalam upaya melakukan pengelolaan dan pengurangan sampah, Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima akan mensupport BSI sepenuhnya dalam rangka penyiapan anggaran dan kegiatan pendukung di Tahun 2024.

“Saya mau Bank Sampah Induk masuk dalam program prioritas pembangunan di tahun depan, untuk itu saya minta kepada Kepala Bappeda dan Kepala DLH Kota Bima untuk memasukkan kegiatan ini di Rancangan APBD Tahun 2024. Tahun depan BSI harus sudah mulai beroperasi” Pungkas HM. Rum.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Syarief Rustaman, S.Sos., M.AP menambahkan, Bank Sampah Induk (BSI) adalah bank sampah yang dibentuk di setiap kota dan kabupaten administrasi yang berfungsi untuk menampung sampah yang sudah terpilah dari Bank Sampah Unit (BSU) dan menyalurkannya ke industri daur ulang dan/atau di manfaatkan untuk keperluan lainnya. 

Disamping itu juga, dengan hadirnya BSI diharapkan mampu bekerja sama dengan TPS3R dan di dapat memotivasi BSU yang ada untuk kembali  bergeliat dalam melakukan pengelolaan dan pengurangan sampah di Kota Bima.

“Bank Sampah Induk merupakan wadah penyangga untuk menampung sampah terpilah sekaligus motivator bagi geliat Bank Sampah Unit dibawahnya. Harapan kami, Bank Sampah Induk juga bisa menjadi support system TPS3R yang ada di Kelurahan Ule” Terangnya.

Lebih lanjut, Syarif Rustaman yang akrab disapa Bang Ayieff, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mengatakan bahwa kapasitas produksi Bank Sampah Induk (BSI) 2 ton Perhari terdiri dari olahan sampah Organik dan An-organik. 

Selain bantuan berupa bangunan Bank Sampah Induk (BSI), Kota Bima juga mendapatkan bantuan berupa satu unit alat press dan satu unit mesin pencacah. Sedangkan target mulai beroperasinya Bank Sampah Induk (BSI) akan dilaksanakan pada Tahun 2024.

“Kapasitas produksinya kurang lebih 2 ton perhari Organik dan An-organik, insyaallah setelah dilakukan serah terima, awal tahun depan BSI sudah mulai jalan. Selain gedung BSI, kami juga menerima bantuan berupa alat press dan mesin pencacah. Untuk anggaran operasionalnya, saat ini sedang dilakukan proses penggodokan” pungkas Kepala DLH Kota Bima. (DM.003)


Kota Bima - Pemerintah Kota Bima terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warganya dengan meluncurkan program instalasi air bersih di beberapa lokasi yang memiliki tingkat resiko kekurangan sarana air bersih di Kota Bima. 

Minggu, 26 November 2023, Pemkot Bima melakukan uji coba sambungan rumah (SR) untuk memastikan kelancaran Program Instalasi Air Bersih di RT. 10 Kelurahan Rontu, Kota Bima.

Program ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat setempat. Uji coba sambungan rumah menjadi tahap penting dalam memastikan keefektifan dan efisiensi distribusi air bersih ke rumah-rumah warga.

Pj. Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, MT dalam keterangannya, menyampaikan, "Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Bima. Program instalasi air bersih ini adalah bagian dari upaya kita untuk memenuhi hak dasar masyarakat akan akses air bersih yang aman dan sehat."

Proses uji coba ini melibatkan kolaborasi antara Pemkot Bima dan masyarakat setempat. Warga RT. 10 Kelurahan Rontu secara antusias menyambut langkah-langkah positif ini, menyatakan harapannya agar program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Dalam beberapa bulan ke depan, Pemkot Bima akan terus memantau dan mengevaluasi hasil uji coba ini sebelum mengimplementasikan program instalasi air bersih secara menyeluruh di berbagai wilayah Kota Bima. Ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dasar yang berkualitas.

"Semoga program ini berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti, sehingga outcome yang ingin dicapai dapat terwujud dimana permasalahan air bersih bagi warga Kota Bima dapat segera teratasi", tegas HM. Rum. (DM.003)